Perburuan talenta muda Wolverhampton Wanderers, Mateus Mane, semakin memanas menjelang bursa transfer musim panas. Dua raksasa Liga Primer Inggris, Liverpool dan Manchester United, dilaporkan menaruh minat besar pada gelandang serang berusia 18 tahun tersebut. Namun, kedua klub dikabarkan masih ragu untuk memenuhi banderol harga £50 juta yang dipatok Wolves.
Mateus Mane, yang disebut-sebut sebagai ‘wonderkid’, telah menjadi salah satu titik terang di musim yang sulit bagi Wolves. Klub asal West Midlands itu kini terdampar di dasar klasemen Liga Primer dengan 11 pertandingan tersisa, terpaut 17 poin dari zona aman. Situasi ini berpotensi menjadi faktor kunci dalam saga transfernya, mengingat Mane dinilai terlalu bagus untuk bermain di Championship jika Wolves terdegradasi.
Keraguan Liverpool dan Manchester United atas Banderol £50 Juta
Menurut laporan terbaru, baik Liverpool maupun Manchester United tidak yakin untuk membayar penuh harga £50 juta yang diminta Wolves. Sumber-sumber menyebutkan bahwa kedua klub memandang Mane masih terlalu ‘mentah’ untuk membenarkan pengeluaran finansial yang begitu besar. Mereka lebih memilih kesepakatan terstruktur dengan biaya awal yang lebih rendah.
Meskipun demikian, klub-klub top Eropa telah dibuat terkesima oleh perkembangannya setelah memantaunya dalam beberapa waktu terakhir. Mantan manajer Wolves, Vitor Pereira, bahkan pernah memuji Mane sebagai pemain yang “spesial” sebelum ia benar-benar bersinar. “Mane, saya yakin dia akan menjadi kejutan di Inggris, di liga ini, karena dia adalah pemain dengan bakat,” ujar Pereira.
Performa Gemilang di Tengah Keterpurukan Wolves
Mateus Mane telah menunjukkan performa impresif di musim 2025/2026, mencatatkan dua gol dan satu assist dalam 17 penampilan di Liga Primer. Ia telah menjadi starter reguler sejak Desember tahun lalu dan memulai 11 pertandingan liga terakhir. Penampilan konsistennya di tim utama yang sedang berjuang ini menarik perhatian banyak tim.
Mane menandatangani perpanjangan kontrak pada September lalu, saat ia berusia 18 tahun, yang mengikatnya di Molineux hingga Juni 2029. Ini memberikan Wolves posisi tawar yang kuat dalam negosiasi. Namun, potensi degradasi bisa mengubah dinamika tersebut, memaksa Wolves untuk mempertimbangkan tawaran yang masuk.
Minat Beragam dan Kebutuhan Klub
Selain Liverpool dan Manchester United, sejumlah klub elite Eropa lainnya juga dikabarkan memantau situasi Mane, termasuk Chelsea, Manchester City, Arsenal, Bayern Munich, Paris Saint-Germain, RB Leipzig, dan Borussia Dortmund.
Bagi Liverpool, minat pada Mane sedikit mengejutkan mengingat mereka telah mendatangkan dua striker musim panas lalu. Namun, fleksibilitas Mane menjadikannya target menarik di tengah ketidakpastian masa depan jangka panjang Mohamed Salah. Sementara itu, Manchester United memprioritaskan gelandang baru dan penyerang sayap kiri. Mane bisa menjadi solusi jangka panjang untuk menggantikan Bruno Fernandes, yang kontraknya akan berakhir musim depan dan masa depannya masih belum jelas. United dikenal memiliki preferensi untuk talenta yang sudah terbukti di Liga Primer namun juga menyuntikkan energi muda ke dalam skuad.
Dengan bursa transfer musim panas yang semakin dekat, masa depan Mateus Mane akan menjadi salah satu saga yang paling banyak disorot, terutama dengan Wolves yang berjuang keras untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola Inggris.