Presiden Prabowo Subianto tak kuasa menahan haru saat meresmikan 166 sekolah rakyat yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Peresmian ini dipusatkan di lingkungan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin (12/1/2026).
Prabowo mengaku terkesima dengan perkembangan sekolah rakyat dan para siswanya. “Saya sangat terkesima, saya sangat terharu. Mudah-mudahan kamera nggak menuju ke saya tadi. Sulit saya tahan air mata juga. Sama dengan Mensos,” ujar Prabowo.
Ia mengungkapkan rasa bangga dan bahagia melihat anak-anak didik Sekolah Rakyat. Momen ini mengingatkannya pada langkah berani dalam inisiatif menghadirkan sekolah bagi siswa kurang mampu. “Kita terharu, kita keluar air mata karena apa, karena bangga, karena bahagia melihat anak-anak kita,” tuturnya.
“Dan kita tergerak, teringet, kenapa kita teringat? Bayangkan, bayangkan kalau waktu itu, kita, saya, dan menteri-menteri, tidak ambil sikap yang berani, ‘Mari kita berbuat yang mungkin tidak lazim kita bikin sekolah yang terbaik, sekolah berasrama untuk mereka-mereka yang mungkin tidak punya harapan. mereka yang dari keluarga yang kondisinya tertinggal’,” imbuh Prabowo.
Rincian Peresmian dan Dampak Sekolah Rakyat
Acara peresmian dihadiri oleh 2.000 peserta, termasuk 800 siswa dari berbagai daerah, orang tua, dan unsur pengajar. Sekolah rakyat rintisan telah dibuka secara bertahap sejak Juli hingga September 2025.
Distribusi lokasi sekolah rakyat rintisan:
- Sumatera: 35 titik
- Jawa: 70 titik
- Bali dan Nusa Tenggara: 7 titik
- Kalimantan: 13 titik
- Sulawesi: 28 titik
- Maluku: 7 titik
- Papua: 6 titik
Selama Semester Gasal Tahun Ajaran 2025/2026, sebanyak 15.945 siswa telah mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat. Target ke depan adalah menambah jumlah sekolah rakyat hingga mencapai 500 sekolah, masing-masing dengan kapasitas hingga 1.000 siswa.
Pada tahap awal, pembangunan sekolah rakyat rintisan juga telah menyerap 7.107 tenaga kerja, terdiri dari 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan. Proyeksi peningkatan tenaga kerja akan terus terjadi seiring pembangunan sekolah rakyat permanen yang telah dimulai sejak 2025 di 104 titik lokasi.
Lokasi pembangunan sekolah rakyat permanen:
| Wilayah | Jumlah Lokasi |
| Sumatera | 26 |
| Jawa | 40 |
| Bali dan Nusa Tenggara | 3 |
| Kalimantan | 12 |
| Sulawesi | 16 |
| Maluku | 4 |
| Papua | 3 |
Peresmian 166 sekolah rakyat ini didukung oleh Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Kementerian Pekerjaan Umum, dan PT Pos Indonesia.