Sepakbola

Sejarah Premier League: Arsenal dan MU Pernah Balikkan Defisit Poin Dua Digit

Advertisement

Jakarta – Keunggulan 6 poin yang saat ini dimiliki Arsenal di puncak klasemen Liga Inggris 2025/2026 belum menjamin gelar juara. Sejarah Premier League mencatat sejumlah momen comeback ‘gila’ di mana tim yang tertinggal defisit hingga dua digit poin mampu bangkit menjadi juara.

Rekor Comeback Terbesar

Arsenal pernah menjadi pemegang rekor comeback terbesar dalam sejarah Premier League. Pada musim 1997/1998, di bawah asuhan Arsene Wenger, The Gunners sempat tertinggal 13 poin dari Manchester United pada Desember 1997. Meski sempat limbung dengan empat kekalahan dalam delapan laga, Arsenal bangkit pasca-Natal dengan 10 kemenangan beruntun. Puncaknya adalah gol tunggal Marc Overmars di Old Trafford yang memastikan gelar juara terbang ke London Utara.

Manchester United Spesialis Comeback

Manchester United tercatat sebagai tim yang paling sering melakukan comeback dramatis di Premier League. Setan Merah pernah dua kali membalikkan ketertinggalan 12 poin:

  • Musim 1992/1993: Di musim perdana Premier League, MU sempat tertinggal 12 poin dari Norwich City. Namun, di bawah Sir Alex Ferguson, mereka berhasil memuncaki klasemen hanya dalam sebulan.
  • Musim 1995/1996: Newcastle United unggul 12 poin hingga Januari 1996. Amukan Kevin Keegan di televisi menjadi motivasi MU untuk bangkit dan akhirnya juara dengan selisih 4 poin, termasuk kemenangan krusial di kandang Newcastle berkat gol Eric Cantona.

Selain itu, MU juga pernah membalikkan defisit 10 poin dalam tiga musim berbeda:

Advertisement

  • 1996/1997: Tertinggal 10 poin dari Liverpool di bulan Desember, MU bangkit dan juara dengan rekor poin terendah untuk juara PL saat itu (75 poin).
  • 2002/03: Arsenal sempat unggul 8 poin hingga Maret 2003. Namun, MU tak terkalahkan dalam 18 laga terakhir, sementara Arsenal kehilangan momentum.
  • 2008/09: Liverpool sempat unggul 10 poin saat MU sibuk di Piala Dunia Antarklub. Tekanan mental dari Ferguson membuat Liverpool goyah, sementara MU melaju kencang berkat gol ikonik Federico Macheda.

Manchester City Ikut Merasakan Drama

Pada musim 2018/2019, Manchester City di bawah Pep Guardiola juga merasakan sengitnya persaingan. City sempat tertinggal 10 poin dari Liverpool yang tampil dominan pada Desember 2018. City membalas dengan performa nyaris sempurna, memenangkan 18 dari 19 laga terakhir. Kemenangan 2-1 atas Liverpool di awal Januari menjadi satu-satunya kekalahan The Reds musim itu. City akhirnya keluar sebagai juara dengan 98 poin, hanya selisih satu angka dari Liverpool (97).

Momen-momen ini menunjukkan bahwa keunggulan poin di Premier League tidak selalu menjadi jaminan. Arsenal dan tim lainnya harus tetap waspada hingga akhir musim.

Sumber: 90Menit.ID

Advertisement