Petenis nomor satu dunia, Carlos Alcaraz, kembali mencuri perhatian di ajang Qatar ExxonMobil Open 2026 di Doha. Dalam laga semifinal yang sangat dinantikan melawan juara bertahan Andrey Rublev, Alcaraz menampilkan pukulan spektakuler yang dijuluki ‘hot shot’, memamerkan refleks kilat dan kecepatan luar biasa yang menjadi ciri khas permainannya.
Momen gemilang ini terjadi di Kompleks Tenis dan Squash Internasional Khalifa, Doha, tempat turnamen ATP 500 ini berlangsung. Pukulan tersebut dengan cepat menjadi viral, menggarisbawahi dominasi Alcaraz di awal musim 2026.
Perjalanan Impresif Alcaraz Menuju Semifinal
Sebelum mencapai babak semifinal pertamanya di Doha, Alcaraz telah menunjukkan performa yang tak terkalahkan sepanjang musim 2026, mencatatkan rekor sempurna 10-0. Petenis muda Spanyol ini memulai perjalanannya dengan kemenangan 6-4, 7-6(5) atas Arthur Rinderknech di babak 32 besar pada 18 Februari 2026, yang juga menandai kemenangan ke-150-nya di lapangan keras dalam tur ATP.
Langkah Alcaraz berlanjut dengan menundukkan Valentin Royer 6-2, 7-5 di babak 16 besar, meskipun sempat tertinggal 2-5 di set kedua sebelum bangkit. Ujian terberat datang di perempat final, di mana ia harus berjuang selama 2 jam 27 menit untuk mengalahkan unggulan ketujuh Karen Khachanov dengan skor 6-7(3), 6-4, 6-3. Dalam pertandingan yang intens tersebut, Alcaraz bahkan sempat meluapkan kekesalannya terhadap wasit kursi terkait peringatan pelanggaran waktu, menyatakan frustrasinya terhadap aturan ATP.
Rublev: Juara Bertahan yang Tak Terkalahkan
Di sisi lain lapangan, Andrey Rublev datang ke semifinal sebagai juara bertahan Qatar Open, setelah memenangkan gelar pada tahun 2024 dan 2025. Petenis peringkat 14 dunia ini juga tampil sangat meyakinkan, tidak kehilangan satu set pun dalam perjalanannya menuju semifinal. Rublev memperpanjang rekor tak terkalahkannya di Doha menjadi delapan pertandingan.
Rublev mengamankan tempatnya di semifinal setelah mengalahkan Stefanos Tsitsipas 6-3, 7-6(2) di perempat final, di mana ia berhasil menyelamatkan kelima break point yang dihadapinya. Kemenangan-kemenangan sebelumnya juga diraih atas Jesper de Jong dan Fabian Marozsan.
Duel Sengit Dua Bintang Lapangan Keras
Pertemuan antara Alcaraz dan Rublev di semifinal Qatar Open 2026 adalah salah satu yang paling dinantikan. Sebelum pertandingan ini, Alcaraz unggul dalam rekor head-to-head dengan 4-1 secara keseluruhan, termasuk 3-0 di lapangan keras. Salah satu pertemuan mereka sebelumnya yang menonjol adalah di ATP Finals 2024, di mana Alcaraz menang 6-3, 7-6(8) dengan memanfaatkan drop shot-nya secara efektif.
Pukulan ‘hot shot’ yang ditunjukkan Alcaraz dalam pertandingan ini menjadi bukti nyata kesiapan dan kemampuannya untuk menghadapi tekanan dari lawan sekelas Rublev. Dengan refleks yang mengagumkan dan kecepatan yang memukau, Alcaraz terus menegaskan posisinya sebagai salah satu petenis paling menarik di dunia.