Rio de Janeiro, Brasil – Stadion Maracanã menjadi saksi bisu pertarungan sengit antara Flamengo dan Lanús dalam leg kedua final Recopa Sudamericana 2026 pada Kamis malam, 26 Februari 2026 waktu setempat. Pertandingan ini menjadi penentu siapa yang berhak mengangkat trofi juara, dengan Lanús datang membawa keunggulan tipis 1-0 dari leg pertama.
Klub asal Argentina, Lanús, berhasil mencuri kemenangan di kandang sendiri, Estadio Ciudad de Lanús, pada leg pertama yang digelar 19 Februari 2026. Gol tunggal Rodrigo Castillo menjadi pembeda, memberikan keuntungan moral dan agregat bagi tim asuhan Mauricio Pellegrino.
Situasi ini menempatkan Flamengo, juara Copa Libertadores 2025, dalam tekanan besar. Tim berjuluk Mengão ini wajib menang dengan selisih minimal dua gol dalam waktu normal 90 menit untuk langsung mengamankan gelar. Apabila hanya mampu menang dengan selisih satu gol, pertandingan akan dilanjutkan ke babak adu penalti.
Pelatih Flamengo, Filipe Luís, menghadapi tantangan berat. Timnya sedang dalam periode yang kurang stabil, ditandai dengan kekalahan di Supercopa do Brasil dan hasil minor di leg pertama Recopa. Kedatangan Lucas Paquetá dari Premier League diharapkan mampu memberikan inspirasi di lini tengah, namun performa tim secara keseluruhan masih menjadi sorotan.
Salah satu pemain yang menjadi perhatian adalah gelandang serang asal Kolombia, Jorge Carrascal. Ia masuk dalam daftar susunan pemain yang diproyeksikan tampil di leg kedua ini. Pada leg pertama, Carrascal bermain penuh 90 menit, namun penampilannya sempat menuai kritik karena dianggap kurang memberikan kontribusi signifikan dalam membongkar pertahanan rapat Lanús.
Di sisi lain, Lanús, juara Copa Sudamericana 2025, tiba di Maracanã dengan kepercayaan diri tinggi. Mereka hanya membutuhkan hasil imbang untuk merayakan gelar Recopa Sudamericana pertama dalam sejarah klub. Ini akan menjadi gelar internasional keempat bagi Lanús jika berhasil. Sementara itu, Flamengo berambisi meraih gelar Recopa Sudamericana kedua mereka, setelah sukses pada edisi 2020, dan menjadikannya trofi internasional kesepuluh bagi klub raksasa Brasil tersebut.
Pertandingan final leg kedua ini dipimpin oleh wasit Gustavo Tejera dari Uruguay. Dengan dukungan penuh dari puluhan ribu suporter di Maracanã, Flamengo diharapkan mampu membalikkan keadaan dan mengukir sejarah baru di kancah sepak bola Amerika Selatan.