Wilayah Rotendao, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali diguncang gempa bumi dengan magnitudo 3.0 pada Sabtu, 28 Februari 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat peristiwa ini terjadi pada pukul 05:36:43 WIB, dengan pusat gempa berada di kedalaman yang dangkal.
Menurut data resmi BMKG, titik koordinat gempa terletak pada 9.71 Lintang Selatan dan 122.81 Bujur Timur. Episenter gempa diidentifikasi berada sekitar 119 kilometer di barat laut Rotendao, dengan kedalaman hiposenter hanya 5 kilometer.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan signifikan maupun korban jiwa akibat guncangan gempa tersebut. Magnitudo yang relatif kecil dan kedalaman yang dangkal umumnya tidak menimbulkan dampak yang parah pada infrastruktur.
BMKG menyampaikan informasi ini melalui rilis resmi yang dipublikasikan di akun X milik mereka. Lembaga tersebut juga menyertakan disclaimer bahwa informasi yang disampaikan mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring dengan kelengkapan data yang masuk.
Nusa Tenggara Timur sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki tingkat seismisitas tinggi. Hal ini disebabkan oleh letaknya yang berada pada zona penunjaman lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Selain itu, keberadaan sesar-sesar aktif lokal seperti Flores dan Wetar back-arc thrust turut berkontribusi pada seringnya kejadian gempa di kawasan ini. BMKG bahkan mencatat ada delapan lokasi sumber pembangkit gempa bumi potensial di NTT, yang juga berpotensi memicu tsunami.