RFK Jr. Puji Program Makan Siang Austin ISD, Kebijakan Vaksinnya Tuai Protes

AUSTIN – Sekretaris Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat (HHS) memuji program makan siang sekolah di Austin Independent School District () sebagai model nasional yang patut dicontoh. Kunjungan Kennedy pada Jumat, 27 Februari 2026, ke Cunningham Elementary School di Austin Selatan, Texas, merupakan bagian dari tur nasional “Take Back Your Health” yang mengampanyekan gerakan “” (MAHA) untuk mempromosikan makanan utuh dan program makan siang sekolah yang sehat.

Dalam kunjungannya, Kennedy secara langsung mengamati praktik dapur dan proses pengadaan bahan makanan di sekolah tersebut. Ia bahkan turut menyajikan brokoli kukus kepada siswa kelas tiga dan berdiskusi tentang kebiasaan makan sehat. “Sungguh fantastis. Sangat menyenangkan melihat anak-anak ini mendapatkan makanan sehat, makanan panas. Dan inilah yang perlu kita lakukan di seluruh negeri,” ujar Kennedy. Ia menambahkan, “Ketika sekolah menyajikan makanan asli, mereka mengajarkan kebiasaan sehat, mencegah penyakit terkait pola makan, dan memberikan anak-anak bahan bakar yang mereka butuhkan untuk tumbuh dan berkembang.”

Program layanan makanan Austin ISD memang dikenal inovatif, dengan fokus pada buah dan sayuran segar, pengadaan bahan baku lokal, “farm fresh”, bahan-bahan bersih, dan penghapusan pewarna makanan. Ryan Mikolaycik, Direktur Eksekutif Operasi Layanan Makanan & Gudang di Cunningham Elementary, mengungkapkan kebanggaannya atas kesempatan untuk menunjukkan bagaimana tim dapur mereka menyiapkan makanan segar dan asli setiap hari. Distrik ini menyediakan sarapan dan makan siang gratis bagi semua siswa di 76 kampusnya untuk tahun ajaran 2025-2026 melalui program Community Eligibility Provision (CEP) yang didanai federal.

Protes Orang Tua Warnai Kunjungan

Namun, kunjungan Kennedy tidak luput dari kontroversi. Di luar Cunningham Elementary, sekitar 30 orang tua dan anggota komunitas menggelar protes. Mereka menyuarakan keprihatinan mendalam atas pandangan Kennedy yang mereka sebut “sangat tidak sehat” dan kurangnya dukungan terhadap sekolah, khususnya terkait kebijakan vaksinasinya. Para pengunjuk rasa membawa spanduk yang menyoroti pandangan anti-vaksinasi Kennedy, yang menurut banyak ahli medis tidak didasarkan pada ilmu pengetahuan. Salah satu pengunjuk rasa menyatakan bahwa minat Kennedy pada nutrisi “terhalang oleh semua masalah lain yang ia bawa.”

Perombakan Kebijakan Kesehatan di Bawah RFK Jr.

Sebagai Sekretaris HHS di masa jabatan kedua Presiden Donald Trump, Robert F. Kennedy Jr. telah memimpin perombakan signifikan dalam kebijakan kesehatan AS. Pada Januari 2026, pemerintah federal merilis Pedoman Diet untuk Warga Amerika (Dietary Guidelines for Americans/DGA) yang baru untuk periode 2025-2030. Pedoman ini secara eksplisit menekankan “makanan asli” (real food), protein, lemak sehat, sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian utuh, serta secara langsung menargetkan makanan ultra-proses dan menetapkan batas gula yang ketat dalam pengadaan federal.

Kennedy secara blak-blakan mengkritik pedoman sebelumnya, menyatakan, “Kenyataan pahitnya adalah pemerintah kita telah berbohong kepada kita untuk melindungi pengambilan keuntungan perusahaan, memberi tahu kita bahwa zat-zat mirip makanan ini bermanfaat bagi kesehatan masyarakat.” Ia juga mengumumkan “perubahan besar dan dramatis” yang akan datang untuk program makan siang sekolah federal, dengan tujuan mengurangi makanan ultra-proses yang ia sebut sebagai “racun” dan yang menyumbang sekitar 70 persen kalori yang dikonsumsi anak-anak.

Kritik Tajam dari Komunitas Medis

Kebijakan Kennedy, terutama terkait vaksin, telah menuai kecaman keras dari komunitas ilmiah dan medis. Sejak menjabat pada Februari 2025, departemennya telah mendorong batas komitmen terkait vaksin. Pada Mei 2025, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menghentikan rekomendasi vaksin COVID-19 untuk anak-anak sehat dan wanita hamil. Kemudian, pada Juni 2025, Kennedy memecat dan mengganti komite penasihat vaksin CDC yang beranggotakan 17 orang dengan individu yang skeptis terhadap vaksin, yang kemudian menghasilkan keputusan kontroversial seperti menolak merekomendasikan suntikan COVID-19 untuk siapa pun, menambahkan pembatasan pada suntikan kombinasi cacar air, campak, gondong, dan rubella, serta membatalkan rekomendasi lama bahwa semua bayi menerima suntikan hepatitis B saat lahir.

Puncak kritik datang pada 28 Februari 2026, ketika jurnal medis terkemuka The Lancet menerbitkan editorial pedas berjudul “Robert F. Kennedy Jr: 1 tahun kegagalan”. Editorial tersebut mengkritik tindakan kontroversial Kennedy, termasuk pemecatan karyawan lembaga, “revisi pedoman dan rekomendasi yang bertentangan dengan puluhan tahun ilmu pengetahuan yang mapan,” pemotongan penelitian ilmiah mutakhir, perusakan , dan promosi “ilmu sampah dan keyakinan pinggiran.” The Lancet memperingatkan bahwa “Kerusakan yang ditimbulkan Kennedy dalam 1 tahun mungkin membutuhkan generasi untuk diperbaiki, dan ada sedikit harapan untuk kesehatan dan ilmu pengetahuan AS selama ia tetap memimpin.”