Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah telah memasuki pertengahan, membawa umat Muslim pada momentum introspeksi dan peningkatan ibadah. Di tengah hiruk pikuk kehidupan, puasa Ramadan hadir sebagai benteng pertahanan spiritual yang kokoh, melindungi diri dari berbagai godaan dan tipu daya setan. Tahun ini, Ramadan diperkirakan dimulai sekitar 17-19 Februari 2026 dan akan berakhir pada 18-20 Maret 2026, bergantung pada hasil rukyatul hilal.
Puasa: Lebih dari Sekadar Menahan Lapar dan Dahaga
Ibadah puasa, sebagaimana difirmankan Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 183, diwajibkan “agar kamu bertakwa”. Ayat ini menegaskan tujuan fundamental puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, melainkan membentuk pribadi yang bertakwa, yaitu mereka yang senantiasa menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Lebih jauh, Rasulullah SAW bersabda, “Puasa adalah perisai.” Hadis ini menggarisbawahi fungsi puasa sebagai pelindung dari perbuatan dosa, keburukan, godaan setan, dan siksa api neraka. Ustadz Salman Al Farisi, seorang dai dari Lamongan, Jawa Timur, dalam kultumnya di Masjid KH Ahmad Dahlan Pulang Pisau pada 22 Februari 2026, turut menyampaikan tujuh keutamaan puasa Ramadan berdasarkan Al-Qur’an dan hadis.
Mengekang Hawa Nafsu, Mempersempit Jalan Setan
Salah satu hikmah utama puasa adalah kemampuannya mengekang hawa nafsu. Dengan menahan diri dari keinginan yang sejatinya halal di luar waktu puasa, seperti makan, minum, dan hubungan suami istri, seseorang melatih pengendalian diri yang krusial dalam kehidupan sehari-hari. Para ulama menjelaskan bahwa puasa dapat mempersempit aliran darah yang merupakan jalur setan dalam merasuki tubuh manusia. Ketika jalur setan menyempit, syahwat dan sifat buruk pun dapat teratasi.
Meskipun pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu selama Ramadan, godaan tidak serta-merta hilang sepenuhnya. Dr. Adi Mansah, Kepala Bidang Penerapan Kampus Islami LPP-AIK Universitas Muhammadiyah Jakarta, menjelaskan bahwa makna “terbelenggu” bisa berarti setan benar-benar diikat atau merujuk pada terbatasnya sifat setan dalam menjerumuskan manusia. Namun, ia mengingatkan bahwa tidak semua setan terikat, dan hawa nafsu manusia tetap menjadi tantangan.
Keutamaan Puasa: Dari Pengampunan hingga Surga Ar-Rayyan
Bulan Ramadan adalah ladang pahala yang berlipat ganda. Puasa menawarkan beragam keutamaan bagi umat Muslim yang menjalankannya dengan ikhlas:
- Pembentuk Ketakwaan: Puasa menjadikan seorang Muslim pribadi yang bertakwa.
- Penghapus Dosa: “Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu,” sabda Rasulullah SAW.
- Pintu Surga Ar-Rayyan: Allah SWT menyediakan pintu khusus di surga bagi orang-orang yang berpuasa, yaitu pintu Ar-Rayyan.
- Syafaat di Hari Kiamat: Puasa dan Al-Qur’an akan memberi syafaat kepada seorang hamba di hari kiamat.
- Doa Mustajab: Doa orang yang berpuasa termasuk doa yang mustajab, terutama saat menjelang berbuka.
- Melatih Kesabaran dan Empati: Puasa melatih kesabaran, pengendalian diri, dan menumbuhkan empati terhadap mereka yang kurang beruntung.
- Penyucian Jiwa: Ustad Mursidin Habibullah pada 26 Februari 2026 di Sintang menjelaskan bahwa puasa membersihkan jiwa dan menumbuhkan rasa muraqabah, yakni kesadaran bahwa Allah SWT senantiasa mengawasi setiap perbuatan manusia.
Namun, puasa tidak hanya sebatas menahan diri dari makan dan minum. Rasulullah SAW mengingatkan, “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” Ini menekankan pentingnya menjaga lisan dari dusta, ghibah, dan perbuatan sia-sia lainnya agar puasa benar-benar menjadi perisai yang sempurna.
Ramadan sebagai Madrasah Ketakwaan
Dengan segala keutamaannya, Ramadan menjadi madrasah ketakwaan, sebuah sekolah spiritual yang mendidik umat Muslim untuk meningkatkan kualitas diri. Persiapan menyambut Ramadan pun tidak hanya fisik, tetapi juga jiwa dan keilmuan, seperti yang dianjurkan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kapanewon Kalasan pada 30 Januari 2026. Melalui puasa, umat Muslim diajak untuk memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, serta menjaga akhlak dan lisan, demi meraih keselamatan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat.