Panggung World Table Tennis (WTT) Singapore Smash 2026 di OCBC Arena, The Kallang, Singapura, langsung diwarnai kejutan besar pada hari pembuka, 22 Februari 2026. Atlet tenis meja tuan rumah berhasil menumbangkan sejumlah unggulan, memicu euforia di kalangan penggemar lokal. Salah satu momen paling disorot adalah kemenangan dramatis Ser Lin Qian di nomor tunggal putri.
Ser Lin Qian, petenis meja berusia 19 tahun yang berstatus wildcard dengan peringkat dunia ke-126, sukses menaklukkan Zhang Mo dari Kanada, yang menduduki peringkat ke-58 dunia. Pertandingan sengit di babak 64 besar tunggal putri itu berakhir dengan skor 3-2 (11-5, 13-15, 9-11, 12-10, 12-10) untuk kemenangan Ser. Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Ser di babak utama Singapore Smash dan mengantarkannya melaju ke babak 32 besar.
Persiapan matang menjadi kunci keberhasilan Ser. Ia berlatih intensif dengan pelatih nasional Jing Junhong, yang secara khusus meniru gaya permainan Zhang Mo dengan forehand pimple setup-nya. “Ketika skor 10-10 (di gim terakhir), sangat intens, dan saya tahu diri saya, (saat) bermain poin-poin krusial seperti itu, saya sebenarnya sangat gugup,” ungkap Ser Lin Qian setelah pertandingan yang emosional. “Saya tidak percaya, saya benar-benar berhasil memercayai diri saya untuk mengeksekusi dan memenangkan pertandingan, jadi emosi menguasai saya setelah pertandingan.” Di babak selanjutnya, Ser akan menghadapi tantangan berat melawan Chen Yi, petenis meja Tiongkok peringkat delapan dunia.
Ganda Putra Singapura Juga Ukir Sejarah
Tidak hanya di sektor tunggal putri, kejutan juga datang dari nomor ganda putra. Pasangan Singapura, Clarence Chew dan Josh Chua, yang berada di peringkat 104 dunia, berhasil menyingkirkan pasangan Slovakia peringkat 18, Lubomir Pistej dan Jakub Zelinka. Chew dan Chua menunjukkan ketahanan luar biasa dengan dua kali bangkit dari ketertinggalan untuk mengamankan kemenangan 3-2 (3-11, 13-11, 8-11, 11-8, 11-6) di babak 32 besar.
Kemenangan ini terasa lebih manis mengingat mereka pernah kalah 3-1 dari pasangan Slovakia tersebut sebelumnya, menandakan adanya peningkatan taktik dan adaptasi yang signifikan. Selanjutnya, Chew dan Chua akan menghadapi ujian berat melawan pasangan Tiongkok peringkat enam dunia, Lin Shidong dan Huang Youzheng, di babak 16 besar.
Performa Lain Atlet Tuan Rumah
Performa gemilang atlet Singapura berlanjut di nomor ganda campuran, di mana juara SEA Games Zeng Jian dan Koen Pang berhasil membalikkan keadaan setelah tertinggal di gim pertama untuk mengalahkan pasangan Australia Nicholas Lum dan Liu Yangzi dengan skor 3-1 (9-11, 11-6, 11-2, 11-6). Mereka dijadwalkan bertemu pasangan India Manush Shah dan Diya Chitale di pertandingan berikutnya.
Sementara itu, di ganda putri, duo wildcard Chloe Lai (18 tahun) dan Loy Ming Ying (15 tahun) mencetak sejarah dengan menjadi pasangan Singapura pertama yang mencapai perempat final di level WTT Grand Smash. Mereka mengalahkan Yangzi Liu dan Yuan Wan dengan skor 3-2 (4-11, 11-8, 4-11, 11-9, 11-3).
Meski demikian, tidak semua hasil berpihak pada tim tuan rumah. Zeng Jian di tunggal putri harus mengakui keunggulan juara bertahan dan peringkat dua dunia Wang Manyu dari Tiongkok dalam pertandingan langsung. Izaac Quek, yang berpasangan dengan Ser Lin Qian di ganda campuran, juga harus menelan kekalahan dari pasangan Jerman Qiu Dang dan Sabine Winter. Koen Pang juga nyaris menciptakan kejutan di tunggal putra sebelum akhirnya kalah tipis 2-3 dari Patrick Franziska dari Jerman.
Singapore Smash 2026, yang menawarkan total hadiah sebesar 1,55 juta Dolar AS, akan berlangsung hingga 1 Maret 2026, menjanjikan lebih banyak aksi dan drama dari para petenis meja terbaik dunia.