Aktor Hollywood Shia LaBeouf kembali menjadi sorotan publik setelah ditangkap di New Orleans, Amerika Serikat, pada 17 Februari 2026, di tengah perayaan Mardi Gras. Penangkapan ini menyusul tuduhan penganiayaan terhadap dua pria di sebuah bar di French Quarter.
Insiden tersebut bermula ketika LaBeouf, yang dikenal melalui perannya dalam film ‘Transformers’ dan ‘Even Stevens’, diduga menyebabkan keributan dan bertindak semakin agresif di dalam sebuah tempat usaha. Setelah seorang karyawan mencoba mengeluarkannya, LaBeouf dilaporkan memukul seorang pria berkali-kali dengan tangan kosong di luar bar. Saksi mata menyebutkan bahwa aktor berusia 39 tahun itu sempat meninggalkan lokasi namun kembali dan melanjutkan tindakan agresifnya, bahkan memukul hidung pria lain. Sebuah video insiden tersebut menunjukkan LaBeouf mendorong seseorang hingga jatuh dan memukul wajah orang lain, yang diduga menyebabkan hidungnya bergeser.
LaBeouf didakwa dengan dua tuduhan baterai sederhana. Selain itu, ia juga dituduh berulang kali menggunakan cercaan homofobia saat menyerang beberapa orang. Salah satu korban yang diidentifikasi adalah Jeffrey Damnit, seorang penghibur lokal yang dikenal sebagai Jeffrey Klein dalam laporan polisi. Damnit menyatakan bahwa LaBeouf memukul dan mendorongnya beberapa kali.
Setelah insiden 17 Februari, LaBeouf sempat dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan luka-luka yang tidak diketahui, sebelum kemudian ditangkap dan ditahan. Ia kemudian dibebaskan dengan jaminan. Pada 28 Februari 2026, LaBeouf kembali ditangkap atas satu dakwaan baterai sederhana tambahan yang terkait dengan insiden yang sama.
Reaksi dan Konteks Hukum
Hakim Simone Levine telah memerintahkan LaBeouf untuk menjalani perawatan penyalahgunaan zat, melakukan tes narkoba mingguan, dan menetapkan jaminan sebesar 100.000 dolar AS. Pengacara LaBeouf, Sarah Chervinsky, mengkritik jumlah jaminan tersebut, menyatakan, “Tidak ada orang biasa yang akan diminta untuk membayar jaminan lebih dari 100.000 dolar AS, dan dipenjara dua kali terpisah untuk satu insiden pelanggaran ringan. Sama seperti dia tidak pantas mendapatkan perlakuan istimewa, Tuan LaBeouf juga tidak pantas diperlakukan lebih keras oleh polisi dan pengadilan hanya karena dia adalah figur publik.”
LaBeouf sendiri telah angkat bicara mengenai insiden tersebut dalam sebuah wawancara dengan Channel 5 bersama Andrew Callaghan pada 1 Maret 2026. Ia mengakui, “Perilaku saya [adalah] omong kosong. Saya harus menghadapinya.” Aktor tersebut juga menambahkan bahwa ia percaya masalahnya lebih berakar pada masalah kemarahan dan ego daripada alkohol. “Saya pikir saya punya masalah yang berbeda, dan saya akan mengatasinya… Saya pikir saya punya kompleks pria kecil,” ujarnya. Sidang pengadilan LaBeouf berikutnya terkait dakwaan baterai Mardi Gras dijadwalkan pada 19 Maret 2026.
Jejak Kontroversi Shia LaBeouf
Penangkapan di New Orleans ini menambah panjang daftar masalah hukum dan kontroversi yang melibatkan Shia LaBeouf sepanjang kariernya. Pada tahun 2017, ia ditangkap di Georgia atas tuduhan mabuk di depan umum, perilaku tidak tertib, dan menghalangi petugas, di mana ia juga melontarkan komentar rasis. Insiden tersebut membuatnya dijatuhi hukuman percobaan dan diperintahkan untuk mencari terapi untuk masalah kemarahan dan penyalahgunaan zat.
Sebelumnya, pada tahun 2014, LaBeouf juga pernah ditangkap di New York City atas tuduhan perilaku tidak tertib, pelecehan, dan pelanggaran pidana saat pertunjukan ‘Cabaret’. Ia mengaku bersalah atas perilaku tidak tertib dan mencari perawatan rawat jalan untuk alkoholisme. Pada tahun 2020, ia didakwa dengan baterai ringan dan pencurian kecil di Los Angeles, namun dakwaan tersebut kemudian dibatalkan setelah ia menyelesaikan program pengalihan.
Selain itu, LaBeouf juga menghadapi gugatan hukum dari mantan kekasihnya, penyanyi FKA Twigs (Tahliah Barnett), pada Desember 2020, atas tuduhan baterai seksual, penyerangan, dan penderitaan emosional. Gugatan tersebut diselesaikan di luar pengadilan pada Juli 2025 dengan persyaratan yang tidak diungkapkan. Meskipun LaBeouf sempat meminta maaf setelah gugatan diajukan, ia kemudian membantah tuduhan tersebut.
Di tengah gejolak pribadinya, LaBeouf juga diketahui telah mengkonfirmasi masuk Katolik pada 31 Desember 2023, dan dilaporkan berencana untuk menjadi diakon pada awal 2024. Ia juga masih aktif di dunia perfilman dengan beberapa proyek mendatang, termasuk ‘Megalopolis’ (2024), ‘Angel of Death’ (2026), dan sebuah film David Mamet yang belum diberi judul.