Derbi paling panas di Andalusia, ‘El Gran Derbi’ antara Real Betis dan Sevilla FC, akan kembali tersaji pada Minggu, 1 Maret 2026. Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiga poin biasa, melainkan sebuah kesempatan emas bagi Real Betis untuk mengukir sejarah, meraih kemenangan ganda atas rival sekota mereka di La Liga musim 2025-2026, sekaligus mengakhiri bayang-bayang dominasi Sevilla yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Laga leg kedua musim ini akan digelar di Estadio de la Cartuja, dengan Real Betis datang membawa modal berharga. Mereka berhasil menaklukkan Sevilla 0-2 di kandang lawan, Ramón Sánchez-Pizjuán, pada pertemuan pertama 30 November 2025 lalu. Kemenangan tersebut diraih berkat gol-gol apik dari Pablo Fornals pada menit ke-54 dan Sergi Altimira di menit ke-69. Ini juga menjadi kemenangan tandang pertama Betis di markas Sevilla sejak Januari 2018.
Misi ‘Double’ yang Langka bagi Los Verdiblancos
Mencetak ‘double’ atau memenangkan kedua derbi liga dalam satu musim adalah pencapaian yang sangat langka bagi Real Betis. Sepanjang sejarah La Liga, Los Verdiblancos baru tiga kali berhasil melakukannya, jauh tertinggal dari Sevilla yang sudah sepuluh kali mencatatkan prestasi serupa. Oleh karena itu, kemenangan pada 1 Maret 2026 akan menjadi penegasan kebangkitan Betis dan potensi pergeseran kekuatan di kota Sevilla.
Secara historis, Sevilla FC memang memiliki rekor yang lebih unggul dalam ‘El Gran Derbi’. Dari total 144 pertemuan resmi, Sevilla memenangkan 66 pertandingan, sementara Betis meraih 42 kemenangan, dengan 36 laga berakhir imbang. Khusus di ajang La Liga, dari 109 pertandingan, Sevilla unggul dengan 50 kemenangan berbanding 32 kemenangan milik Betis.
Kondisi Terkini Kedua Tim
Menjelang derbi krusial ini, Real Betis berada dalam performa yang lebih menjanjikan di La Liga musim 2025-2026. Skuad asuhan Manuel Pellegrini, yang kontraknya baru diperpanjang hingga 2027, menempati posisi ke-5 klasemen sementara dengan raihan 42 poin. Sementara itu, Sevilla FC yang kini dilatih oleh Matías Almeyda, masih tertahan di peringkat ke-12 dengan koleksi 29 poin.
Pertemuan pertama musim ini pada November 2025 lalu juga diwarnai insiden. Laga sempat dihentikan sementara di menit ke-87 akibat pelemparan benda ke lapangan, dan pemain Sevilla, Isaac Romero, diganjar kartu merah. Hal ini menambah bumbu panas rivalitas yang memang sudah kental.
Lebih dari Sekadar Sepak Bola
‘El Gran Derbi’ bukan hanya tentang sepak bola, tetapi juga merefleksikan perbedaan sosial dan budaya di kota Sevilla. Real Betis, yang bermarkas di distrik Heliópolis, secara tradisional dikenal sebagai representasi kelas pekerja dan rakyat biasa. Sebaliknya, Sevilla FC, yang berbasis di kawasan bisnis Nervión, kerap diidentikkan dengan kaum borjuis dan kelas atas. Perbedaan latar belakang ini semakin mengobarkan semangat persaingan di setiap pertemuan kedua tim.
Dengan segala tensi dan sejarah yang melekat, pertandingan pada 1 Maret 2026 ini akan menjadi panggung bagi Real Betis untuk tidak hanya meraih kemenangan, tetapi juga menorehkan babak baru dalam sejarah panjang ‘El Gran Derbi’, mengakhiri penantian panjang dan membuktikan dominasi mereka di musim ini.