Pertarungan sengit di papan atas Grup Timur Pegadaian Championship 2025/2026 tersaji malam ini, Sabtu (21/2/2026), di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Tuan rumah PSS Sleman berhasil unggul sementara 1-0 atas pemuncak klasemen Persipura Jayapura pada babak pertama. Gol tunggal PSS dicetak oleh Gustavo Tocantins di menit ke-45+5, membuat atmosfer pertandingan semakin memanas dalam perebutan posisi teratas.
Laga pekan ke-20 ini memang diprediksi akan menjadi penentu nasib kedua tim dalam perburuan tiket promosi ke Liga 1. Sebelum pertandingan, Persipura Jayapura memimpin klasemen dengan 40 poin, hanya unggul satu angka dari PSS Sleman yang mengoleksi 39 poin. Selisih tipis ini menjadikan setiap gol dan poin sangat krusial.
Strategi dan Kondisi Tim
Pelatih Persipura Jayapura, Rahmad Darmawan (RD), telah menekankan pentingnya mentalitas dan fokus timnya menghadapi tekanan di kandang lawan. Dalam konferensi pers jelang laga, Rahmad Darmawan menyatakan, “Justru saya ingin para pemain bisa mengendalikan antara emosi dan inteligensia mereka di lapangan dengan baik, sehingga momentum ketertekanan itu menjadi motivasi yang ideal buat kita.” Ia juga mengakui kekuatan PSS Sleman, terutama dengan adanya beberapa pemain baru yang menunjukkan kualitas baik di putaran ketiga.
Di sisi lain, PSS Sleman yang kini dilatih oleh Ansyari Lubis, juga datang dengan motivasi tinggi. Manajer PSS Sleman, Kim Jeffrey Kurniawan, mengungkapkan bahwa seluruh pemain menyadari betul pentingnya laga ini. “Motivasi pemain tentu saja sangat baik setelah kemenangan penting pertandingan kemarin dan siap menghadapi Persipura pada pertandingan hari Sabtu,” ujarnya. Kapten PSS Sleman, Fachruddin Wahyudi Aryanto, juga menegaskan bahwa pertandingan ini akan berlangsung ketat dan membutuhkan kekuatan mental.
Perubahan Gaya Bermain Persipura dan Amunisi Baru
Persipura Jayapura di bawah asuhan Rahmad Darmawan telah menunjukkan perubahan signifikan dalam gaya bermain. Setelah kehilangan striker jangkung Matheus Silva, tim Mutiara Hitam tidak lagi dominan mengandalkan umpan silang dari sayap. Rahmad Darmawan menyebut, “Sebelumnya kita dominan wing play dan cross ball. Lawan Barito combination play sangat dominan. Permainan satu-dua lebih menonjol karena kita tidak punya lagi striker tinggi seperti Matheus.”
Tim kebanggaan masyarakat Papua ini juga diperkuat dengan tiga pemain baru di putaran ketiga, yakni gelandang Williams Lugo dari Venezuela, Bima Ragil dari Deltras Sidoarjo, dan Viktor Mansaray. Kehadiran mereka diharapkan menambah kedalaman skuad dan variasi taktik.
Rekor Pertemuan dan Misi Kedua Tim
Secara historis, Persipura memiliki rekor yang cukup baik melawan PSS Sleman, dengan tidak terkalahkan dalam tiga perjumpaan sebelumnya. Dua pertemuan terakhir di Pegadaian Championship musim ini berakhir imbang, yaitu 1-1 pada 24 Januari 2026 dan 0-0 pada 1 November 2025. Namun, PSS Sleman bertekad untuk memutus tren tersebut dan mengkudeta puncak klasemen di kandang sendiri.
Gelandang Persipura, Gunansar Mandowen, menegaskan kesiapan mental rekan-rekannya. “Kami semua sangat siap untuk pertandingan melawan Sleman. Dua pertandingan terakhir kami melawan mereka hasilnya sangat bagus dan mereka juga punya kerangka tim serta pemain yang baik. Kami datang ke sini bukan untuk sekadar jalan-jalan, tetapi kami ingin mengambil poin agar memperjarak posisi klasemen kita,” tegas Gunansar.
Bagi PSS Sleman, kemenangan di laga ini sangat vital untuk menjaga peluang promosi ke Liga 1 setelah terdegradasi pada musim 2024-2025. Sementara Persipura juga berjuang keras untuk kembali ke kasta tertinggi setelah musim sebelumnya nyaris terperosok ke Liga 3.
Kondisi Pemain PSS Sleman
Manajer PSS Sleman, Kim Jeffrey Kurniawan, mengonfirmasi bahwa mayoritas penggawa Super Elja dalam kondisi bugar dan siap bersaing. Hanya dua pemain yang masih dalam penanganan cedera, yakni Cleberson yang menjalani rehabilitasi intensif dan Ferrel Arda Santoso yang baru saja menjalani operasi lutut. Sementara itu, Frédéric Injaï dinyatakan siap tempur setelah tidak ada keluhan berlebihan pasca-pertandingan sebelumnya.
Selain fokus di lapangan, manajemen Persipura juga gencar membenahi aspek finansial klub dengan mencari sponsor baru dan mengembangkan sumber pemasukan alternatif seperti penjualan jersey, e-tiket, serta fasilitas bisnis seperti kafe dan toko resmi.