Aktor Hollywood Shia LaBeouf kembali menjadi perbincangan hangat setelah ditangkap di New Orleans pada perayaan Mardi Gras awal Februari 2026. Insiden yang berujung pada dua tuduhan penyerangan sederhana ini kemudian disusul dengan surat perintah penangkapan kedua, memicu LaBeouf untuk buka suara dalam sebuah wawancara yang menghebohkan.
Penangkapan pertama LaBeouf terjadi pada Selasa dini hari, 17 Februari 2026, di Royal Street Inn & R Bar, Faubourg Marigny, New Orleans. Polisi menanggapi laporan keributan di mana LaBeouf dituduh menjadi agresif. Menurut laporan, ia mencoba memukul manajer bar, kemudian memukul seorang pelanggan pria beberapa kali, dan seorang pria kedua di hidung. Saksi mata juga melaporkan bahwa bintang film “Transformers” itu melontarkan makian homofobik, termasuk “You’re a f****** faggot,” kepada para korban. Ia sempat ditahan oleh warga sekitar hingga polisi tiba di lokasi.
Setelah penangkapan awal, LaBeouf dibebaskan dengan jaminan dan bahkan terlihat menari di Bourbon Street dengan surat pembebasannya di mulut. Namun, situasi memanas kembali ketika surat perintah penangkapan kedua dikeluarkan pada Jumat, 27 Februari 2026, atas tuduhan penyerangan sederhana tambahan terkait insiden yang sama, menyusul laporan dari korban lain. LaBeouf kemudian menyerahkan diri secara sukarela ke penjara Paroki Orleans pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Dalam sidang pengadilan, Hakim Simone Levine menetapkan jaminan sebesar $100.000 dan memerintahkan LaBeouf untuk menjalani tes narkoba serta mengikuti program perawatan penyalahgunaan zat. Pengacara LaBeouf, Sarah Chervinsky, berargumen bahwa kliennya tidak seharusnya diperlakukan lebih keras hanya karena statusnya sebagai figur publik.
Tak lama setelah penangkapan keduanya, LaBeouf tampil dalam wawancara berdurasi satu jam dengan Andrew Callaghan di serial web “Channel 5 with Andrew Callaghan” yang dirilis pada Sabtu, 28 Februari 2026. Dalam wawancara tersebut, LaBeouf secara terbuka membahas insiden di New Orleans dan refleksi pribadinya.
Ia mengakui kesalahannya, menyatakan, “Perilaku saya… saya harus menghadapinya. Saya salah karena menyentuh siapa pun, kapan pun.” LaBeouf juga menambahkan, “Saya mabuk, dan saya merasa dilanggar, dalam hal kedekatan saya. Tapi saya tidak dalam pikiran yang benar, jadi itu salah saya.”
Menariknya, LaBeouf menyangkal memiliki masalah minum. “Saya tidak berpikir saya punya masalah minum. Saya pikir saya punya masalah yang berbeda, dan saya akan mengatasinya,” ujarnya. Ia mengaitkan kemarahannya dengan “kemarahan dan ego” serta “kompleks pria kecil.” Dalam pengakuan yang mengejutkan, LaBeouf juga mengungkapkan ketakutannya. “Jujur saja, pria gay besar menakutkan bagi saya,” katanya. “Ketika saya berdiri sendiri dan tiga pria gay di sebelah saya menyentuh kaki saya, saya ketakutan. Maaf. Jika itu homofobik, maka saya adalah itu.”
Meskipun menghadapi situasi hukum yang serius, LaBeouf menggambarkan pengalamannya di penjara sebagai “cukup lucu.” Ia menyebut staf penjara “sangat baik” dan bahkan berbagi sel dengan seorang narapidana lain, berbagi selimut dan makanan, yang menurutnya “cukup intim.”
Insiden ini menambah daftar panjang masalah hukum yang pernah dihadapi LaBeouf, termasuk penangkapan pada tahun 2014 karena mengganggu pertunjukan Broadway dan penangkapan pada tahun 2017 di Georgia. Pada Juli 2025, ia juga mencapai penyelesaian dalam gugatan yang diajukan oleh mantan kekasihnya, FKA twigs, terkait tuduhan penyerangan seksual, penyerangan, dan penderitaan emosional.