Prabowo Ungkap Jokowi Nego Beras ke Pemimpin Dunia Saat Pandemi COVID-19

Presiden Prabowo Subianto (foto: Dok. Youtube Setpres)
Presiden Prabowo Subianto (Foto: Dok. YouTube Setpres)

Presiden Prabowo Subianto menceritakan upaya Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), dalam mengamankan pasokan beras Indonesia di tengah pandemi COVID-19. Prabowo menyebut Jokowi secara aktif melakukan negosiasi dengan berbagai pemimpin negara demi memastikan ketersediaan pangan di Tanah Air.

Cerita tersebut disampaikan Prabowo dalam acara panen raya dan pengumuman swasembada pangan yang digelar di Karawang, Jawa Barat, pada Rabu (7/1/2025). Ia menekankan bahwa kemerdekaan suatu bangsa sangat bergantung pada kemampuannya menyediakan pangan bagi rakyatnya.

“Hari ini kita telah mencatat suatu kemenangan yang penting, tidak ada bangsa yang merdeka kalau makan tidak bisa tersedia untuk rakyat, tidak mungkin. Tidak mungkin bangsa itu merdeka kalau makan, pangan tergantung bangsa lain,” ujar Prabowo dalam pidatonya.

Prabowo kemudian menyinggung situasi genting yang dihadapi Indonesia selama pandemi COVID-19. Ia mengungkapkan bahwa pada masa itu, negara-negara produsen beras enggan menjual komoditas tersebut ke Indonesia.

“Begitu ada COVID, negara yang punya beras tidak mau jual ke kita. Saya tahu waktu itu, saya sudah menteri, saya ngerti bener-bener, presiden kita waktu itu (Jokowi) sampaikan ke saya, beliau terbang ke sini, terbang ke sana, nego sama pemimpin-pemimpin negara yang punya beras,” ungkap Prabowo.

Berkat hubungan diplomatik yang terjalin baik antara Jokowi dengan sejumlah pemimpin negara, Indonesia berhasil mendapatkan pasokan beras yang krusial selama masa pandemi. Kendati demikian, Prabowo tidak merinci negara atau pemimpin mana saja yang dimaksud.

“Waktu COVID adalah pembuka mata, waktu COVID pandemi adalah warning peringatan, lampu kuning bagi bangsa Indonesia jangan mau, jangan lengah, jangan tergantung bangsa lain, apalagi untuk makan,” tegasnya.