Sandro Tonali Disebut ‘Layak Main di Tim Besar’, Newcastle Patok Harga Fantastis di Tengah Minat Raksasa Eropa

Gelandang andalan , , kembali menjadi pusat perhatian di setelah menunjukkan performa impresif pasca-kembali dari sanksi larangan bermain. Mantan pemain internasional Italia, Giuseppe Rossi, bahkan secara terang-terangan menyatakan bahwa Tonali “layak bermain untuk tim besar”, sebuah komentar yang sontak memanaskan rumor kepindahan sang gelandang dari St James’ Park.

Komentar Rossi, yang disampaikan kepada GOAL pada 9 Maret 2026, menyoroti kualitas Tonali sebagai pemain langka yang memiliki kualitas dan kuantitas di lini tengah. “Dia pantas mendapatkannya. Dia adalah pemain hebat untuk Newcastle. Dia hebat di Milan, hebat untuk Newcastle,” ujar Rossi. “Dia seorang pemimpin di lapangan. Dia memberikan banyak kualitas, tetapi juga kuantitas. Jadi, ini adalah pemain langka dalam permainan kita hari ini. Jadi, dia pantas bermain untuk tim besar, itu pasti.”

Pernyataan ini muncul di tengah laporan bahwa sejumlah klub raksasa Eropa seperti , Arsenal, Chelsea, Real Madrid, dan Juventus tengah memantau situasi Tonali menjelang jendela transfer musim panas 2026. Namun, Newcastle United menegaskan tidak memiliki niat untuk melepas aset berharganya tersebut, bahkan dikabarkan mematok harga fantastis di atas £100 juta untuk setiap klub yang serius menginginkannya.

Perjalanan Tonali Pasca-Sanksi Judi

Sandro Tonali sempat menghadapi masa sulit setelah Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) menjatuhkan sanksi larangan bermain selama 10 bulan pada 27 Oktober 2023, menyusul pelanggaran aturan taruhan. Sanksi ini kemudian diperluas secara global oleh FIFA. Selain itu, ia juga menghadapi 50 tuduhan pelanggaran aturan taruhan dari Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) terkait taruhan yang ditempatkan antara Agustus dan Oktober 2023, setelah kepindahannya ke Newcastle.

Pada Mei 2024, FA memberikan sanksi tambahan berupa larangan dua bulan yang ditangguhkan dan denda £20.000, dengan syarat tidak ada pelanggaran lebih lanjut hingga akhir musim 2024-25. Newcastle United secara resmi mengumumkan bahwa Tonali dapat kembali bermain pada 28 Agustus 2024, dan ia melakoni pertandingan Premier League pertamanya pasca-sanksi pada 1 September 2024 melawan Tottenham Hotspur.

Sejak kembali ke lapangan, Tonali telah menunjukkan performa yang mengesankan. Ia menyelesaikan tahun penuh pertamanya bersama Newcastle setelah sebagian besar musim debutnya dihabiskan dalam skorsing, dengan tampil sebagai starter dalam 28 dari 36 pertandingan. Pada Desember 2024, ia bahkan mencetak dua gol pertamanya pasca-sanksi dalam pertandingan perempat final Carabao Cup, menunjukkan bahwa ia telah menemukan kembali sentuhan terbaiknya.

Komitmen dan Ambisi di St James’ Park

Di tengah badai sanksi, Tonali menunjukkan loyalitasnya kepada Newcastle. Ia bahkan menandatangani perpanjangan kontrak selama masa larangan bermainnya, yang akan mengikatnya di klub hingga 2029 dengan opsi perpanjangan satu tahun hingga 2030. Manajer Newcastle, Eddie Howe, menegaskan bahwa Tonali “sangat bahagia di sini” dan memiliki “hubungan yang baik” dengan dirinya dan rekan satu timnya.

Tonali sendiri telah menyatakan kebahagiaannya di Newcastle dan ambisinya untuk menjadi bagian dari kelompok pemimpin tim untuk musim 2026/27. Ia juga mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan klub dan penggemar selama masa sulitnya. “Saya akan mengingat dukungan yang saya dapatkan dari Eddie Howe dan rekan satu tim saya seumur hidup,” kata Tonali pada Desember 2024.

Namun, dalam wawancara pada November 2025, Tonali juga memberikan pandangan realistis tentang masa depan di sepak bola. “Anda tidak pernah tahu apa yang mungkin ingin Anda lakukan atau apa yang bisa terjadi,” ujarnya. “Saya selalu mengatakan ya, karena sebagai orang Italia, Anda selalu memiliki kemungkinan, bahkan jika itu 1 persen, untuk kembali ke Serie A. Mungkin tidak sekarang, karena saya berada di momen di mana saya telah menemukan jalan saya dan semuanya berjalan baik [di Newcastle United].” Ia menambahkan bahwa jika ada tawaran besar, ia akan “memikirkan segalanya.”

Klub Peminat dan Sikap Newcastle

Minat terhadap Tonali semakin memanas menjelang bursa transfer musim panas. Manchester United dilaporkan melihat Tonali sebagai opsi jangka panjang untuk menggantikan Casemiro. Sementara itu, Arsenal juga disebut-sebut sebagai pengagum Tonali, meskipun laporan terbaru pada 11 Maret 2026 menunjukkan bahwa The Gunners kemungkinan besar mundur dari perburuan karena keterbatasan anggaran (£40 juta) dan harga yang diminta Newcastle yang mencapai lebih dari £100 juta, membuat kepindahan ke Arsenal “mustahil” musim panas ini.

Real Madrid juga dikabarkan mengirimkan pemandu bakat untuk mengamati Tonali dalam beberapa pertandingan terakhir, menambah kekhawatiran bagi Newcastle. Juventus di Italia juga masih menyimpan ambisi untuk membawa pulang Tonali ke Serie A, menjadikannya target utama untuk musim 2026/27. Namun, valuasi Newcastle yang mendekati €100 juta (£85 juta) akan menjadi kendala besar, terutama jika Juventus gagal lolos ke kompetisi Eropa.

Menanggapi spekulasi yang terus berkembang, Newcastle telah mengambil langkah-langkah untuk melindungi Tonali, termasuk mengurangi eksposur medianya dan mendorongnya untuk berhati-hati dalam berkomentar tentang masa depan guna menghindari memicu spekulasi transfer. Klub bertekad untuk mempertahankan Tonali, yang mereka anggap sebagai bagian integral dari rencana jangka panjang dan calon pemimpin tim di tahun-tahun mendatang.