Pria Larang Wisatawan Foto di Parangtritis, Pemkab Bantul: Siapapun Boleh Ambil Gambar

Author Image

Irfan

9 Februari 2026

Foto: Suasana Pantai Parangtritis Saat Libur Nataru, Kamis (25/12/2025). (pradito Rida Pertana/detikjogja)
Foto: Suasana Pantai Parangtritis saat libur Nataru, Kamis (25/12/2025). (Pradito Rida Pertana/detikJogja)

Sebuah video yang menampilkan seorang pria melarang wisatawan mengambil foto rombongan di Pantai Parangtritis, Bantul, viral di media sosial. Pria tersebut diduga mengatasnamakan koperasi wisata dengan dalih adanya aturan larangan pengambilan foto rombongan. Menanggapi hal tersebut, Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul menegaskan bahwa setiap pengunjung bebas mengambil foto di tempat publik.

Aturan Pengambilan Foto di Pantai Parangtritis

Dalam video yang beredar, terlihat seorang pria berdebat dengan wisatawan. Keterangan video menyebutkan bahwa pria tersebut mengklaim adanya aturan dari koperasi wisata yang melarang pengunjung mengambil foto rombongan. Namun, Kepala Dispar Bantul, Saryadi, menyatakan bahwa pihaknya telah mengetahui video viral tersebut, meskipun kronologi detailnya belum diketahui.

Saryadi menekankan bahwa Pantai Parangtritis adalah tempat publik. “Pada prinsipnya siapapun boleh ambil foto/video di tempat publik, termasuk Pantai Parangtritis maupun pantai manapun dengan objek foto/video yang tidak melanggar privasi orang lain,” ujar Saryadi dilansir detikJogja, Senin (9/2/2026).

Namun, Saryadi menambahkan bahwa situasi berbeda berlaku jika pengambilan foto tersebut ditujukan untuk kepentingan komersial. Dalam kasus tersebut, pengunjung diwajibkan untuk berkoordinasi atau meminta izin terlebih dahulu kepada pelaku usaha jasa foto langsung jadi yang ada di Pantai Parangtritis.

Pertemuan Rutin dengan Pengelola Wisata

Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Dispar Bantul, Markus Purnomo Adi, mengungkapkan bahwa Dispar secara rutin mengadakan pertemuan dengan para pengelola wisata. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dan memastikan kenyamanan pengunjung.

“Kami juga sudah rutin melakukan pertemuan dengan Pokdarwis agar jangan sampai hal-hal yang kurang baik terjadi,” kata Markus.