Dubai diguncang oleh serangkaian insiden pada akhir Februari hingga awal Maret 2026, ketika puing-puing dari drone Iran yang berhasil dicegat menyebabkan kebakaran kecil pada fasad luar hotel bintang lima Burj Al Arab. Kejadian ini merupakan bagian dari gelombang serangan rudal dan drone yang dilancarkan Iran ke Uni Emirat Arab (UEA) dan negara-negara Teluk lainnya, sebagai respons atas serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Teheran.
Kantor Media Dubai mengonfirmasi insiden di Burj Al Arab, salah satu ikon kemewahan kota tersebut. Mereka menyatakan, “Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa sebuah drone dicegat, dan puing-puingnya menyebabkan kebakaran kecil di fasad luar Burj Al Arab. Tim Pertahanan Sipil segera merespons dan mengendalikan insiden tersebut. Tidak ada laporan korban luka.” Hotel setinggi 321 meter dengan 60 lantai yang berdiri di pulau buatan ini menjadi simbol yang mencolok dari ketegangan regional yang meningkat.
Selain Burj Al Arab, Bandara Internasional Dubai (DXB), salah satu bandara tersibuk di dunia untuk lalu lintas internasional, juga turut terdampak. Otoritas Bandara Dubai mengonfirmasi adanya insiden yang menyebabkan kerusakan ringan pada salah satu ruang tunggu bandara. Empat staf bandara dilaporkan mengalami cedera dan telah menerima perawatan medis segera. Akibat insiden ini, operasional penerbangan di DXB sempat ditangguhkan, menyebabkan gangguan signifikan bagi ribuan penumpang.
Serangan Iran tidak hanya menargetkan Dubai. Uni Emirat Arab melaporkan bahwa total 137 rudal dan 209 drone ditembakkan ke wilayahnya, meskipun sebagian besar berhasil dicegat oleh sistem pertahanan. Di area Palm Jumeirah, Hotel Fairmont juga dilaporkan terkena dampak, dengan video di media sosial menunjukkan kebakaran dan empat orang terluka. Sementara itu, di Abu Dhabi, serangan drone menghantam Bandara Internasional Zayed, menewaskan satu warga negara Asia dan melukai tujuh orang lainnya. Negara-negara Teluk lainnya seperti Qatar dan Kuwait juga menjadi sasaran serangan, dengan Qatar melaporkan delapan korban luka dan Kuwait mengalami kerusakan signifikan pada landasan pacu pangkalan udaranya.
Kementerian Pertahanan UEA menegaskan kesiapsiagaan tinggi dalam menghadapi ancaman. “Kementerian menyatakan bahwa pihaknya berada dalam keadaan siaga tinggi dan siap menghadapi ancaman apa pun, dan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menghadapi dengan tegas segala sesuatu yang menargetkan gangguan terhadap keamanan dan stabilitas negara, serta menegaskan bahwa keselamatan warga negara, penduduk, dan pengunjung merupakan prioritas utama yang tidak dapat dikompromikan,” demikian pernyataan kementerian. Insiden ini telah merusak reputasi Dubai sebagai pusat bisnis dan pariwisata yang stabil di Timur Tengah, memicu kekhawatiran di kalangan investor dan wisatawan.