PSIM Yogyakarta baru-baru ini menyelenggarakan program edukatif bertajuk ‘PSIM Goes to Campus’ edisi perdana di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Selasa, 24 Februari 2026. Acara ini bertujuan untuk membuka wawasan ratusan mahasiswa mengenai prospek karier yang menjanjikan di balik layar industri sepak bola profesional, khususnya pada sektor manajemen klub.
Kegiatan yang berlangsung di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM ini menghadirkan Direktur Utama PSIM Yogyakarta, Liana Tasno, sebagai pembicara utama. Program ini merupakan langkah konkret manajemen Laskar Mataram dalam memperkenalkan luasnya peluang di industri olahraga yang terus berkembang kepada generasi muda.
Dalam paparannya, Liana Tasno membagikan pengalaman pribadinya dalam memimpin sebuah klub sepak bola profesional sebagai seorang perempuan di industri yang masih didominasi laki-laki. Ia mengungkapkan tantangan yang pernah dihadapinya, menyatakan, “Dulu saya sering menghadapi diskriminasi gender saat tumbuh sebagai pencinta olahraga di negeri ini. Kini misi utama saya adalah membangun jembatan emas agar bangsa kita bisa mencapai potensi maksimalnya di dunia olahraga.”
Liana Tasno menegaskan bahwa perkembangan industri sepak bola nasional tidak hanya bertumpu pada performa pemain di lapangan, tetapi juga sangat bergantung pada kualitas manajemen di balik layar. Menurutnya, ekosistem olahraga di Indonesia masih memerlukan dukungan berkelanjutan dari berbagai pemangku kepentingan, mulai dari regulator, klub, hingga institusi pendidikan. Ia menambahkan, “Ekosistem olahraga kita masih berjuang untuk bisa memberikan fasilitas yang layak dan merata. Hal ini tentunya membutuhkan dukungan dari seluruh pihak.” Liana juga menyoroti minimnya jumlah praktisi teredukasi di bidang manajemen olahraga, padahal sektor ini menyimpan banyak peluang.
Sebagai Direktur Utama perempuan pertama PSIM Yogyakarta sejak pertengahan 2023, Liana Tasno telah mengukir sejarah dengan membawa Laskar Mataram promosi ke Liga 1 setelah penantian 18 tahun. Sebelum bergabung dengan PSIM, ia memiliki pengalaman luas di dunia olahraga, termasuk menjabat sebagai Manajer Brand dan Komunikasi Timnas Indonesia pada 2017-2018. Komitmennya terhadap profesionalisme industri olahraga juga diperkuat dengan partisipasinya dalam program kepemimpinan perempuan global di dunia olahraga yang diselenggarakan di Amerika Serikat, di mana ia berkesempatan belajar langsung di National Football League (NFL).
Acara ‘PSIM Goes to Campus’ ini merupakan hasil kolaborasi PSIM dengan sejumlah mitra internasional seperti National Football League (NFL), U.S. Department of State Bureau of Educational and Cultural Affairs, inisiatif Sport and Peace, serta Global Sports Mentoring Program. Dukungan juga datang dari berbagai sponsor, termasuk Lapakgaming, Adem Sari, Plossa, Soffell, Rexona, Taro, Le Minerale, dan HokBen.
Industri sepak bola di Indonesia memang terus berkembang dan menawarkan banyak peluang karier bagi para sarjana. Survei yang dilakukan oleh BRI menunjukkan perputaran uang di sepak bola mencapai lebih dari Rp10 triliun, menandakan kebutuhan besar akan tenaga profesional di berbagai bidang. Peluang tersebut mencakup posisi seperti medical officer, media officer, marketing officer, hingga local organizing committee. Menutup sesi diskusi, Liana Tasno berpesan kepada mahasiswa untuk senantiasa membangun pola pikir kepemimpinan dan menjunjung tinggi integritas. Ia berharap program semacam ini dapat menjadi gerbang awal lahirnya talenta-talenta manajemen olahraga masa depan dari lingkungan kampus.