Las Vegas menjadi saksi bisu pertarungan krusial bagi Ryan Garcia, petinju berjuluk ‘KingRy’, yang akan menantang juara bertahan WBC Welterweight, Mario Barrios. Laga yang dijadwalkan pada Sabtu, 21 Februari 2026, di T-Mobile Arena ini bukan sekadar perebutan sabuk juara, melainkan penentuan arah karier Garcia yang penuh gejolak. “Ini akan menjadi penguburan atau kebangkitan saya, salah satunya,” ujar Garcia, menggambarkan betapa pentingnya pertarungan ini baginya.
Garcia, yang memulai debut profesionalnya pada usia 17 tahun di bulan Juni 2016, telah mengukir rekor 24 kemenangan, 2 kekalahan, dan 0 hasil imbang, dengan 20 kemenangan KO yang menunjukkan kekuatan pukulannya. Namun, perjalanan karier petinju berusia 27 tahun ini tidaklah mulus. Ia telah menghadapi serangkaian tantangan baik di dalam maupun di luar ring, termasuk perjuangan melawan kesehatan mental yang ia ungkapkan secara terbuka.
Perjalanan Penuh Lika-liku Menuju Gelar Dunia
Dalam beberapa tahun terakhir, Garcia telah melewati periode yang penuh turbulensi. Pertarungan terakhirnya pada 2 Mei 2025, berakhir dengan kekalahan angka mutlak dari Rolando ‘Rolly’ Romero dalam perebutan gelar WBA World Welterweight. Sebelumnya, pada April 2024, ia sempat meraih kemenangan gemilang atas Devin Haney dengan menjatuhkan lawannya tiga kali. Namun, hasil tersebut dibatalkan menjadi no-contest setelah Garcia gagal dalam tes doping dan dijatuhi skorsing satu tahun, denda, serta kehilangan bayaran pertarungan.
Insiden tersebut menambah daftar kontroversi yang melingkupi Garcia, termasuk upaya pembatalan kontrak dengan promotor Golden Boy Promotions, penangkapan atas tuduhan vandalisme yang kemudian dibatalkan, dan pencabutan serta pengembalian statusnya oleh WBC akibat komentar kontroversial di media sosial. Meskipun demikian, Garcia menunjukkan ketahanan mental yang luar biasa. Ia pernah mengungkapkan perjuangannya melawan depresi berat, kecemasan, serangan panik, bahkan pikiran untuk bunuh diri. “Saya telah berjuang melawan depresi berat. Saya telah menghadapi iblis mental yang kebanyakan orang bahkan tidak akan mengerti,” tuturnya.
Tekad Kuat untuk Meraih Impian
Kini, dengan dukungan ayahnya, Henry Garcia, sebagai pelatih, ‘KingRy’ bertekad untuk bangkit. Pertarungan melawan Mario Barrios menjadi kesempatan ketiga baginya untuk meraih gelar juara dunia mayor, sebuah pencapaian yang selalu luput dari genggamannya. Barrios sendiri datang dengan rekor 29 kemenangan, 2 kekalahan, dan 2 hasil imbang, dengan dua pertarungan terakhirnya berakhir imbang, termasuk melawan Manny Pacquiao.
Garcia dikenal dengan kecepatan, pukulan balasan eksplosif, dan hook kiri mematikan yang seringkali mengakhiri pertarungan dengan cepat. Ia juga sangat fokus pada persiapan mental, menggunakan visualisasi dan afirmasi positif untuk membangun kepercayaan diri. “Saya ingin menjadi yang terbaik di bidang saya. Saya memiliki keinginan kuat untuk menjadi juara dan meninggalkan jejak saya dalam olahraga tinju,” kata Garcia, menegaskan motivasinya.
Pertarungan ini akan disiarkan secara langsung melalui DAZN PPV. Bagi Ryan Garcia, ini adalah momen untuk membuktikan bahwa ia telah belajar dari masa lalu dan siap memenuhi potensi yang ia sadari sejak usia muda, mengubah gejolak menjadi kebangkitan di panggung tinju dunia.