Lisbon – Gelandang serang muda Benfica, Gianluca Prestianni, dipastikan absen dalam pertandingan Liga Portugal Betclic melawan AVS yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 21 Februari 2026, di Estádio da Luz. Absensi pemain berusia 20 tahun ini disebabkan oleh skorsing satu pertandingan akibat akumulasi kartu kuning.
Prestianni mendapatkan kartu kuning kelimanya musim ini saat Benfica meraih kemenangan 2-1 atas Santa Clara pada Jumat lalu. Kartu tersebut diberikan karena ia dianggap sengaja menunda waktu saat digantikan pada menit ke-90 oleh pelatih José Mourinho.
Keputusan ini membuat Prestianni tidak akan memiliki kesempatan bermain sebelum leg kedua babak playoff Liga Champions UEFA melawan Real Madrid. Pertandingan krusial tersebut akan berlangsung pada Rabu, 25 Februari 2026, di Santiago Bernabéu.
Benfica Hadapi AVS di Tengah Tekanan Ganda
Pertandingan melawan AVS menjadi penting bagi Benfica untuk menjaga posisi mereka di Liga Portugal. Saat ini, Benfica menempati peringkat ketiga klasemen, sementara AVS berada di posisi ke-18 atau zona degradasi. Secara statistik, Benfica memiliki rekor dominan atas AVS, memenangkan tiga dari empat pertemuan terakhir mereka, dengan satu laga berakhir imbang. Bahkan, dalam dua laga kandang terakhir melawan AVS, Benfica berhasil mencetak sembilan gol tanpa balas.
Meskipun tanpa Prestianni, serta Samuel Soares dan Joao Veloso yang cedera, Benfica diprediksi akan tetap meraih kemenangan meyakinkan, dengan beberapa pengamat memprediksi skor 3-0. Pelatih José Mourinho mengakui bahwa timnya menghadapi situasi yang sulit secara emosional pasca-pertandingan Liga Champions sebelumnya.
Kontroversi Rasialisme Bayangi Persiapan Liga Champions
Absensi Prestianni juga bertepatan dengan bergulirnya investigasi UEFA terkait dugaan pelecehan rasial yang melibatkan dirinya dan bintang Real Madrid, Vinicius Junior. Insiden ini terjadi pada leg pertama playoff Liga Champions di Estádio da Luz pada 17 Februari 2026, di mana Benfica kalah 0-1 dari Real Madrid.
Vinicius Junior menuduh Prestianni melontarkan ujaran rasial setelah ia mencetak gol dan melakukan selebrasi. Insiden tersebut sempat menghentikan pertandingan selama 10 menit. UEFA telah menunjuk Inspektur Etik dan Disiplin untuk menyelidiki tuduhan perilaku diskriminatif ini.
Prestianni sendiri membantah keras tuduhan menggunakan kata-kata rasis seperti “monyet”. Namun, ia dilaporkan telah mengakui kepada penyelidik UEFA bahwa ia menggunakan istilah ofensif lain yang bersifat homofobik terhadap Vinicius Junior. Sementara itu, rekan setim Vinicius, Kylian Mbappe, dilaporkan bersaksi bahwa ia mendengar Prestianni menyebut Vinicius “monyet” sebanyak lima kali. Pihak Real Madrid juga telah menyerahkan semua bukti yang relevan kepada UEFA.
Meskipun berada di tengah badai kontroversi, laporan menyebutkan Prestianni tetap tenang dan siap untuk melakukan perjalanan ke Santiago Bernabéu, tidak gentar menghadapi atmosfer yang mungkin akan panas. Hasil investigasi UEFA masih belum jelas dan dapat memengaruhi ketersediaan Prestianni untuk pertandingan Liga Champions di masa mendatang.