Serangan Drone Guncang Kilang Saudi Aramco Ras Tanura dan Bandara Kuwait, Harga Minyak Melonjak

Raksasa minyak Arab Saudi, , dilaporkan menghentikan sementara operasional Ras Tanura pada Senin, 2 Maret 2026, menyusul serangan pesawat nirawak. Insiden ini segera memicu gejolak di pasar komoditas global, dengan harga minyak mentah jenis Brent melonjak tajam hingga menyentuh level 80 dolar AS per barel, yang merupakan titik tertinggi dalam empat tahun terakhir.

tidak hanya menargetkan fasilitas energi vital di Arab Saudi, tetapi juga meluas ke infrastruktur sipil di negara tetangga. Pada Sabtu, 28 Februari 2026, Bandara Internasional menjadi sasaran serangan drone, menyebabkan luka ringan pada beberapa pekerja dan kerusakan material terbatas.

Eskalasi Konflik di Kawasan Teluk

Serangkaian serangan ini terjadi di tengah eskalasi ketegangan di kawasan Teluk. Laporan mengindikasikan bahwa serangan-serangan tersebut merupakan bagian dari balasan Iran terhadap operasi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel. Garda Revolusi Iran bahkan mengklaim telah mengerahkan serangan rudal dan drone ke pangkalan-pangkalan AS di Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar, Irak, hingga Kuwait.

Dampak serangan drone juga terasa di Uni Emirat Arab. Bandara Internasional Zayed di Abu Dhabi menjadi target, mengakibatkan satu orang tewas dan tujuh lainnya luka-luka akibat puing-puing yang berjatuhan. Sementara itu, Bandara Internasional Dubai juga mengalami kerusakan minor pada salah satu konkorsnya, meskipun situasi berhasil dikendalikan dengan cepat.

Dampak pada Pasar Minyak dan Pelayaran

Kondisi ini diperparah oleh kekhawatiran akan stabilitas pasokan energi global. Eskalasi konflik yang melibatkan Iran secara virtual telah melumpuhkan aktivitas perdagangan di Selat Hormuz, jalur perairan yang sangat vital bagi ekonomi dunia. Hampir seperlima pasokan minyak mentah global setiap harinya transit melalui selat ini. Meskipun Teheran belum secara resmi menyatakan penutupan total jalur tersebut, para pemilik kapal tanker secara mandiri memutuskan untuk menghentikan sementara pelayaran demi menghindari risiko serangan di tengah konflik yang kian membara.

Kementerian Energi Arab Saudi mengonfirmasi serangan di kilang Ras Tanura dan menyatakan bahwa meskipun operasional dihentikan sementara, situasi di lapangan telah berhasil dikendalikan. Di Kuwait, televisi pemerintah melaporkan insiden di bandara sebagai serangan drone, dan sebagai respons, Kuwait membatalkan semua penerbangan ke Iran hingga pemberitahuan lebih lanjut.