Pramono Anung dan Menhub Dudy Bahas WFA dan Atur Jadwal Mudik Lebaran 2026

Author Image

Irfan

19 Februari 2026

Pramono Anung (gilang Faturahman/detikcom)
Pramono Anung (Gilang Faturahman/detikcom)

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa ia telah melakukan pertemuan dengan Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, di Balai Kota Jakarta pada Kamis (19/2/2026). Diskusi utama dalam pertemuan tersebut berfokus pada kesiapan menghadapi arus mudik Lebaran 2026, serta sinkronisasi kebijakan work from anywhere (WFA) yang akan diterapkan menjelang Idul Fitri.

Sinkronisasi Kebijakan WFA dan Mudik

Pemerintah pusat telah menetapkan kebijakan WFA yang berlaku mulai 13 hingga 27 atau 28 Maret 2026. Pramono Anung menekankan pentingnya menyelaraskan kebijakan ini dengan pengaturan jadwal mudik agar tidak terjadi lonjakan kepadatan lalu lintas secara bersamaan.

“Kebetulan kemarin saya bersama dengan Kementerian Perhubungan. Kita menyambut rencana work from everywhere mulai tanggal 13 sampai 27 atau 28. Artinya memang range -nya panjang,” ujar Pramono kepada wartawan di Balai Kota Jakarta.

Strategi Pemprov DKI Atasi Kemacetan Mudik

Menyikapi potensi kepadatan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengatur jadwal mudik bersama agar tidak dilakukan serentak dalam satu waktu. Langkah ini diambil untuk mencegah terjadinya kemacetan parah, seperti yang pernah dialami pada periode mudik sebelumnya.

“Maka kami atur supaya mudik bersamanya tidak bersamaan. Jadi tidak terjadi kemacetan yang luar biasa,” jelasnya.

Program Mudik Bersama DKI Jakarta

Lebih lanjut, Pramono Anung menyampaikan bahwa Pemprov DKI Jakarta juga tengah menyiapkan program mudik bersama dengan kuota puluhan ribu peserta. Jadwal keberangkatan akan diatur secara bertahap, dimulai sejak pertengahan Maret, menyesuaikan dengan periode WFA.

“Termasuk DKI Jakarta akan mudik bersama kurang lebih 26.661 bus. Dan ternyata kali ini antusiasme mudik bersama yang oleh swasta maupun kementerian lembaga itu cukup tinggi,” ungkapnya.

Selain itu, koordinasi intensif juga dilakukan dengan pihak kepolisian dan instansi terkait lainnya. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi pergeseran pola kepadatan lalu lintas selama bulan Ramadan, termasuk pada jam-jam menjelang waktu berbuka puasa.