Ribuan Mahasiswa UI Gelar Demo di Mabes Polri, Tuntut Keadilan Kasus Penganiayaan Siswa

Author Image

Hodak

27 Februari 2026

Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia () menggelar aksi demonstrasi di depan Markas Besar (Mabes) Polri, Jakarta Selatan, pada Jumat, 27 Februari 2026. Aksi ini dipicu oleh kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya (AT), seorang siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) berusia 14 tahun di Tual, Maluku Tenggara, yang diduga dilakukan oleh anggota Brimob, (MS) pada 19 Februari 2026.

Demonstrasi yang diinisiasi oleh Brigade UI ini dimulai sekitar pukul 13.00 WIB setelah salat Jumat, dengan massa berkumpul terlebih dahulu di Lapangan FISIP UI sebelum bergerak menuju . Aksi unjuk rasa ini dijadwalkan berlangsung hingga pukul 17.00 WIB, namun tidak menutup kemungkinan massa akan bertahan lebih lama.

Tuntutan Keras BEM UI

Koordinator Bidang Sosial Politik BEM UI, Hafidz Hernanda, menyampaikan lima poin tuntutan utama yang disuarakan dalam aksi bertajuk #AparatKeparat ini. Tuntutan tersebut meliputi:

  • Mendesak penjatuhan hukuman pidana yang seberat-beratnya kepada polisi pembunuh AT dan segenap aparat pelaku represifitas.
  • Mendesak pencopotan Listyo Sigit dari jabatan Kapolri dan Dadang Hartanto dari jabatan Kapolda Maluku.
  • Menuntut pembebasan seluruh tahanan politik yang dikriminalisasi.
  • Menuntut penegakan batasan kewenangan dan penarikan Polri dari jabatan sipil.
  • Menuntut hasil konkret Reformasi Polri secara struktural, kultural, dan instrumental dari komisi percepatan Reformasi Polri.

Pengamanan Ketat dari Kepolisian

Menanggapi rencana aksi ini, Polda Metro Jaya mengerahkan personel gabungan untuk pengamanan. Jumlah personel yang disiagakan bervariasi dalam laporan media, dengan beberapa sumber menyebutkan 3.093 personel, sementara sumber lain melaporkan hampir 4.000 personel, tepatnya 3.992 personel gabungan dari Polda Metro Jaya dan polres jajaran. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, menjelaskan bahwa persiapan pengamanan ini sangat penting mengingat lokasi Mabes Polri berdekatan dengan objek vital nasional seperti Kantor PLN, pusat keramaian, dan aktivitas masyarakat.

Kombes Pol. Budi Hermanto menegaskan bahwa kepolisian akan mengedepankan pendekatan humanis dalam pengamanan. Ia menyatakan, “Polisi berperan sebagai penjaga kehidupan, pembangun peradaban, dan pejuang kemanusiaan. Dalam pelaksanaan tugas, kami mengedepankan pelayanan, perlindungan, serta penegakan hukum secara humanis.” Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri juga secara tegas menyatakan bahwa tidak ada satu pun anggota yang dibekali senjata api dalam pengamanan demo ini. Ia menambahkan akan menindak tegas jika ada anggota yang terbukti melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) pengamanan unjuk rasa.

Rekayasa Lalu Lintas dan Imbauan Masyarakat

Polda Metro Jaya telah menyiapkan rekayasa lalu lintas yang bersifat situasional di sekitar kawasan Mabes Polri. Masyarakat diimbau untuk menghindari Jalan Trunojoyo dan sekitarnya karena akan menjadi titik kumpul dan lokasi aksi demonstrasi. Pengalihan arus lalu lintas akan dilakukan menyesuaikan dengan dinamika jumlah massa di lapangan untuk memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar.

Kombes Pol. Budi Hermanto juga memastikan bahwa hak konstitusional masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum akan dijamin dan dilindungi oleh undang-undang. Namun, ia mengimbau agar para peserta aksi tetap menjaga ketertiban, tidak mudah terprovokasi, dan menyampaikan aspirasi dengan santun.