Rp1,7 Triliun Dulu, Kini Sandro Tonali Fokus Bangkit Bersama Newcastle Pasca-Larangan Judi

Gelandang internasional Italia, , kini telah kembali menjadi pilar penting di lini tengah . Setelah menjalani larangan bermain selama 10 bulan akibat kasus judi, Tonali kembali merumput sejak Agustus 2024. Menariknya, di tengah upaya kebangkitannya, nama Tonali kembali menjadi sorotan dengan nilai fantastis yang pernah disematkan padanya, kini menjadi patokan harga jual Newcastle yang mencapai kisaran Rp1,7 triliun.

Tonali didatangkan Newcastle United dari AC Milan pada Juli 2023 dengan biaya transfer sekitar £60 juta atau setara dengan kurang lebih Rp1,1 triliun pada saat itu. Kedatangannya disambut ekspektasi tinggi untuk memperkuat skuad The Magpies yang akan berlaga di Liga Champions. Namun, perjalanan awalnya di Inggris terhenti mendadak ketika ia tersandung skandal judi ilegal di Italia. Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) menjatuhkan sanksi larangan bermain selama 10 bulan yang kemudian diperluas secara global oleh FIFA, efektif mulai Oktober 2023.

Setelah melewati masa hukuman yang panjang, Tonali akhirnya kembali ke lapangan hijau pada 28 Agustus 2024, dalam pertandingan Piala Liga melawan Nottingham Forest. Manajer Newcastle, Eddie Howe, menyambut kembalinya sang gelandang dengan pujian. “Dia kembali dengan luar biasa,” ujar Howe, menyoroti penampilan Tonali di laga tersebut. Sejak saat itu, Tonali telah berupaya keras untuk menemukan kembali ritme permainannya dan berintegrasi penuh ke dalam tim. Pada musim 2025/2026 ini, ia tercatat telah tampil dalam 45 pertandingan di semua kompetisi, menyumbangkan 3 gol dan 7 assist. Penampilannya di musim ini juga menunjukkan konsistensi dengan rata-rata rating FotMob 7.03.

Kini, memasuki Maret 2026, rumor mengenai masa depan Tonali kembali memanas. Newcastle United dilaporkan telah mematok harga jual untuk sang gelandang di kisaran £80 juta hingga £100 juta, atau sekitar €90 juta hingga €100 juta. Angka ini, jika dikonversi ke Rupiah, mendekati Rp1,7 triliun, sebuah nilai yang sebelumnya dianggap “kemahalan untuk tim Serie A” dan kini menjadi harga yang diminta Newcastle.

Sejumlah klub top Eropa, termasuk Juventus dari Serie A serta raksasa Liga Primer seperti Manchester United, Arsenal, dan Chelsea, disebut-sebut menaruh minat pada Tonali. Juventus, khususnya, dikabarkan menjadikan Tonali target utama untuk musim 2026/2027, terutama jika Newcastle gagal lolos ke Liga Champions yang dapat memicu kebutuhan klub untuk menjual pemain demi mematuhi regulasi Financial Fair Play. Namun, laporan terbaru mengindikasikan bahwa Arsenal telah mundur dari perburuan Tonali karena harga yang dianggap terlalu tinggi.

Meskipun demikian, Sandro Tonali sendiri tampaknya memiliki komitmen kuat terhadap Newcastle. Agennya menyatakan bahwa Tonali merasa memiliki “hutang moral” kepada klub atas dukungan yang diberikan selama masa larangannya, dan kecil kemungkinan ia akan memaksakan kepindahan. Bahkan, Tonali telah mengisyaratkan keinginannya untuk menjadi bagian dari kelompok kepemimpinan pemain di Newcastle untuk musim 2026/2027. Eddie Howe pun menegaskan bahwa Tonali “sangat bahagia di sini” dan tidak melihat adanya masalah terkait masa depannya di klub. Newcastle sendiri bertekad untuk mempertahankan Tonali dan hanya akan mempertimbangkan tawaran “masif” yang datang dari klub luar Inggris.

Perjalanan Sandro Tonali dari sorotan transfer bernilai fantastis, terpuruk karena skandal judi, hingga kembali bangkit di lapangan hijau bersama Newcastle United, menunjukkan ketahanan mentalnya. Meskipun rumor transfer dengan harga selangit terus berhembus, fokus utamanya saat ini adalah memberikan kontribusi terbaik bagi The Magpies dan membayar kepercayaan yang telah diberikan.