Musim kompetisi Premier League 2025/2026 terus bergulir dengan intensitas tinggi, namun tidak semua bintang mampu bersinar terang. Sejumlah nama besar, termasuk rekrutan mahal, justru menjadi sasaran empuk kritik tajam dari media, penggemar, hingga para pundit. Tekanan yang luar biasa ini menghantam mereka yang gagal memenuhi ekspektasi tinggi di salah satu liga paling kompetitif di dunia.
Bintang Liverpool dalam Sorotan: Salah, Isak, dan Wirtz
Liverpool, yang menggelontorkan dana fantastis hingga £415 juta pada bursa transfer musim panas lalu setelah menjuarai liga musim 2024/2025, kini menghadapi kenyataan pahit. Tiga pemain kunci mereka, Mohamed Salah, Alexander Isak, dan Florian Wirtz, menjadi pusat perhatian negatif.
Mohamed Salah, yang memperpanjang kontraknya pada April lalu, menunjukkan penurunan performa signifikan. Setelah perpanjangan kontrak tersebut, ia hanya mampu mencetak tujuh gol dari 28 pertandingan terakhirnya. Penyerang asal Mesir ini bahkan mencatatkan rekor terburuknya di Premier League dengan puasa gol dalam sembilan laga beruntun hingga Februari 2026. Rafael Van der Vaart, mantan pemain Tottenham Hotspur, menyarankan Salah untuk meninggalkan Anfield. “Ketika saya melihat Mohamed Salah dan posisi yang dia mainkan di lapangan, dia telah kehilangan kecepatan dan kelincahannya seiring bertambahnya usia,” ujar Van der Vaart, seraya menambahkan bahwa akan lebih baik bagi kedua pihak jika Salah pergi. Kondisi ini turut berdampak pada Liverpool yang terdepak dari persaingan juara dan terdampar di posisi keenam klasemen dengan 45 poin per Februari 2026.
Alexander Isak, yang didatangkan Liverpool dari Newcastle United dengan memecahkan rekor transfer Inggris senilai £125 juta, juga mengalami nasib serupa. Penyerang Swedia ini diharapkan menjadi mesin gol baru, mengingat torehan 54 golnya dalam tiga musim di Newcastle. Namun, ia tiba dalam kondisi kurang fit dan hanya mencetak tiga gol dalam 16 penampilan liga hingga Desember 2025, membuatnya dicap sebagai “flop terbesar”. Puncaknya, Isak mengalami patah tulang fibula pada akhir Desember 2025 saat melawan Tottenham, memaksanya menepi berbulan-bulan.
Pemain muda Florian Wirtz, yang diboyong dari Bayer Leverkusen dengan harga £116 juta, juga kesulitan beradaptasi. Setelah tampil gemilang dengan 22 kontribusi gol di Bundesliga selama dua musim berturut-turut, Wirtz gagal mencetak gol atau assist dalam 12 pertandingan pertamanya di Premier League. Jamie Carragher bahkan sempat menyerukan agar manajer Arne Slot mencadangkannya. Meskipun sempat menunjukkan secercah harapan dengan satu gol dan satu assist dalam kemenangan 4-1 atas Newcastle pada akhir Januari, performa konsisten masih menjadi tantangan besar baginya.
Gyokeres dan Watkins: Beban Ekspektasi Tinggi
Di Arsenal, Viktor Gyokeres menjadi “bahan lelucon paling populer musim ini” karena performanya yang belum sepadan dengan ekspektasi. Mengenakan nomor punggung 14 yang identik dengan legenda Thierry Henry, penyerang yang didatangkan dari Sporting CP seharga £55 juta ini diharapkan mampu meringankan beban gol Bukayo Saka. Meskipun telah mencetak empat gol hingga Desember 2025, termasuk dua gol melawan Leeds United, penampilannya dalam laga-laga besar melawan Manchester United dan Manchester City dinilai masih jauh dari harapan.
Sementara itu, penyerang Aston Villa, Ollie Watkins, juga tak luput dari kritik. Setelah menyumbang 56 gol dan assist dalam dua musim sebelumnya, Watkins hanya mencetak satu gol dari tujuh pertandingan di awal musim 2025/2026. Pundit Ian Wright mengecam Watkins, menyatakan bahwa ia “tidak efektif”. Meskipun sempat mencetak gol krusial melawan Fulham, ia gagal menambah pundi-pundi golnya dalam dua laga berikutnya. Hingga Desember 2025, Watkins baru mencetak tiga gol dari 14 laga liga dan tercatat sebagai salah satu pemain dengan xG (expected goals) terburuk musim ini.
Rekrutan Lain yang Melempem
Selain nama-nama di atas, beberapa rekrutan mahal lainnya juga menghadapi masa sulit. Anthony Elanga, yang diboyong Newcastle United dari Nottingham Forest seharga £55 juta, belum mencetak gol dan hanya menyumbang satu assist dalam 19 penampilannya hingga Februari 2026. Performanya dinilai “kurang memuaskan” dan ia perlu membuktikan diri kepada Eddie Howe untuk mendapatkan tempat reguler.
Di Tottenham Hotspur, Xavi Simons yang didatangkan dengan mahar £51.8 juta, kesulitan beradaptasi dengan tuntutan fisik sepak bola Inggris. Ia dinilai “sama sekali tidak mampu mengatasi tekanan bola” dan sering menghilang dalam pertandingan. Sementara itu, Manuel Ugarte, gelandang Manchester United seharga £42 juta, juga “sangat mengecewakan”, dengan penampilannya dari bangku cadangan seringkali membuat para penggemar mempertimbangkan untuk pulang lebih awal.
Musim 2025/2026 menjadi bukti bahwa label harga tinggi dan reputasi gemilang tidak selalu menjamin kesuksesan instan di Premier League. Adaptasi yang sulit, cedera, dan tekanan mental menjadi faktor krusial yang harus dihadapi para pemain ini untuk membuktikan kualitas mereka.