Doha, Qatar – Sistem pertahanan udara Qatar berhasil mencegat sejumlah rudal yang diluncurkan oleh Iran pada Sabtu (28/2/2026) dini hari. Insiden ini terjadi di tengah memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah, menyusul operasi militer gabungan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Menurut laporan dari berbagai sumber, rudal-rudal Iran tersebut berhasil dihancurkan oleh sistem pertahanan Patriot buatan AS yang dioperasikan oleh Qatar. Kementerian Pertahanan Qatar mengonfirmasi insiden ini, menyatakan bahwa intersepsi dilakukan di dekat Pangkalan Udara Al Udeid, fasilitas militer AS terbesar di kawasan Teluk. Meskipun ledakan sempat terdengar di ibu kota Doha, Kementerian Dalam Negeri Qatar memastikan tidak ada kerusakan signifikan yang terjadi akibat serangan tersebut.
Eskalasi terbaru ini bermula setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara gabungan ke berbagai kota di Iran, termasuk Teheran, Isfahan, Qom, Karaj, dan Kermanshah, pada hari yang sama. Operasi militer tersebut, yang diberi nama sandi “Operation Epic Fury” oleh AS dan “Roaring Lion” oleh Israel, menargetkan sekitar 30 sasaran di Iran, termasuk fasilitas intelijen dan area kepresidenan.
Sebagai respons, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim telah meluncurkan rudal dan drone sebagai balasan. Selain Israel, Iran juga menargetkan pangkalan militer AS di beberapa negara Teluk lainnya, seperti Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Kuwait. Iran menegaskan bahwa tindakan ini merupakan respons terhadap “agresi musuh yang bermusuhan dan kriminal” serta pelanggaran hukum internasional, dengan menyatakan bahwa semua aset dan kepentingan AS serta Israel di Timur Tengah menjadi target yang sah.
Menyikapi situasi yang memanas, Otoritas Penerbangan Sipil Qatar mengumumkan penangguhan sementara semua navigasi udara di negaranya. Pihak berwenang Qatar juga mengimbau warganya untuk tetap berada di rumah dan menjauhi fasilitas militer. Kedutaan Besar AS di Qatar turut mengeluarkan peringatan ancaman, mendesak warga negaranya untuk mencari tempat aman.
Insiden serupa pernah terjadi pada Juni 2025, ketika Iran meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid menyusul serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran. Kala itu, Qatar mengecam keras serangan tersebut sebagai “pelanggaran terang-terangan” terhadap kedaulatan wilayah udaranya.