Bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah telah resmi dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026, berdasarkan ketetapan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) setelah Sidang Isbat yang digelar pada 17 Februari 2026. Penetapan ini menjadi pedoman bagi umat Islam di seluruh Indonesia untuk memulai ibadah puasa, meskipun Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah mengumumkan awal Ramadhan pada Rabu, 18 Februari 2026. Ramadhan selalu menjadi momentum istimewa yang dinanti, di mana umat Muslim berkesempatan melipatgandakan amal kebaikan dan memanjatkan doa-doa yang diyakini lebih mudah dikabulkan.
Keutamaan Doa di Bulan Ramadhan: Senjata Umat Mukmin
Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan anugerah agung yang membuka lebar pintu-pintu langit untuk menerima permohonan hamba-Nya. Doa bahkan disebut sebagai inti dari ibadah (Addu’a mukhul ‘Ibadah) dan menjadi senjata bagi orang-orang mukmin dalam menghadapi segala urusan dunia maupun akhirat. Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka setiap hari di bulan Ramadhan, dan setiap doa Muslim akan dikabulkan. Dengan hati yang tulus dan penuh keyakinan, setiap doa yang dipanjatkan memiliki peluang besar untuk diijabah oleh Allah SWT.
Waktu-Waktu Mustajab untuk Memanjatkan Doa
Sepanjang bulan Ramadhan, terdapat beberapa waktu khusus yang dianggap paling mustajab untuk berdoa, memberikan kesempatan emas bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
1. Saat Sahur: Momen Penuh Berkah di Sepertiga Malam Terakhir
Sahur seringkali dipandang hanya sebagai aktivitas makan dini hari untuk bekal berpuasa. Namun, lebih dari itu, waktu sahur, terutama pada sepertiga malam terakhir (sekitar pukul 00.00 hingga 03.00), adalah momen sakral yang penuh keberkahan dan sangat mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda bahwa pada sepertiga malam terakhir, Allah turun ke langit dunia dan berfirman, “Barang siapa yang berdoa kepada-Ku, Aku akan perkenankan, barang siapa yang meminta kepada-Ku, Aku akan berikan, dan barang siapa yang memohon keampunan, Aku akan mengampuninya.” Meskipun tidak ada doa khusus yang diwajibkan saat sahur, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak istighfar dan doa pribadi. Doa umum sebelum makan, seperti “Allahumma barik lana fima razaqtana wa qina ‘adzaban nar” (Ya Allah, berkahilah kami pada apa yang Engkau telah rezekikan kepada kami dan lindungilah kami dari azab neraka), juga dapat dipanjatkan. Ada pula doa khusus sahur yang diriwayatkan, yaitu “Yarhamullâhul mutasahhirîn” (Semoga Allah menurunkan rahmat-Nya bagi mereka yang bersahur).
2. Sepanjang Hari Berpuasa: Doa yang Tak Tertolak
Sepanjang hari berpuasa juga merupakan waktu mustajab untuk berdoa. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda, “Tiga doa yang tidak akan ditolak: doa seorang yang berpuasa sehingga dia berbuka, doa pemimpin yang adil, dan doa orang yang dizalimi.” Ini berarti setiap detik dalam keadaan berpuasa adalah peluang untuk berdoa dan memohon pertolongan serta keberkatan dari Allah SWT.
3. Saat Berbuka Puasa: Detik-detik Pengabulan
Saat berbuka puasa bukan hanya waktu untuk menikmati hidangan setelah seharian berpuasa, tetapi juga detik yang mustajab untuk berdoa. Doa yang paling shahih dan dianjurkan dibaca saat berbuka adalah “Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insyaa Allah” (Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala tetap, insyaallah). Doa ini dianjurkan dibaca ketika berbuka dengan air. Ada juga doa lain yang populer, “Allaahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birahmatika yaa arhamar-roohimiina” (Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Penyayang di antara para penyayang).
4. Malam Lailatul Qadar: Lebih Baik dari Seribu Bulan
Puncak dari kemuliaan Ramadhan adalah Malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Pada malam yang penuh berkah ini, para malaikat turun ke bumi dan doa-doa diyakini akan dikabulkan. Rasulullah SAW menganjurkan umat Muslim untuk memperbanyak membaca doa khusus Lailatul Qadar, yaitu “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni” (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan mencintai ampunan, maka maafkanlah aku).
5. Waktu Lain yang Dianjurkan
Selain waktu-waktu utama di atas, beberapa momen lain juga dianggap mustajab untuk berdoa, di antaranya adalah di antara azan dan iqamah, saat sujud terakhir dalam salat, ketika hujan turun, serta setelah salat Ashar di hari Jumat.
Niat Puasa: Fondasi Ibadah yang Sah
Niat merupakan rukun utama dalam ibadah puasa yang membedakan antara ibadah dan kebiasaan menahan lapar biasa. Dalam mazhab Syafi’i, yang dianut mayoritas Muslim di Indonesia, niat puasa Ramadhan wajib dilakukan setiap malam sebelum terbit fajar. Lafal niat puasa Ramadhan yang umum diamalkan adalah: “Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i fardhi syahri Ramadhaana haadzihis sanati lillahi ta’ala” (Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala).
Seruan MUI untuk Ramadhan 1447 H: Perkuat Iman dan Solidaritas
Menyambut Ramadhan 1447 H, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan Taushiyah pada 17 Februari 2026, yang bertujuan menjadi panduan bagi umat Islam untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan kepedulian sosial. Ketua Umum MUI, KH Anwar Iskandar, menekankan pentingnya Ramadhan sebagai momentum transformasi spiritual. MUI mengimbau umat untuk memakmurkan masjid dengan berbagai kegiatan ibadah, menghindari kemaksiatan, serta mendorong solidaritas global. Secara khusus, MUI mengajak seluruh umat Islam dan pengurus masjid untuk menghidupkan doa Qunut Nazilah di setiap kesempatan ibadah selama bulan suci, sebagai bentuk dukungan moral bagi rakyat Palestina yang menghadapi konflik.
Dengan memahami keutamaan dan waktu-waktu mustajab berdoa, serta meluruskan niat, umat Islam diharapkan dapat menjalani Ramadhan 1447 H ini dengan penuh kekhusyukan dan meraih keberkahan yang melimpah. Semoga setiap doa yang terucap di bulan suci ini dikabulkan dan membawa kebaikan dalam hidup kita.