Ratusan Pemimpin Industri Maritim Bahas Pengiriman Cerdas di Shanghai

, Jumat (20/3/2026) – Lebih dari 400 pemimpin dan pakar global berkumpul di Shanghai pada Rabu lalu dalam sebuah konferensi bertajuk “Digital Waves, Smart Trades” untuk membahas masa depan pengiriman cerdas. Pertemuan ini menggarisbawahi pentingnya teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan (AI) dalam menyederhanakan data pengiriman, menstandardisasi regulasi, dan mendorong pertumbuhan rendah karbon di sektor maritim.

Para ahli di forum tersebut menekankan bahwa “pengiriman cerdas” bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan untuk membangun masa depan perdagangan global yang tangguh dan efisien, terutama di tengah ketidakpastian yang dihadapi industri pelayaran global. Direktur Dewan dan Presiden COSCO Shipping, Zhu Bixin, menyoroti perlunya penetapan standar umum untuk mengatasi hambatan data dan memungkinkan aliran informasi yang bebas. Menurutnya, upaya kolaboratif dalam aturan ini akan menciptakan fondasi yang aman dan efisien untuk pengiriman digital, sekaligus membantu meningkatkan sistem global secara keseluruhan.

Pengiriman cerdas mencakup integrasi teknologi seperti AI, Internet of Things (IoT), data besar, dan otomatisasi untuk meningkatkan efisiensi operasional, keselamatan, dan keberlanjutan. Teknologi ini memungkinkan pemantauan kargo secara real-time, pemeliharaan prediktif, dan optimalisasi rute, yang semuanya berkontribusi pada pengurangan biaya dan jejak karbon.

Peran Shanghai sebagai pusat maritim global semakin diperkuat dengan serangkaian acara penting. Selain konferensi “Digital Waves, Smart Trades”, kota ini juga menjadi tuan rumah Marintec China 2025 pada Desember tahun lalu, yang merupakan pameran maritim terbesar dan paling berpengaruh di dunia, dengan lebih dari 2.200 peserta pameran dari 40 lebih negara. Shanghai juga akan menjadi lokasi KTT Tahunan Global Maritime Forum 2026 pada 21-22 Oktober mendatang, menandai pertama kalinya acara tersebut diadakan di daratan .

Tiongkok sendiri telah menunjukkan kepemimpinan yang signifikan dalam pengembangan pengiriman cerdas. Negara ini mencatat perkembangan pesat dalam pelayaran cerdas, dengan beberapa teknologi kunci seperti persepsi dan pengambilan keputusan kapal yang memimpin secara global. Tiongkok juga menjadi pemimpin dunia dalam terminal peti kemas otomatis yang beroperasi maupun sedang dibangun, dengan 60 terminal otomatis yang telah beroperasi dan 29 terminal curah kering otomatis. Pada tahun 2024, volume pengiriman maritim internasional Tiongkok mendekati sepertiga dari total angkutan laut global, mengukuhkan perannya sebagai “jangkar” dalam pelayaran internasional.

Inisiatif Tiongkok juga mencakup transformasi hijau. Pada Hari Maritim Nasional ke-20 pada 11 Juli 2025, Tiongkok merilis proposal yang menekankan pentingnya bergerak menuju pengiriman maritim yang hijau, cerdas, dan terbuka. Ini termasuk pengembangan pelabuhan hijau, kapal hijau, dan rute pelayaran hijau, serta sistem pasokan energi bersih. Contohnya, kapal pengangkut mobil dual-fuel PV-LNG Yuan Hai Kou dan kapal bertenaga amonia murni Anhui telah menunjukkan komitmen Tiongkok terhadap dekarbonisasi.

Meskipun demikian, implementasi pengiriman cerdas tidak lepas dari tantangan. Isu-isu seperti tata kelola data, kepemilikan data, keamanan siber, dan integrasi sistem yang terfragmentasi masih menjadi perhatian. Namun, dengan kolaborasi yang kuat antara produsen peralatan asli (OEM), operator, pelabuhan, penyedia bahan bakar, dan regulator, industri maritim global optimis dapat mengatasi hambatan ini dan mewujudkan masa depan yang lebih cerdas dan berkelanjutan.