RUPS BCA Sepakati Rasio Dividen 72 Persen untuk Tahun Buku 2025, Tertinggi dalam Sejarah

PT Tbk (BBCA) mengumumkan keputusan penting dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Kamis, 12 Maret 2026. Para pemegang saham menyetujui penetapan rasio dividen sebesar 72 persen dari laba bersih tahun buku 2025. Angka ini menandai rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio/DPR) tertinggi yang pernah dibagikan oleh bank swasta terbesar di Indonesia tersebut.

Total dividen tunai yang akan didistribusikan mencapai Rp41,3 triliun atau setara dengan Rp336 per saham. Jumlah ini sudah termasuk dividen interim sebesar Rp55 per saham yang telah dibayarkan kepada pemegang saham pada 22 Desember 2025. Dengan demikian, sisa dividen final yang akan dibayarkan adalah sebesar Rp281 per saham.

Kinerja keuangan BCA sepanjang tahun 2025 menjadi landasan kuat bagi keputusan dividen jumbo ini. Perseroan berhasil membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp57,5 triliun, tumbuh 4,9 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan tahun sebelumnya. Rasio dividen 72 persen ini jauh melampaui DPR tahun buku 2024 yang tercatat sebesar 67,4 persen.

Presiden Direktur BCA, , dalam keterangannya menyampaikan bahwa keputusan RUPST ini mencerminkan komitmen perseroan untuk memberikan nilai tambah yang berkelanjutan kepada pemegang saham. “BCA senantiasa berfokus pada fundamental bisnis perseroan, serta melangkah dengan prudent pada tahun 2026,” ujar Hendra.

Selain penetapan dividen, RUPST juga menyetujui rencana pembelian kembali saham (shares buyback) sebanyak-banyaknya sebesar Rp5 triliun. Tak hanya itu, dalam RUPST tersebut juga dibahas mengenai rencana pembagian dividen interim untuk tahun buku 2026. Direksi BCA menginformasikan bahwa, apabila kondisi keuangan memungkinkan, perseroan dapat membagikan dividen interim hingga tiga kali dalam setahun, yang direncanakan akan dibagikan per kuartal.

Dari sisi kinerja intermediasi, total kredit BCA tumbuh 7,7 persen yoy menjadi Rp993 triliun per Desember 2025. Sementara itu, total Dana Pihak Ketiga (DPK) BCA juga menunjukkan pertumbuhan positif, naik 10,2 persen yoy mencapai Rp1.249 triliun pada akhir Desember 2025. Total aset perseroan tercatat sekitar Rp1.587 triliun, dengan rasio kredit bermasalah (NPL) yang tetap terjaga pada level rendah.

RUPST juga menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi. Salah satu keputusan penting adalah pengangkatan David Formula sebagai direktur, setelah lulus uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).