Suasana sore menjelang waktu berbuka puasa di kawasan Alun-alun Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, pada Jumat, 20 Februari 2026, tampak berbeda dari hari-hari biasa. Puluhan personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tasikmalaya terlihat berinteraksi langsung dengan masyarakat, bukan untuk penindakan, melainkan untuk membagikan takjil gratis.
Sebanyak 500 paket takjil didistribusikan kepada warga yang sedang ‘ngabuburit’ atau menunggu waktu berbuka, serta para pengendara yang melintas di sekitar Alun-alun Singaparna. Kegiatan sosial ini dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Tasikmalaya, AKP Didik Permadi.
AKP Didik Permadi menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk kepedulian Satlantas Polres Tasikmalaya terhadap masyarakat yang tengah menjalankan ibadah puasa. Bulan Ramadan, menurutnya, menjadi momentum yang tepat untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan warga melalui aksi-aksi sosial. “Ini bagian dari kegiatan sosial kami di bulan Ramadan. Harapannya bisa sedikit meringankan beban masyarakat yang sedang berpuasa,” ujar AKP Didik.
Masyarakat menyambut antusias pembagian takjil ini, dengan banyak yang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada petugas. Salah seorang pengendara sepeda motor bernama Sopyan, yang sedang dalam perjalanan menuju Banjar, mengaku sangat terbantu. “Lumayan membantu. Kalau kebetulan masih di jalan pas magrib, jadi tidak khawatir karena sudah ada untuk berbuka,” katanya.
Tradisi Berbagi Takjil dan Peran Polri
Pembagian takjil ini juga menjadi upaya untuk membangun kedekatan dan citra humanis kepolisian di tengah masyarakat. Interaksi yang hangat antara polisi dan warga menciptakan suasana harmonis di tengah padatnya arus lalu lintas menjelang waktu berbuka.
Tradisi berbagi takjil sendiri telah menjadi bagian integral dari budaya Ramadan di Indonesia. Kata ‘takjil’ berasal dari bahasa Arab ‘ajila’ yang berarti menyegerakan, merujuk pada tindakan mempercepat berbuka puasa, dan kemudian berkembang maknanya menjadi makanan atau minuman ringan yang disantap saat berbuka. Tradisi ini bukan hanya sekadar hidangan, tetapi juga simbol kebersamaan, kasih sayang, dan warisan budaya yang menghubungkan generasi.
Kegiatan serupa tidak hanya terjadi di Tasikmalaya. Berbagai unit kepolisian di seluruh Indonesia turut aktif dalam program berbagi takjil selama Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Misalnya, Satlantas Polres Aceh Barat, Polwan Polda Kalimantan Barat, Polres Maros, Polres Pelabuhan Makassar, dan Polres Paser juga melaksanakan aksi serupa di wilayah masing-masing, menunjukkan komitmen Polri untuk hadir dan melayani masyarakat tidak hanya dalam penegakan hukum tetapi juga dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan dan solidaritas sosial semakin tumbuh kuat di bulan suci Ramadan, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri.