Wacana transfer gelandang Newcastle United, Sandro Tonali, ke Arsenal kembali menjadi sorotan. Namun, mantan pemain The Gunners, Anders Limpar, secara tegas meragukan kemampuan Tonali untuk meningkatkan kekuatan lini tengah Mikel Arteta. Limpar bahkan menyebut gelandang Arsenal saat ini, Christian Nørgaard, lebih unggul dalam persaingan ketat di Emirates Stadium.
Pernyataan Limpar ini muncul di tengah rumor yang mengaitkan Tonali dengan kepindahan ke Arsenal pada jendela transfer Januari 2026, di mana seorang perantara dilaporkan menawarkannya kepada klub London Utara tersebut. Newcastle United sendiri dikabarkan mematok harga fantastis, mencapai £100 juta, untuk pemain Italia tersebut.
Perjalanan Tonali Pasca-Sanksi dan Ketertarikan Juventus
Sandro Tonali telah kembali ke lapangan hijau setelah menjalani larangan bermain selama 10 bulan akibat pelanggaran aturan taruhan di Italia, yang berakhir pada 28 Agustus 2024. Ia juga menerima larangan dua bulan yang ditangguhkan dari FA atas 50 pelanggaran serupa setelah bergabung dengan Newcastle, yang berarti ia tetap bisa bermain sejak akhir Agustus 2024. Sejak kembali, Tonali disebut-sebut sebagai “anggota yang hampir tak tergantikan” di tim utama Eddie Howe. Ia bahkan turut membantu Newcastle finis di posisi kelima Liga Primer musim 2024-25, mengamankan tiket Liga Champions.
Tonali menunjukkan loyalitasnya dengan menandatangani perpanjangan kontrak bersama Newcastle selama masa hukumannya, yang kini berlaku hingga 2029 dengan opsi perpanjangan satu tahun. Meskipun demikian, Juventus dilaporkan sangat tertarik untuk memboyongnya pada musim panas 2026, terutama jika Newcastle gagal lolos ke Liga Champions. Tonali sendiri telah menegaskan kebahagiaannya di Newcastle dan memiliki hubungan baik dengan pelatih Eddie Howe, menepis rumor keretakan. Ia juga merasa memiliki “utang moral” kepada klub atas dukungan yang diberikan selama masa sulitnya.
Nasib Christian Nørgaard di Arsenal
Di sisi lain, Christian Nørgaard, yang menjadi perbandingan Limpar, bergabung dengan Arsenal dari Brentford pada Juli 2025. Pada musim terakhirnya bersama Brentford, ia tampil dalam 35 pertandingan dan mencetak lima gol, termasuk gol penyeimbang di menit-menit akhir melawan Manchester City. Namun, di Arsenal, Nørgaard dilaporkan merasa “tidak betah” karena minimnya waktu bermain dan mempertimbangkan untuk hengkang. Ia hanya memainkan peran minor, tanpa menit bermain di Liga Primer musim 2025/2026 hingga Oktober 2025, dan hanya menjadi starter di Piala Liga.
Limpar, dalam komentarnya, mengakui kualitas Nørgaard sebagai pemain “luar biasa”, namun ia juga memahami mengapa Nørgaard tidak bermain secara reguler. “Saya tidak yakin Sandro Tonali bisa menambah apa pun ke lini tengah,” kata Limpar kepada SpilXperten. “Kami punya Zubimendi, Declan Rice, dan bahkan Merino yang akan kembali. Kami juga punya Nørgaard yang luar biasa. Haruskah mereka menghabiskan uang untuk pemain seperti Tonali? Menurut saya, kami tidak seharusnya membelinya.”
Strategi Transfer dan Lini Tengah Arsenal
Arsenal saat ini memiliki lini tengah yang solid dengan Declan Rice dan Martin Zubimendi sebagai pilihan utama yang tampil “luar biasa”. Fabrizio Romano, jurnalis transfer terkemuka, mengonfirmasi bahwa Arsenal “pasti” akan merekrut gelandang baru pada musim panas 2026 sebagai salah satu prioritas utama mereka. Selain gelandang, The Gunners juga mencari bek kanan muda dan pemain sayap baru. Beberapa nama gelandang lain yang dikaitkan dengan Arsenal antara lain Rodrigo Mendoza, Kenan Yıldız, Breno Bidon, Alberto Moleiro, dan Leon Goretzka.
Dengan persaingan ketat di lini tengah dan prioritas transfer yang jelas, keputusan Arsenal terkait Sandro Tonali akan menjadi menarik. Meskipun Tonali telah menunjukkan performa impresif pasca-sanksi dan memiliki nilai pasar yang tinggi, keraguan dari pengamat seperti Limpar, ditambah dengan situasi Nørgaard yang kesulitan menit bermain, mengindikasikan bahwa Arsenal mungkin akan mencari profil pemain yang berbeda untuk memperkuat skuad mereka.