Kementerian Dalam Negeri Rusia pada Sabtu, 28 Februari 2026, mengklaim pasukannya berhasil mencegat 97 drone Ukraina dalam serangan semalam di berbagai wilayah Rusia dan Laut Hitam. Insiden ini terjadi di tengah laporan kebakaran besar di sebuah kilang minyak di Krai Krasnodar yang diduga dipicu oleh serangan drone.
Menurut pernyataan dari Kementerian Dalam Negeri Rusia, 40 drone berhasil ditembak jatuh di atas Krimea yang diduduki, 22 di wilayah Bryansk, 16 di wilayah perbatasan Belgorod, 10 di atas Laut Hitam, dan setidaknya empat di Krai Krasnodar.
Serangan drone tersebut menyebabkan kebakaran di kilang minyak Albashneft yang terletak di desa Novominskaya, Krai Krasnodar. Markas Besar Operasional Krai Krasnodar melaporkan bahwa puing-puing dari kendaraan udara tak berawak (UAV) yang jatuh memicu kobaran api. Api melalap salah satu tangki di fasilitas tersebut dan membakar area seluas sekitar 150 meter persegi. Sebanyak 39 petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api, yang dilaporkan berhasil dikendalikan sekitar pukul 8 pagi waktu setempat. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam insiden ini.
Krai Krasnodar, yang terletak di seberang Selat Kerch dari Semenanjung Krimea yang diduduki Rusia, telah menjadi target serangan Ukraina secara rutin. Fasilitas Albashneft di Novominskaya sendiri dilaporkan pernah diserang sebelumnya pada Februari 2025.
Ukraina secara konsisten melancarkan serangan jauh ke fasilitas militer dan industri di Rusia serta wilayah-wilayah yang diduduki Rusia, seringkali menggunakan drone yang dikembangkan secara domestik. Pasukan Ukraina menganggap aset minyak Rusia sebagai target militer yang sah, mengingat fasilitas ini memasok tentara Rusia dan keuntungan dari ekspor bahan bakar fosil terus mendanai upaya perang Kremlin.
Klaim Rusia mengenai jumlah drone yang ditembak jatuh ini datang sehari setelah Kementerian Pertahanan Rusia juga melaporkan telah menghancurkan 95 pesawat tak berawak Ukraina di seluruh negeri pada 27 Februari 2026. Namun, perlu dicatat bahwa The Kyiv Independent menyatakan tidak dapat memverifikasi klaim resmi Rusia tersebut pada saat publikasi.