Sébastien Delogu Usung Delapan Wajah Representatif dalam Daftar ‘Marseille Fière et Populaire’ Jelang Pemilu Kota

Author Image

Hodak

21 Februari 2026

Trending Image 1771615465

tengah memanas menjelang pemilihan dewan kota yang dijadwalkan pada 15 dan 22 Maret 2026. Salah satu kandidat yang mencuri perhatian adalah , seorang deputi dari partai (LFI), yang secara resmi mengumumkan pencalonannya sebagai Wali Kota Marseille pada November 2025 lalu.

Delogu memimpin daftar kandidat yang diberi nama ““, dengan fokus utama pada representasi yang beragam dari seluruh lapisan masyarakat kota. Pada Jumat, 13 Februari 2026, ia secara resmi memperkenalkan delapan kepala daftar sektor yang akan menjadi “wajah-wajah” dari daftar tersebut.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi LFI untuk menghadirkan kandidat yang benar-benar mencerminkan potret Marseille, sekaligus untuk “melawan sistem” yang dianggap tidak adil. Delogu menegaskan visinya, “Saya ingin mengembalikan kekuasaan kepada rakyat dan tidak menyerahkan Marseille kepada para manipulator yang melakukan favoritisme dan klientelisme seperti yang selalu dikenal kota ini.”

Delapan kepala daftar sektor yang diperkenalkan tersebut meliputi nama-nama seperti Sébastien Barles untuk sektor 1-7, Victoire Diethelm untuk sektor 6-8, Mohamed Bensaada untuk sektor 13-14, Léa Bijaoui untuk sektor 4-5, Rabyata Boinaheri untuk sektor 15-16, Radhouane Ouachani untuk sektor 11-12, dan Myriam Meghraoui. Mereka dipilih untuk merepresentasikan keragaman geografis dan sosioprofesional kota.

Program yang diusung oleh “Marseille fière et populaire” mencakup beberapa poin krusial bagi warga, seperti penghapusan Métropole, remunisipalisasi layanan air dan kantin, serta rencana ambisius untuk membangun 30.000 unit rumah baru.

Dalam lanskap politik Marseille yang sangat kompetitif, Sébastien Delogu menjadi salah satu dari empat kandidat utama yang berpartisipasi dalam debat televisi pada Kamis, 19 Februari 2026. Ia bersaing ketat dengan Wali Kota petahana Benoît Payan, Franck Allisio dari Rassemblement National, dan Martine Vassal yang didukung oleh koalisi kanan-tengah.

Survei terbaru yang dirilis pada 18 Februari 2026 menunjukkan bahwa Delogu memperoleh 12% dukungan di putaran pertama, dengan basis pemilih yang kuat di kalangan usia 18-24 tahun. Meskipun demikian, ia juga menghadapi kritik. Benoît Payan menuduh Delogu memecah suara kiri dan berpotensi menguntungkan kandidat ekstrem kanan.

Delogu sendiri menyatakan kesediaannya untuk bersatu dengan kandidat kiri lainnya di putaran kedua jika ia tertinggal, meskipun Payan telah menunjukkan sikap kritis terhadap LFI. Di sisi lain, Delogu juga pernah terlibat dalam kontroversi, termasuk penyelidikan terkait dugaan komunikasi dengan pengedar narkoba pada awal Februari 2026, yang ia bantah sebagai “fitnah” dan kemudian dibebaskan dari tuduhan tersebut.