PSPS Pekanbaru masih berjuang keras untuk keluar dari zona papan bawah klasemen Grup A Liga 2 Championship musim 2025/2026. Tim berjuluk Askar Bertuah ini baru saja meraih hasil imbang 2-2 dalam laga tandang yang ketat melawan Adhyaksa FC Banten di Stadion Banten International Stadium pada Jumat (20/2/2026) malam.
Hasil satu poin ini disyukuri oleh pelatih PSPS Pekanbaru, Aji Santoso, mengingat timnya sempat tertinggal sebelum akhirnya menyamakan kedudukan di menit-menit akhir pertandingan. Ia memuji semangat juang anak asuhnya yang berhasil bangkit.
Detail Pertandingan Sengit Kontra Adhyaksa FC
Dalam laga pekan ke-20 Liga 2 tersebut, PSPS Pekanbaru berhasil unggul lebih dulu melalui gol Vieri Donny pada menit ke-32. Namun, Adhyaksa FC Banten membalas pada menit ke-39 lewat tendangan keras Dandi dari luar kotak penalti, mengubah skor menjadi 1-1 hingga babak pertama usai. Pertandingan terus berjalan seimbang, dan PSPS berhasil menyelamatkan satu poin berkat gol penyeimbang dari Siringo Ringo di menit-menit krusial babak kedua, yang juga membuatnya dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan.
Aji Santoso mengungkapkan bahwa ia menerapkan perubahan strategi dengan menggunakan skema tiga bek tengah yang fleksibel, menjadi 3-4-3 saat menyerang dan 5-4-1 ketika bertahan. Strategi ini dinilai cukup sukses karena hampir tidak ada peluang berbahaya dari lawan. Selain itu, masuknya pemain segar seperti Ringo di babak kedua juga menjadi faktor penting dalam menyamakan kedudukan.
Posisi PSPS di Klasemen dan Ancaman Degradasi
Hingga pekan ke-19, PSPS Pekanbaru masih tertahan di peringkat kedelapan Grup A dengan koleksi 22 poin dari 19 pertandingan. Tim ini mencatatkan lima kemenangan, tujuh hasil imbang, dan tujuh kekalahan. Dengan selisih gol minus enam (29 gol dicetak dan 35 kebobolan), posisi PSPS hanya unggul tipis dari tim-tim di zona degradasi, seperti Persekat yang mengoleksi 19 poin dan Sriwijaya FC di dasar klasemen dengan dua poin.
Puncak klasemen Grup A saat ini ditempati oleh Garudayaksa FC dengan 37 poin, diikuti Adhyaksa FC yang mengoleksi 36 poin. Persaingan di papan tengah dan bawah semakin ketat, menempatkan PSPS dalam tekanan besar untuk segera memperbaiki performa.
Evaluasi dan Perubahan di Tubuh Tim
Perjalanan PSPS Pekanbaru di Liga 2 musim ini memang penuh dinamika. Pada awal musim, tepatnya 30 September 2025, jajaran tim pelatih yang dipimpin Ilham Romadhona resmi berpisah dengan klub setelah hasil buruk dan desakan suporter. Saat itu, PSPS hanya mengoleksi dua poin dari tiga laga awal dan terpuruk di peringkat kesembilan.
Aji Santoso kemudian kembali ditunjuk sebagai pelatih kepala pada 13 Oktober 2025 dengan kontrak satu tahun. Di bawah kepemimpinannya, manajemen PSPS juga melakukan perombakan skuad dengan mencoret lima pemain dari tim utama pada Januari 2026 setelah evaluasi menyeluruh.
Meski demikian, PSPS masih menghadapi persoalan konsistensi permainan, terutama dalam menjaga keunggulan hingga akhir pertandingan. Tim kerap kehilangan poin pada menit-menit krusial akibat manajemen pertandingan yang kurang baik, perubahan ritme menjadi terlalu defensif, hingga masalah konsentrasi dan kondisi fisik pemain.
Tantangan di Sisa Musim
Dengan sembilan pertandingan tersisa di putaran ketiga, peluang PSPS Pekanbaru untuk menembus dua besar Grup A secara matematis masih terbuka, namun sangat menantang. Tim harus bekerja ekstra keras dan tampil nyaris sempurna untuk mengamankan posisi. Dari sembilan laga tersebut, PSPS hanya akan menjalani empat laga kandang, menjadikan efektivitas di laga tandang dan kemampuan menjaga fokus sepanjang 90 menit menjadi krusial.
Aji Santoso menegaskan, “Putaran ketiga nanti kami harus kerja keras lagi. Posisi kami juga masih di bawah dan persaingan poinnya sangat tipis. Tidak ada celah lain, kami harus kerja keras.” Ia juga menambahkan bahwa tim harus beradaptasi dengan situasi bulan Ramadan yang akan memengaruhi jadwal pertandingan.