Premier League musim 2025/2026 kembali menyajikan duel menarik pada pekan ke-28, dengan sorotan tertuju pada pertandingan antara Liverpool dan West Ham United di Anfield pada Sabtu, 28 Februari 2026. Meskipun prediksi sebagian besar mengunggulkan Liverpool, hasil pertandingan ini memiliki implikasi besar, terutama bagi tim-tim di papan bawah, termasuk West Ham sendiri dan Tottenham Hotspur yang tengah menghadapi ancaman degradasi serius.
Liverpool Bertekad Jaga Momentum, West Ham Berjuang Keluar Zona Merah
Liverpool, di bawah asuhan pelatih Arne Slot, diprediksi akan meraih kemenangan dalam laga kandang ini, dengan beberapa pakar memprediksi skor 3-1 untuk The Reds. Sejarah pertemuan kedua tim juga menunjukkan dominasi Liverpool, yang berhasil memenangkan 87 dari 154 pertandingan melawan West Ham United. Saat ini, Liverpool sedang dalam performa positif, mencatatkan tiga kemenangan beruntun di semua kompetisi dengan catatan clean sheet. Kapten Liverpool, Virgil van Dijk, menekankan pentingnya menjaga momentum ini. “Sabtu ini adalah tentang menjaga momentum, dan semoga dengan kalian semua di belakang kami, kami bisa melakukannya,” ujar Van Dijk.
Meskipun sempat mengalami pasang surut performa di awal musim 2025/2026, termasuk penurunan signifikan setelah awal yang gemilang, Liverpool menunjukkan kebangkitan di akhir Januari dan awal Februari. Mereka kini menempati posisi keenam klasemen dengan 45 poin dari 27 pertandingan, memiliki poin yang sama dengan Chelsea dan hanya terpaut tiga poin dari Manchester United di posisi keempat, yang menjadi target mereka untuk lolos ke Liga Champions.
Di sisi lain, West Ham United berada dalam situasi genting. Mereka terperosok di zona degradasi, menempati peringkat ke-18 dengan hanya 25 poin dari 27 laga. Catatan buruk The Hammers di Anfield juga menjadi perhatian, di mana mereka kalah dalam sepuluh pertemuan terakhir di markas Liverpool. Meskipun demikian, beberapa prediksi taruhan mengindikasikan kemungkinan kedua tim mencetak gol, mengingat West Ham memiliki kemampuan mencetak gol tandang dan Liverpool sempat memiliki masalah pertahanan di awal musim.
Tottenham Hotspur Dihantui Degradasi, Krisis Kepemimpinan Jadi Sorotan
Sementara itu, di bagian lain tabel Premier League, Tottenham Hotspur menghadapi ancaman degradasi yang sangat nyata. The Lilywhites kini berada di posisi ke-16 dengan 29 poin dari 27 pertandingan, hanya unggul dua poin dari Nottingham Forest di peringkat ke-17 (27 poin) dan empat poin dari West Ham United di peringkat ke-18 (25 poin). Performa Spurs sangat mengkhawatirkan, dengan catatan sembilan pertandingan liga tanpa kemenangan di tahun 2026, termasuk empat hasil imbang dan lima kekalahan.
Puncak krisis terjadi saat Tottenham menelan kekalahan telak 1-4 di kandang sendiri dari rival abadi mereka, Arsenal, dalam Derbi London Utara pada 23 Februari 2026. Rentetan hasil buruk ini berujung pada pemecatan manajer Thomas Frank, yang kemudian digantikan oleh Igor Tudor sebagai pelatih kepala interim pada 13 Februari 2026.
Media Inggris, Planet Football, menyoroti delapan alasan potensial degradasi Tottenham, dengan salah satu isu terbesar adalah “hilangnya kepemimpinan sepenuhnya” setelah kepergian kapten Son Heung-min ke LAFC pada Agustus 2025. Cristian Romero, yang ditunjuk sebagai kapten pengganti, juga menuai kritik atas temperamennya dan kurangnya jiwa kepemimpinan. Mantan pemain Tottenham, Glenn Hoddle, secara tegas menyatakan bahwa timnya “berada dalam pertarungan degradasi” dan para pemain harus “berjuang untuk setiap poin.” Meskipun superkomputer Opta memberikan peluang degradasi Spurs sebesar 4,6%, situasi di lapangan menunjukkan bahwa ancaman tersebut tidak bisa dianggap remeh.