Perjalanan para pemain Tim Nasional Indonesia di kasta tertinggi Liga Thailand, Thai League 1, mengalami penyusutan signifikan. Per tanggal 28 Februari 2026, hanya Sandy Walsh yang tersisa sebagai representasi aktif Garuda di kompetisi Negeri Gajah Putih tersebut. Kondisi ini terjadi setelah dua pilar penting, Asnawi Mangkualam dan Pratama Arhan, harus menepi akibat cedera serius yang mengakhiri musim mereka lebih cepat.
Awal Musim Penuh Harapan, Kini Tersisa Satu
Pada permulaan musim 2025/2026, antusiasme publik sepak bola Tanah Air sempat membumbung tinggi dengan kehadiran empat pemain Timnas Indonesia di Thai League 1. Mereka adalah Asnawi Mangkualam di Port FC, Pratama Arhan di Bangkok United, serta Sandy Walsh dan Shayne Pattynama yang sama-sama membela Buriram United. Namun, jumlah tersebut kini telah berkurang drastis.
Penyusutan pertama terjadi pada bursa transfer Januari 2026, ketika bek kiri naturalisasi Shayne Pattynama memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan bergabung dengan Persija Jakarta, mengakhiri masa baktinya bersama Buriram United.
Asnawi dan Arhan Tumbang Akibat Cedera
Kabar buruk kemudian menyusul dari Asnawi Mangkualam. Kapten Timnas Indonesia yang bermain sebagai bek kanan untuk Port FC ini mengalami cedera anterior cruciate ligament (ACL) saat sesi latihan pada Januari 2026. Cedera tersebut memaksa Asnawi menjalani operasi dan dipastikan absen selama 4 hingga 6 bulan, mengakhiri musim 2025/2026 lebih cepat. Asnawi sendiri mengungkapkan perasaannya melalui media sosial, “Musim ini berlalu begitu cepat. Setiap langkah yang diambil selalu memiliki risiko demi meraih hasil yang lebih besar. Hari ini, perjalanan saya bersama Port Fc harus terhenti sementara hingga akhir musim.” Sebelum cedera, Asnawi tampil reguler dalam 17 pertandingan resmi musim ini, mencatatkan dua assist di Thai League. Kontrak Asnawi dengan Port FC sendiri terbilang panjang, yakni hingga akhir musim 2028/2029, yang disebut-sebut sebagai kontrak terpanjang bagi pemain asing di Liga Thailand.
Tak berselang lama, nasib serupa menimpa Pratama Arhan. Bek kiri Bangkok United ini juga harus naik meja operasi pada Februari 2026 setelah mengalami cedera meniskus lutut kanan. Klubnya, Bangkok United, mengonfirmasi kondisi tersebut melalui pernyataan resmi, “Bek kiri kami, Pratama Arhan, telah berhasil menjalani operasi meniskus lutut kanan. Ia kini siap memulai proses rehabilitasi dan bertekad kembali ke lapangan untuk membantu tim sesegera mungkin.” Arhan, yang bergabung dengan Bangkok United pada Januari 2025, telah mencatatkan delapan penampilan musim ini, lima di antaranya sebagai starter. Kedua pemain yang cedera ini bahkan sempat saling menjenguk di rumah sakit, menunjukkan solidaritas di tengah cobaan.
Sandy Walsh Jadi Harapan Tersisa
Dengan absennya Asnawi dan Arhan, serta kepindahan Shayne Pattynama, kini hanya Sandy Walsh yang menjadi satu-satunya pemain Timnas Indonesia yang masih aktif merumput di Thai League 1. Sandy Walsh, yang berposisi sebagai bek, bergabung dengan Buriram United pada Agustus 2025 setelah sebelumnya bermain untuk Yokohama F. Marinos. Ia langsung menjadi bagian integral dari skuad berjuluk The Thunder Castle tersebut, yang dikenal sebagai penguasa Liga Thailand dalam beberapa musim terakhir.
Hingga saat ini, Sandy Walsh telah mencatatkan 21 penampilan di semua kompetisi musim ini dengan sumbangan dua gol. Buriram United sendiri tengah memuncaki klasemen Thai League 1 dengan 53 poin, unggul 14 poin dari Port FC yang diperkuat Asnawi. Selain itu, Buriram United juga mewakili Thailand di AFC Champions League Elite dan berhasil lolos ke babak 16 besar. Kehadiran Sandy Walsh yang konsisten bermain menjadi angin segar di tengah badai cedera yang menimpa rekan-rekannya.
Dampak pada Timnas dan Masa Depan Liga Thailand
Cedera yang dialami Asnawi dan Arhan juga membawa dampak pada persiapan Timnas Indonesia, terutama menjelang FIFA Series 2026 pada Maret mendatang di bawah asuhan pelatih baru John Herdman. Keduanya kemungkinan besar akan absen dalam agenda penting tersebut.
Selain itu, masa depan pemain Indonesia di Liga Thailand juga akan menghadapi tantangan baru. Mulai musim 2026/2027, Thai League secara resmi akan menghapus kuota pemain khusus ASEAN. Keputusan ini berarti pemain dari Asia Tenggara tidak lagi memiliki keistimewaan dan harus bersaing dengan pemain asing dari seluruh dunia untuk memperebutkan slot yang tersedia. Perubahan regulasi ini tentu akan menjadi pertimbangan serius bagi para pemain Indonesia yang berencana meniti karier di Liga Thailand di masa mendatang.