Semen Padang berhasil menunjukkan semangat juang luar biasa dengan memaksakan hasil imbang 2-2 saat menjamu Malut United dalam laga pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026. Pertandingan yang berlangsung dramatis di Stadion H. Agus Salim, Padang, pada Jumat (20/2/2026) malam, diwarnai comeback Kabau Sirah di menit-menit akhir setelah tertinggal dua gol lebih dulu.
Malut United, yang datang dengan kepercayaan diri tinggi dan menempati posisi keempat klasemen sementara, sempat unggul dua gol tanpa balas di babak pertama. Gol pembuka dicetak oleh Tyronne del Pino pada menit ke-21, disusul oleh Nilson Junior di menit ke-40, membawa Laskar Kie Raha memimpin 2-0.
Drama di Menit Akhir
Memasuki babak kedua, Semen Padang yang berada di zona degradasi dengan menempati peringkat ke-16, tidak menyerah begitu saja. Mereka terus berupaya menekan dan akhirnya membuahkan hasil di penghujung laga. Kianz Froese berhasil memperkecil ketertinggalan pada menit ke-87, membangkitkan harapan tuan rumah. Puncaknya, Maicon mencetak gol penyeimbang di masa injury time, tepatnya pada menit ke-90+1, memastikan laga berakhir dengan skor 2-2.
Hasil ini tentu menjadi kerugian besar bagi Malut United yang sudah di ambang kemenangan. Pelatih kepala Malut United, Hendri Susilo, menyoroti hilangnya fokus para pemainnya di menit-menit krusial. “Tak ada perbedaan melawan tim di klasemen bawah atau atas. Saya selalu mengingatkan pemain untuk selalu siap dan fokus agar dapat memenangkan pertandingan,” ujar Hendri Susilo.
Ia menambahkan, “Jika kami tidak siap dan tidak fokus bisa terpeleset lagi.” Peringatan ini terbukti benar, mengingat Semen Padang memang dikenal produktif di 15 menit akhir pertandingan.
Statistik Pertandingan dan Konteks Laga
Secara statistik, Semen Padang sedikit unggul dalam penguasaan bola dengan 55 persen berbanding 45 persen milik Malut United. Tuan rumah juga mencatatkan lima total tembakan dengan tiga mengarah ke gawang, sementara Malut United melepaskan empat tembakan dengan tiga tepat sasaran. Dominasi Semen Padang juga terlihat dari jumlah tendangan sudut, yakni tujuh berbanding dua.
Pertandingan ini juga menjadi laga perdana Malut United di bulan Ramadan, yang menurut Hendri Susilo, membutuhkan adaptasi khusus. “Semua pemain dalam keadaan baik. Bertepatan dengan bulan Ramadan, mungkin ada sedikit adaptasi karena bermain malam hari. Namun, hal ini bukan menjadi kendala karena pemain kami profesional yang bisa mengatasi situasi tersebut,” jelasnya.
Di akhir pertandingan, Malut United harus bermain dengan 10 pemain setelah Safrudin Tahar menerima kartu kuning kedua pada menit ke-90+10. Tambahan satu poin ini membuat Malut United tertahan di posisi keempat klasemen sementara dengan 41 poin, sementara Semen Padang mengumpulkan 16 poin dan masih berjuang keluar dari zona degradasi.