Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah merampungkan lawatan diplomatik maraton selama 12 hari ke empat negara, yakni Amerika Serikat, Inggris, Yordania, dan Uni Emirat Arab. Kunjungan yang berlangsung dari 16 hingga 27 Februari 2026 ini menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis di bidang ekonomi, investasi, pertahanan, serta menegaskan peran aktif Indonesia dalam diplomasi perdamaian global.
Kepala Negara bertolak dari Jakarta pada Senin, 16 Februari 2026, dan tiba kembali di Tanah Air pada Jumat, 27 Februari 2026. Lawatan ini menandai komitmen kuat pemerintahan Prabowo dalam memperkuat kemitraan bilateral dan multilateral di kancah internasional.
Penguatan Kemitraan Strategis di Amerika Serikat
Amerika Serikat menjadi persinggahan pertama Presiden Prabowo. Tiba di Washington D.C. pada Selasa, 17 Februari 2026, Presiden langsung menghadiri sesi roundtable Business Summit di US Chamber of Commerce. Dalam forum tersebut, ia menekankan pentingnya penguatan kerja sama ekonomi dan kepastian usaha bagi investor.
Momen penting terjadi dengan penandatanganan 11 nota kesepahaman (MoU) senilai total 38,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp 645 triliun. Kesepakatan ini mencakup berbagai sektor vital seperti mineral kritis, energi, agrikultur, tekstil, furnitur, hingga semikonduktor. Puncak kunjungan di AS adalah penandatanganan Perjanjian Perdagangan Timbal Balik Indonesia-AS dengan Presiden Donald Trump pada Kamis, 19 Februari 2026. Perjanjian bersejarah ini membebaskan 1.819 lini produk Indonesia dari bea masuk AS, termasuk komoditas penting seperti minyak. Presiden Trump secara publik menggambarkan Prabowo sebagai “tough cookie” dan kedua pemimpin sepakat untuk mengupayakan “era keemasan baru” dalam hubungan Indonesia-AS.
Selain aspek ekonomi, Presiden Prabowo juga menunjukkan komitmen Indonesia terhadap perdamaian global dengan menghadiri pertemuan perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace) untuk Gaza di Donald Trump United States Institute of Peace. Dalam pidatonya, Presiden menegaskan kesiapan Indonesia untuk mengirimkan hingga 8.000 personel dalam International Stabilization Force (ISF) guna mendukung stabilisasi kawasan konflik, khususnya di Gaza.
Kerja Sama Teknologi di Inggris dan Diplomasi Kemanusiaan di Yordania
Dari Washington, Presiden Prabowo melanjutkan perjalanan ke London, Inggris. Pada Senin, 23 Februari 2026, ia menyaksikan penandatanganan kerja sama antara BPI Danantara dan Arm Limited. Kolaborasi ini bertujuan mempercepat penguasaan teknologi semikonduktor nasional, termasuk rencana pelatihan 15.000 insinyur Indonesia dalam ekosistem desain chip Arm sebagai bagian dari transformasi ekonomi berbasis teknologi.
Selanjutnya, Presiden Prabowo bertolak ke Amman, Yordania. Pada Rabu, 25 Februari 2026, ia bertemu dengan Raja Abdullah II bin Al-Hussein di Istana Basman. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo kembali menegaskan komitmen Indonesia terhadap Solusi Dua Negara untuk konflik Palestina. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi Jakarta dengan Amman, mengingat lokasi strategis Yordania untuk mendukung distribusi bantuan dan upaya de-eskalasi konflik. Sebagai bentuk penghormatan, Raja Abdullah II secara langsung mengantar Presiden Prabowo ke bandara dan melepas keberangkatan di bawah tangga pesawat, yang kembali dikawal empat jet tempur F-16 hingga keluar wilayah udara Yordania.
Peningkatan Investasi dan Kemitraan Strategis di Uni Emirat Arab
Rangkaian lawatan ditutup di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), pada Kamis, 26 Februari 2026. Presiden Prabowo bertemu dengan Presiden UEA Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) di Istana Qasr Al Bahr dalam dialog bilateral yang membahas peningkatan investasi dan penguatan kemitraan strategis. Presiden MBZ secara langsung menyampaikan komitmen UEA untuk meningkatkan investasinya di Indonesia. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan, “Pertemuan membahas kerja sama peningkatan investasi. Bilateral ditingkatkan. UAE ingin meningkatkan investasinya di Indonesia.”
UEA memandang Indonesia sebagai mitra strategis utama di Asia Tenggara, terutama dalam bidang energi, infrastruktur, dan pengembangan ekonomi masa depan. Momentum pertemuan ini semakin bermakna karena bertepatan dengan peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan UEA pada tahun 2026, menandai fase baru kemitraan jangka panjang yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi. Dalam kunjungan ini, Presiden Prabowo juga menerima kehormatan diplomatik langka, yakni disambut secara resmi oleh tujuh pemimpin Emirat sekaligus di Istana Qasr Al Bahr. Kedua pemimpin juga menunaikan salat berjemaah dan berbuka puasa bersama.
Setibanya di Tanah Air, Presiden Prabowo langsung menjadwalkan rapat terbatas (ratas) bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih untuk menindaklanjuti hasil-hasil lawatan tersebut. Lawatan ini secara keseluruhan menghasilkan capaian strategis di bidang perdagangan, ekonomi, investasi, serta penguatan peran Indonesia dalam diplomasi perdamaian dunia.