Musim kompetisi BRI Liga 1 2025/2026 menjadi panggung yang semakin ramai bagi para pemain naturalisasi Timnas Indonesia. Gelombang kepindahan pemain diaspora dari liga-liga luar negeri ke Tanah Air menghadirkan dinamika baru dalam persaingan sepak bola nasional. Fenomena ini memicu perdebatan, antara harapan peningkatan kualitas liga dan kekhawatiran terhadap pembinaan pemain lokal.
Di bawah arahan pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman, yang akan melakoni debutnya di FIFA Series 2026 pada akhir Maret mendatang, performa para pemain naturalisasi di level klub menjadi sorotan utama. Beberapa nama berhasil menunjukkan kontribusi signifikan, sementara yang lain masih berjuang keras untuk menemukan performa terbaiknya.
Jordi Amat dan Thom Haye Jadi Pilar Utama
Di lini pertahanan, Jordi Amat langsung menjelma menjadi tembok kokoh bagi Persija Jakarta sejak bergabung di awal musim 2025/2026 dari Johor Darul Ta’zim (JDT). Bek berpengalaman ini kerap berduet dengan Rizky Ridho dan telah mencatatkan 17 penampilan dengan sumbangan dua gol, membantu Macan Kemayoran bersaing di jalur juara. Kontraknya bersama Persija berdurasi dua musim dengan opsi perpanjangan.
Tak kalah impresif, Thom Haye yang dijuluki “The Professor” menjadi motor serangan Persib Bandung. Gelandang yang didatangkan dari Almere City ini telah tampil dalam 18 pertandingan di semua kompetisi (16 di liga) dengan torehan satu gol dan empat assist. Kontribusinya membawa Persib memuncaki klasemen BRI Liga 1 dan melaju ke babak gugur AFC Champions League Two. Rekan setimnya di Persib, Eliano Reijnders, juga menunjukkan performa menjanjikan dengan 13 penampilan liga dan 6 laga di AFC Champions League Two, sementara Marc Klok tetap menjadi gelandang vital dengan 14 penampilan liga.
Persija Jakarta juga menambah kekuatan di putaran kedua dengan merekrut Shayne Pattynama dari Buriram United. Bek kiri ini menandatangani kontrak 2,5 musim dan diharapkan membawa pengalaman internasional ke lini belakang Persija. Shayne Pattynama sendiri mengaku tak sabar menantikan laga derbi klasik Persija melawan Persib.
Rafael Struick Masih Berjuang di Dewa United
Berbeda dengan beberapa rekannya, penyerang muda Rafael Struick masih mencari sentuhan terbaiknya bersama Dewa United FC. Bergabung dari Brisbane Roar pada 16 Juli 2025, Struick kesulitan menembus skuad utama. Dari 10 penampilan di Liga 1 musim 2025/2026, sebagian besar sebagai pemain pengganti, ia baru mengumpulkan 325-328 menit bermain tanpa mencetak gol maupun assist. Akurasi tembakannya tercatat hanya 25 persen. Ia juga telah mengoleksi satu kartu kuning dan satu kartu merah di liga.
Meskipun demikian, Struick menunjukkan performa lebih baik di AFC Challenge League dengan satu gol dan satu assist dari tiga penampilan (67 menit). Namun, performa yang dianggap “melempem” di liga domestik membuat peluangnya dipanggil John Herdman untuk FIFA Series 2026 dipertanyakan. Pertandingan selanjutnya bagi Rafael Struick bersama Dewa United FC adalah melawan Borneo Samarinda pada 22 Februari 2026.
Pemain naturalisasi lain yang juga merumput di BRI Liga 1 antara lain Ivar Jenner (Dewa United), Jens Raven (Bali United), Ezra Walian (Persik Kediri), Stefano Lilipaly (Dewa United), dan Diego Michiels (Borneo FC). Ezra Walian, misalnya, tampil produktif dengan enam gol dan delapan assist dari 19 penampilan musim ini, menjadikannya kandidat kuat untuk kembali ke Timnas Indonesia setelah empat tahun absen.
Proses Naturalisasi Baru dan Pemain yang Bertahan di Eropa
Tren naturalisasi juga terus berlanjut dengan tiga nama baru yang sedang dalam proses menjadi Warga Negara Indonesia (WNI): Ciro Alves (Malut United FC), David da Silva (Malut United FC), dan Jordy Wehrmann (Madura United). Ciro Alves mengajukan permohonan pada awal Desember 2025, disusul David da Silva sebulan kemudian. Ketiganya dinilai memiliki kualitas dan pengalaman mentereng di Liga 1, berpotensi memperkuat skuad Garuda di bawah John Herdman.
Di sisi lain, beberapa pemain naturalisasi memilih untuk tetap berkarier di luar negeri demi menjaga level kompetitif. Ole Romeny (Oxford United), Sandy Walsh (Buriram United), Miliano Jonathans (SBV Excelsior), dan Nathan Tjoe-A-On (Willem II) adalah contoh pemain yang menolak tawaran dari klub lokal dan memilih bertahan di Eropa atau liga asing lainnya. Sandy Walsh, misalnya, masih menjadi bagian dari skuad utama Buriram United untuk musim berjalan.
PSSI dan Pembinaan Lokal
Kepala Pemandu Bakat PSSI, Simon Tahamata, menyoroti pentingnya pembinaan pemain lokal di tengah maraknya naturalisasi. “Indonesia ini besar, bakatnya banyak. Naturalisasi itu campuran, tapi jangan lupa pembinaan lokal,” ujarnya. Ia menekankan bahwa masa depan Timnas Indonesia sangat bergantung pada kualitas pembinaan usia dini yang konsisten. Pelatih John Herdman sendiri menunjukkan keseriusannya dengan memantau langsung pertandingan BRI Liga 1 dan bahkan kompetisi Championship 2025/2026 untuk mencari talenta lokal potensial.