Bintang Oklahoma City Thunder, Shai Gilgeous-Alexander (SGA), kembali menunjukkan performa gemilang di musim NBA 2025-2026, memimpin timnya bersaing di puncak Wilayah Barat. Dengan statistik individu yang luar biasa dan status sebagai juara bertahan, SGA kini berada di jalur untuk mengukir sejarah, termasuk potensi meraih gelar MVP kedua secara beruntun. Namun, perjalanannya tidak tanpa tantangan, terutama setelah sempat absen karena cedera dan menghadapi aturan ketat terkait kelayakan MVP.
Oklahoma City Thunder memulai musim ini sebagai juara bertahan NBA, sebuah pencapaian yang diraih setelah mengalahkan Indiana Pacers di Final NBA 2025. Tim asuhan pelatih Mark Daigneault ini menunjukkan dominasinya sejak awal, mencatatkan rekor 24-1 dan menyamai rekor start 25 pertandingan terbaik dalam sejarah NBA yang sebelumnya dipegang oleh Golden State Warriors musim 2015-2016. Hingga akhir Februari 2026, Thunder mempertahankan posisi teratas di Wilayah Barat dengan rekor impresif 45-15.
Dominasi Individu dan Efisiensi Luar Biasa
Performa individu Shai Gilgeous-Alexander menjadi motor utama kesuksesan Thunder. Melalui 49 pertandingan yang telah dimainkan, SGA rata-rata mencetak 31,8 poin, 6,4 assist, 4,4 rebound, dan 1,3 steal per pertandingan. Ia menempati posisi kedua dalam daftar pencetak poin terbanyak liga. Efisiensi tembakannya juga patut diacungi jempol, dengan persentase tembakan lapangan 55%, tembakan tiga poin 39%, dan tembakan bebas 89%, menghasilkan True Shooting (TS) sebesar 66,7%.
SGA tidak hanya unggul dalam menyerang, tetapi juga menunjukkan kontribusi defensif yang signifikan. Ia masuk dalam 25 besar pemain dengan defensive rating terbaik, 15 besar dalam total steal dan defleksi, empat besar dalam defensive win-shares, serta enam besar dalam total blok di antara pemain backcourt. Salah satu momen defensifnya yang mencolok adalah menjadi satu-satunya pemain yang berhasil memblok tembakan Victor Wembanyama dua kali dalam satu musim.
Musim ini juga diwarnai dengan pencapaian bersejarah bagi SGA. Pada 22 Desember 2025, ia mencatatkan 100 pertandingan berturut-turut dengan minimal 20 poin, sebuah rekor yang hanya pernah dicapai oleh legenda Wilt Chamberlain. Kemudian, pada 21 Januari 2026, dalam kemenangan atas Milwaukee Bucks, SGA menorehkan 40 poin, 7 rebound, dan 11 assist dengan akurasi tembakan 16 dari 19 percobaan. Ini menjadikannya pemain kedua dalam sejarah NBA, selain Wilt Chamberlain, yang mampu mencetak 40+ poin, 10+ assist, dan 5+ rebound dengan akurasi tembakan minimal 80% dalam satu pertandingan. Atas performa cemerlangnya, SGA juga dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Wilayah Barat untuk bulan Desember 2025.
Perburuan MVP dan Tantangan Cedera
Dengan performa konsistennya, Shai Gilgeous-Alexander menjadi kandidat terdepan untuk meraih penghargaan MVP kedua secara beruntun. Jika berhasil, ia akan menjadi pemain ke-15 dalam sejarah liga yang mampu mencapai prestasi tersebut. Namun, perjalanannya sempat terhambat setelah ia menepi sejak 3 Februari karena cedera otot perut, yang membuatnya absen dalam 11 pertandingan.
Kembalinya SGA ke lapangan pada Jumat malam, 27 Februari 2026, dalam pertandingan melawan rival konferensi Denver Nuggets, sangat dinantikan. Namun, cedera ini membawa tantangan serius terkait kelayakan MVP. Berdasarkan “aturan 65 pertandingan” NBA yang diterapkan sebelum musim 2023-2024, seorang pemain hanya boleh melewatkan maksimal 17 pertandingan (atau 18 jika mencapai Final NBA Cup) untuk tetap memenuhi syarat penghargaan akhir musim. Dengan 11 pertandingan yang sudah dilewatkan, SGA hanya bisa absen enam pertandingan lagi agar tidak didiskualifikasi dari perburuan MVP.
Mentalitas Juara dan Konsistensi
Di balik statistik dan rekor, mentalitas juara SGA menjadi kunci. Ia tidak puas hanya dengan satu gelar. “Saya tidak bermain basket dan mengambil basket hanya untuk menang sekali dan selesai, saya kira sesederhana itu,” ujar Gilgeous-Alexander. “Saya berusaha menjadi versi terbaik dari diri saya dan memenangkan sebanyak mungkin.” Konsistensi juga menjadi filosofi hidupnya. “Seluruh hidup saya konsisten. Segala sesuatu yang saya lakukan—mulai dari apa yang saya makan, kapan saya tidur, hingga pemulihan saya—adalah bagian dari rutinitas,” tambahnya.
Dengan OKC Thunder yang memimpin Wilayah Barat dan Shai Gilgeous-Alexander yang terus menunjukkan performa MVP, sisa musim 2025-2026 akan menjadi tontonan menarik. Perjalanan SGA untuk mengukir namanya lebih dalam di buku sejarah NBA, sambil menyeimbangkan ambisi pribadi dan kesehatan tim, benar-benar seperti berjalan di atas tali tipis menuju keabadian.