Persaingan di puncak klasemen La Liga 2025/2026 kembali memanas setelah Real Madrid secara tak terduga menelan kekalahan 1-2 dari Osasuna pada Minggu dini hari, 22 Februari 2026, di Stadion El Sadar. Gol dramatis di penghujung laga memastikan Los Blancos pulang tanpa poin, memberikan angin segar bagi rival abadi mereka, Barcelona, yang kini berpeluang besar merebut kembali posisi teratas.
Sebelum pertandingan ini, Real Madrid kokoh di puncak dengan 60 poin dari 24 pertandingan. Namun, hasil minor di kandang Osasuna membuat perolehan poin mereka tertahan di angka tersebut dari 25 laga. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi skuad asuhan Alvaro Arbeloa yang sebelumnya tampil dominan.
Di sisi lain, Barcelona, yang saat ini berada di posisi kedua dengan 58 poin dari 24 pertandingan, akan melakoni laga krusial melawan Levante pada Minggu malam, 22 Februari 2026, di Camp Nou. Jika berhasil meraih kemenangan, Barcelona akan mengumpulkan 61 poin dari 25 pertandingan, unggul satu angka dari Real Madrid, dan kembali menduduki singgasana klasemen.
Performa Inkonsisten Barcelona dan Sorotan Terhadap Hansi Flick
Meskipun memiliki kesempatan emas, Barcelona sendiri tengah menghadapi periode sulit. Tim asuhan Hansi Flick baru saja menelan kekalahan 1-2 dari Girona pada pekan ke-24 La Liga, 17 Februari 2026, yang membuat mereka harus merelakan posisi puncak kepada Real Madrid. Tak hanya itu, Blaugrana juga dihajar 0-4 oleh Atletico Madrid pada leg pertama semifinal Copa del Rey, menambah daftar panjang performa inkonsisten mereka musim ini.
Mantan kiper Timnas Spanyol, Santi Canizares, turut menyoroti kondisi Barcelona. Menurutnya, masalah utama tim bukan pada kualitas permainan, melainkan efektivitas dalam memanfaatkan peluang. “Ini bukan krisis; Barça menciptakan banyak peluang. Saya akan khawatir jika mereka tidak menciptakan peluang, bukan jika mereka tidak mengkonversinya. Tim ini memiliki bakat untuk memenangkan Liga Champions UEFA,” ujar Canizares kepada Marca.
Namun, Canizares juga tidak menampik adanya kelemahan di lini pertahanan. “Secara defensif, mereka tidak boleh selemah itu. Tidak normal bagi kiper mereka untuk memiliki begitu banyak pekerjaan di klub besar,” tambahnya, menggarisbawahi perlunya perbaikan di sektor belakang.
Real Madrid dan Peran Alvaro Arbeloa
Real Madrid, yang kini dilatih oleh Alvaro Arbeloa setelah Xabi Alonso digantikan pada Januari 2026, sebelumnya menunjukkan performa impresif. Mereka berhasil menggusur Barcelona dari puncak klasemen setelah melibas Real Sociedad 4-1 pada 15 Februari 2026. Namun, kekalahan dari Osasuna menjadi pengingat bahwa persaingan di La Liga masih sangat terbuka.
Di lini serang, Kylian Mbappé menjadi mesin gol utama Real Madrid, memimpin daftar top skor La Liga dengan 23 gol sejauh ini. Sementara itu, Barcelona juga memiliki penyerang-penyerang tajam seperti Ferran Torres dengan 12 gol, serta Robert Lewandowski dan Lamine Yamal yang masing-masing mengoleksi 10 gol. Lamine Yamal juga menonjol dengan 8 assist.
Untuk laga penting melawan Levante, Barcelona akan diperkuat dengan kembalinya Marcus Rashford dan Pedri yang telah pulih dari cedera. Kehadiran mereka diharapkan dapat menambah daya gedor dan kreativitas tim untuk meraih tiga poin vital.
Dengan 14 pertandingan tersisa, termasuk El Clasico yang selalu menjadi penentu, perebutan gelar La Liga 2025/2026 dipastikan akan berlangsung sengit hingga akhir musim. Setiap pertandingan kini menjadi final bagi kedua tim raksasa Spanyol ini.