Sepuluh Jenazah Korban Longsor Pasirlangu Bandung Barat Dimakamkan Massal

Author Image

Hodak

28 Februari 2026

Sepuluh jenazah korban bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan , Kabupaten (KBB), akhirnya dimakamkan secara massal dalam satu liang lahat pada Jumat (27/2/2026). Keputusan ini diambil setelah upaya identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat selama lebih dari sebulan tidak membuahkan hasil yang pasti.

Prosesi pemakaman yang berlangsung khidmat tersebut dilaksanakan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Mati, Kampung Barunyatuh, Desa Pasirlangu, setelah salat Jumat. Ratusan warga turut hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada para korban yang identitasnya belum terungkap.

Identifikasi Sulit, Penandaan Post-Mortem Dilakukan

Sekretaris Daerah Bandung Barat, Ade Zakir, menjelaskan bahwa seluruh jenazah telah diambil sampel DNA. Namun, hingga saat ini, belum ada kecocokan dengan data antemortem dari pihak pelapor atau keluarga. Untuk menghormati korban dan memudahkan proses identifikasi di masa mendatang, pemakaman dilakukan dengan penandaan nomor pemeriksaan pascameninggal (post-mortem).

“Semua jenazah sudah diambil sampel DNA, tapi sampai saat ini belum ada yang cocok. Pemakaman massal dilakukan dengan penandaan nomor post-mortem,” ujar Ade Zakir di Bandung Barat, Jumat.

Ade menambahkan, penandaan ini bertujuan agar jika di kemudian hari ditemukan kecocokan data dengan kerabat, proses penelusuran identitas dapat lebih mudah dilakukan. Kesepuluh jenazah tersebut diserahkan oleh Rumah Sakit Sartika Asih bersama Wakil Bupati KBB sebelum dimakamkan.

Kendala Identifikasi dan Jumlah Korban

Kasubbidkespol Biddokes Polda Jawa Barat, AKBP Ani Rasiani, mengungkapkan salah satu kesulitan dalam proses identifikasi adalah karena sebagian korban berasal dari satu keluarga inti, yakni ayah, ibu, dan anak. Kondisi ini membuat pencocokan DNA membutuhkan waktu lebih lama, karena harus mencari kecocokan dengan sepupu atau saudara jauh.

“Kesulitan sebetulnya karena yang meninggal itu dalam satu keluarga inti, yaitu ayah, ibu, dan anak. Makanya ada tahap kedua untuk mencocokkan dengan sepupu atau saudara jauh, jadi tidak bisa langsung,” jelas AKBP Ani Rasiani.

Ani juga menyebutkan bahwa meskipun terdapat 12 kantong jenazah yang diterima, jumlah individu yang dimakamkan tetap 10. Hal ini karena dua kantong jenazah berisi bagian dari satu individu yang sama. Hingga 10 Februari 2026, Tim DVI telah berhasil mengidentifikasi 80 jenazah di Cisarua. Sementara itu, pemerintah daerah menerima laporan 80 orang hilang, dengan 64 di antaranya telah teridentifikasi sebagai warga setempat. Sepuluh jenazah yang dimakamkan massal ini masih belum dapat dipastikan apakah merupakan warga setempat atau bukan.

Kronologi Bencana Longsor

Bencana longsor yang menimpa Kampung Cigombong, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, KBB, terjadi pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026, sekitar pukul 02.00-03.00 WIB. Peristiwa ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut dalam durasi panjang, ditambah kondisi geologi yang rentan. Wilayah KBB didominasi batuan vulkanik tua yang telah lapuk, kemiringan lereng yang curam, serta keberadaan rekahan dan sesar geologi, yang semuanya memperbesar risiko longsor.

Longsor terjadi dalam dua gelombang beruntun. Gelombang pertama sekitar pukul 21.00 WIB, disusul longsor kedua dengan kekuatan lebih besar beberapa saat kemudian, memerangkap warga yang tengah beristirahat. Bencana ini menyebabkan puluhan rumah rata dengan tanah dan memaksa ratusan warga mengungsi.