Raih Keutamaan Ramadan: Panduan Lengkap Salat Tarawih Berjamaah dan Sendirian di Rumah

Author Image

Hodak

21 Februari 2026

Trending Image 1771664672

Bulan suci kembali menyapa umat Islam di seluruh dunia, membawa serta beragam amalan istimewa yang penuh berkah. Salah satu ibadah sunah yang sangat dinantikan adalah , salat malam yang hanya dilaksanakan selama Ramadan. Ibadah ini menjadi momentum spiritual untuk meningkatkan ketakwaan, memperbanyak pahala, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Salat Tarawih memiliki hukum sunah muakkadah, artinya sangat dianjurkan dan hampir tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW. Keutamaan salat Tarawih begitu besar, salah satunya adalah pengampunan dosa-dosa yang telah lalu bagi mereka yang melaksanakannya dengan penuh keimanan dan keikhlasan.

Waktu Pelaksanaan dan Jumlah Rakaat Salat Tarawih

Salat Tarawih dilaksanakan pada malam hari selama bulan Ramadan, dimulai setelah salat Isya hingga sebelum waktu Subuh. Di Indonesia, salat Tarawih berjamaah umumnya dimulai sekitar pukul 19.30 WIB atau setelah rangkaian salat Isya selesai di masjid atau musala, meskipun waktu ini dapat bervariasi tergantung jadwal azan Isya di masing-masing daerah.

Mengenai jumlah rakaat, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama, namun praktik yang umum diikuti di Indonesia adalah 8 rakaat atau 20 rakaat, yang kemudian ditutup dengan 3 rakaat salat Witir. Perbedaan ini merupakan hal yang wajar dan memiliki dasar masing-masing dalam tradisi keilmuan Islam, sehingga umat Muslim dapat menyesuaikan sesuai kemampuan dan kebiasaan setempat.

Fleksibilitas Salat Tarawih: Berjamaah atau Sendirian di Rumah

Meskipun lebih utama dilaksanakan secara berjamaah di masjid untuk syiar Islam dan pahala yang berlipat, salat Tarawih juga boleh dan sah dilakukan secara mandiri atau munfarid di rumah. Fleksibilitas ini sangat membantu bagi mereka yang memiliki keterbatasan, uzur syar’i seperti sakit, merawat bayi, kelelahan kerja, atau kondisi cuaca ekstrem.

Imam An-Nawawi, seorang ulama besar Mazhab Syafi’i, menjelaskan bahwa salat Tarawih adalah sunah yang boleh dikerjakan sendirian atau berjamaah. Oleh karena itu, tidak perlu merasa ragu atau malu jika harus melaksanakan Tarawih sendiri di rumah.

Niat Salat Tarawih

Niat merupakan unsur penting dalam ibadah. Niat diucapkan dalam hati sebelum takbiratul ihram. Berikut adalah bacaan Tarawih:

  • Niat Salat Tarawih Berjamaah (Sebagai Imam):
    اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى
    Ushalli sunnatat Tarawihi rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa’an imaman lillahi ta’ala.
    Artinya: “Aku niat salat sunah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah Ta’ala.”
  • Niat Salat Tarawih Berjamaah (Sebagai Makmum):
    اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى
    Ushalli sunnatat Tarawihi rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa’an makmuman lillahi ta’ala.
    Artinya: “Aku niat salat sunah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”
  • Niat Salat Tarawih Sendirian di Rumah:
    اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً ِللهِ تَعَالَى
    Ushalli sunnatat Tarawihi rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa’an lillahi ta’ala.
    Artinya: “Aku niat salat sunah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Pelaksanaan Salat Tarawih

Pelaksanaan salat Tarawih pada dasarnya sama dengan salat sunah dua rakaat pada umumnya, dilakukan dengan salam setiap dua rakaat. Berikut adalah langkah-langkahnya:

  1. Membaca Niat: Niat diucapkan dalam hati saat takbiratul ihram.
  2. Takbiratul Ihram: Mengucap “Allahu Akbar” sambil mengangkat kedua tangan.
  3. Membaca Surat Al-Fatihah: Dilanjutkan dengan membaca salah satu surat pendek Al-Qur’an.
  4. Rukuk: Membungkuk dengan tuma’ninah.
  5. I’tidal: Bangkit dari rukuk.
  6. Sujud Pertama: Sujud dengan tujuh anggota tubuh menyentuh lantai.
  7. Duduk di Antara Dua Sujud: Duduk sejenak.
  8. Sujud Kedua: Kembali sujud.
  9. Berdiri untuk Rakaat Kedua: Melakukan gerakan yang sama seperti rakaat pertama.
  10. Tasyahud Akhir: Duduk tasyahud pada rakaat kedua.
  11. Salam: Mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri.

Ulangi langkah-langkah di atas hingga jumlah rakaat Tarawih yang diinginkan (misalnya 8 atau 20 rakaat) terpenuhi. Setelah selesai Tarawih, sangat dianjurkan untuk menutupnya dengan salat Witir, yang umumnya berjumlah 3 rakaat.

Dengan memahami niat dan tata cara yang benar, umat Islam dapat menjalankan ibadah Salat Tarawih dengan lebih khusyuk dan tenang, baik di masjid maupun di rumah, demi meraih ampunan dan keberkahan di bulan Ramadan yang mulia ini.