Roma vs Juventus: Duel Krusial Empat Besar di Olimpico, Siapa Jaga Asa Liga Champions?

Pertarungan sengit memperebutkan posisi empat besar akan tersaji di saat AS Roma menjamu pada pekan ke-27 Liga Italia 2025/2026. Laga krusial ini dijadwalkan berlangsung pada Senin, 2 Maret 2026, pukul 02.45 WIB, dan diprediksi akan menjadi penentu penting dalam perburuan tiket musim depan.

Saat ini, persaingan di papan atas klasemen Serie A semakin memanas. Inter Milan masih kokoh di puncak dengan 64 poin dari 26 pertandingan, unggul 10 angka dari AC Milan yang berada di posisi kedua. Sementara itu, AS Roma menempati peringkat keempat dengan koleksi 50 poin, sedangkan Juventus tergeser ke posisi keenam dengan 46 poin setelah Como berhasil menyalip mereka dengan 48 poin dari 27 laga. Napoli juga berada di posisi ketiga dengan 50 poin, membuat selisih poin di zona Eropa sangat tipis.

AS Roma memasuki pertandingan ini dengan kepercayaan diri yang cukup stabil. Tim berjuluk Giallorossi ini mencatatkan dua kemenangan, dua hasil imbang, dan satu kekalahan dalam lima laga terakhir mereka. Kemenangan telak 3-0 atas Cremonese pada 23 Februari 2026 menjadi modal psikologis penting bagi skuad asuhan Daniele De Rossi jelang duel kontra Bianconeri.

Berbanding terbalik, Juventus justru berada dalam fase yang lebih rapuh. Tim asuhan Massimiliano Allegri baru saja tersingkir dari ajang Liga Champions dan menelan kekalahan kandang 0-2 dari Como pada laga Serie A terakhir mereka pada 21 Februari 2026. Si Nyonya Tua juga tercatat nirmenang dalam tiga pertandingan terakhir di Serie A, menunjukkan adanya masalah konsistensi di lini belakang.

Secara historis, Juventus memiliki rekor superior atas AS Roma. Dari 54 pertemuan sejak 2003, Juventus memenangkan 28 pertandingan, berbanding 12 kemenangan untuk Roma, dan 14 laga berakhir imbang. Bahkan, Juventus tidak terkalahkan dalam 10 dari 11 laga terakhir melawan Serigala Roma. Di kandang sendiri, Roma hanya mampu meraih satu kemenangan dari enam jamuan terakhir saat menghadapi Juventus.

Meskipun demikian, Roma musim ini tampil solid di kandang, hanya kebobolan enam gol di Olimpico dengan rata-rata 0,46 gol per laga, salah satu yang terbaik di liga. Sementara itu, Juventus memiliki kerentanan di lini pertahanan, menjadi tim yang paling banyak menderita saat menghadapi sepakan pertama ke arah gawang, dengan 13 gol bersarang. Mereka juga mencatatkan 16 kesalahan yang berujung tembakan lawan, hanya kalah dari Lazio.

Gelandang sekaligus kapten Roma, Bryan Cristante, menekankan pentingnya fokus tim. “Kami dalam kondisi baik dan terus menunjukkan peningkatan. Kami harus siap menjalani sprint pada laga-laga terakhir musim ini demi meraih target tim,” ujarnya, menegaskan bahwa tujuan utama Si Serigala adalah lolos ke Liga Champions. Pertandingan ini juga akan menjadi tantangan bagi Juventus yang harus bermain tanpa penyerang andalan Dusan Vlahovic karena cedera, serta gelandang Manuel Locatelli yang absen akibat sanksi akumulasi kartu kuning. Di sisi Roma, Donyell Malen menjadi salah satu pemain yang patut diwaspadai dengan torehan lima gol dalam enam laga Serie A terakhir.

Dengan kondisi kedua tim yang kontras dan tingginya taruhan untuk posisi empat besar, duel di Olimpico diprediksi akan berjalan ketat dan penuh kehati-hatian. Kesalahan kecil bisa berakibat fatal bagi salah satu tim dalam menjaga asa mereka menuju kompetisi Eropa paling bergengsi.