Prabowo Tiba di Tanah Air Usai Lawatan Maraton, Disambut Gibran dan Jajaran Menteri

Author Image

Hodak

28 Februari 2026

Presiden Republik Indonesia telah kembali ke Tanah Air pada Jumat pagi, 27 Februari 2026, setelah menuntaskan rangkaian kunjungan kerja maraton selama sebelas hari ke empat negara. Pesawat kepresidenan Garuda Indonesia-1 yang membawa Kepala Negara mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 08.26 WIB di tengah guyuran hujan.

Ketibaan Presiden Prabowo disambut langsung oleh Wakil Presiden , yang tampak memberikan sikap hormat. Selain Gibran, sejumlah pejabat tinggi negara turut hadir menyambut, di antaranya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kepala Kepolisian RI Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Presiden Prabowo sempat berbincang singkat dengan para pejabat penyambut sebelum meninggalkan kompleks bandara.

Rangkaian Kunjungan Diplomatik dan Ekonomi

Lawatan luar negeri Presiden Prabowo dimulai pada Senin, 16 Februari 2026, dengan tujuan utama , dilanjutkan ke Inggris, Yordania, dan (UEA). Kunjungan ini berfokus pada penguatan kerja sama teknologi dan ekonomi, serta pembahasan isu kemanusiaan, khususnya terkait konflik di Gaza.

Capaian di Amerika Serikat

Di Amerika Serikat, Presiden Prabowo tiba di Washington D.C. pada Selasa, 17 Februari 2026. Ia menghadiri rapat perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace) dan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump. Pertemuan bilateral tersebut menghasilkan penandatanganan Perjanjian Perdagangan Timbal Balik (Agreement on Reciprocal Trade/ART). Melalui diplomasi ini, AS menurunkan tarif dagang untuk Indonesia dari 32 persen menjadi 19 persen, bahkan memberikan fasilitas tarif 0 persen untuk 1.819 produk unggulan Indonesia seperti kakao, minyak kelapa sawit, dan kopi. Selain itu, Indonesia berhasil memboyong komitmen perdagangan dan investasi senilai total US$38,4 miliar dari berbagai sektor.

Kerja Sama Semikonduktor di Inggris

Dari AS, Presiden Prabowo melanjutkan perjalanan ke London, Inggris, pada Senin, 23 Februari 2026. Di sana, ia menyaksikan penandatanganan kerja sama antara Badan Pengelola Investasi Danantara (BPI Danantara) dan perusahaan semikonduktor Inggris, Arm Limited. Kerja sama ini diharapkan membuka peluang bagi Indonesia untuk mengirimkan 15.000 insinyur guna dilatih dalam ekosistem semikonduktor global.

Diplomasi Perdamaian di Yordania

Lawatan berlanjut ke Yordania, di mana Presiden Prabowo tiba di Amman pada Selasa, 24 Februari 2026, dan disambut hangat oleh Putra Mahkota Pangeran Al Hussein bin Abdullah II. Pesawat kepresidenan bahkan mendapatkan pengawalan kehormatan dari jet tempur F-16 Angkatan Udara Kerajaan Yordania Hasyimiah. Pada Rabu, 25 Februari 2026, Presiden Prabowo bertemu dengan Raja Yordania Abdullah II ibn Al Hussein di Istana Basman. Dalam pertemuan tersebut, isu konflik di Jalur Gaza, Palestina, menjadi fokus pembahasan, dengan Presiden Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk memperjuangkan solusi dua negara demi perdamaian. Kunjungan ini juga menandai 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Yordania.

Penguatan Investasi di Uni Emirat Arab

Sebagai penutup rangkaian kunjungan, Presiden Prabowo tiba di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada Rabu, 25 Februari 2026. Pada Kamis, 26 Februari 2026, ia mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden UEA Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) di Istana Qasr Al Bahr. Pertemuan ini membahas penguatan kemitraan strategis, kerja sama energi, peningkatan investasi bilateral, dan kemitraan ekonomi berorientasi masa depan. Presiden MBZ menegaskan komitmen UEA untuk meningkatkan investasi di Indonesia, khususnya di sektor energi, infrastruktur, dan pengembangan ekonomi masa depan. Kedua pemimpin juga melaksanakan buka puasa bersama dan salat Magrib berjemaah, mempererat nuansa persaudaraan di bulan Ramadan. Tahun 2026 ini juga menjadi momen istimewa karena menandai 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia-UEA.

Rapat Terbatas Usai Tiba di Tanah Air

Setibanya di Jakarta, Presiden Prabowo tidak langsung beristirahat. Ia segera memimpin rapat terbatas (ratas) bersama sejumlah menteri di kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB dan dilanjutkan dengan buka puasa bersama. Rapat tersebut berlangsung tertutup hingga malam hari. Lawatan ini diharapkan dapat mempertegas posisi Indonesia sebagai mitra strategis yang aktif dalam membangun stabilitas global dan pertumbuhan ekonomi.