Simone Inzaghi di Ujung Tanduk di Al-Hilal, Rumor Pemecatan Menguat Setelah Rentetan Hasil Imbang

Author Image

Hodak

28 Februari 2026

Kursi pelatih Simone Inzaghi di klub raksasa Liga Pro Saudi, Al-Hilal, dikabarkan tengah bergoyang kencang. Rumor pemecatan sang juru taktik asal Italia ini semakin menguat menyusul rentetan hasil mengecewakan yang membuat Al-Hilal terlempar dari puncak klasemen.

Tekanan Meningkat di Riyadh

Menurut laporan media Arab pada 26 Februari 2026, pertemuan luar biasa bahkan direncanakan untuk membahas nasib Inzaghi. Mantan pelatih Inter Milan ini disebut-sebut menghadapi “neraka emas” di Arab Saudi, hanya berselang setengah musim setelah kedatangannya. Para penggemar dan media lokal menyuarakan kekecewaan atas performa tim yang dianggap tidak sebanding dengan investasi besar yang telah digelontorkan klub.

Al-Hilal, yang diperkuat deretan bintang seperti Yassine Bounou, Kalidou Koulibaly, Ruben Neves, Sergej Milinkovic-Savic, Malcom, Salem Al-Dawsari, Aleksandar Mitrovic, dan Karim Benzema yang baru bergabung Januari lalu, kini berada di posisi ketiga Liga Pro Saudi. Mereka tertinggal dari Al-Ahli dan Al-Nassr yang diperkuat Cristiano Ronaldo. Situasi ini berbanding terbalik dengan kondisi sebelumnya di mana Al-Hilal sempat memimpin klasemen dengan keunggulan poin yang cukup nyaman.

Penyebab utama tekanan ini adalah serangkaian hasil imbang yang diraih Al-Hilal. Dalam tujuh pertandingan terakhir di liga, tim asuhan Inzaghi hanya mampu meraih lima hasil imbang, termasuk saat menghadapi tim zona degradasi Al Taawon. Catatan ini membuka jalan bagi Al-Nassr untuk menyalip mereka di tabel klasemen.

Kontrak Fantastis Jadi Penghalang

Salah satu hambatan terbesar bagi manajemen Al-Hilal untuk mengambil keputusan pemecatan adalah kontrak fantastis Simone Inzaghi. Pelatih berusia 49 tahun ini menandatangani kontrak dua tahun hingga akhir musim 2026/2027 dengan gaji mencapai €26 juta (sekitar Rp482 miliar hingga Rp557 miliar) per musim. Angka ini menempatkannya sebagai salah satu pelatih dengan bayaran tertinggi di dunia.

Inzaghi sendiri baru resmi ditunjuk sebagai pelatih Al-Hilal pada Juni 2025. Ia datang setelah mengakhiri masa baktinya yang sukses bersama Inter Milan. Di Inter, Inzaghi berhasil mempersembahkan satu gelar Serie A (2023-2024), dua Coppa Italia, dan tiga Piala Super Italia, serta membawa timnya dua kali mencapai final Liga Champions pada 2023 dan 2025. Kepergiannya dari Inter terjadi setelah kekalahan telak 0-5 dari Paris Saint-Germain di final Liga Champions 2025.

Sebelum menerima pinangan Al-Hilal, Inzaghi sempat menepis rumor kepindahannya, menyatakan “gila” untuk memikirkan masa depan di tengah persiapan final Liga Champions. Namun, tawaran menggiurkan dari Al-Hilal akhirnya tak bisa ditolak, meskipun keluarganya sempat mencoba meyakinkannya untuk tetap di Eropa. Bahkan, Inzaghi bukanlah pilihan pertama Al-Hilal, yang sebelumnya mengincar Carlo Ancelotti.

Tantangan Menanti

Terlepas dari rumor pemecatan, Inzaghi dan Al-Hilal masih memiliki beberapa kompetisi penting di depan mata. Mereka akan berlaga di Liga Champions Asia, King’s Cup, dan yang paling prestisius, Piala Dunia Antarklub FIFA 2025. Di Piala Dunia Antarklub, Al-Hilal tergabung di Grup H bersama raksasa Eropa Real Madrid, FC Salzburg, dan Pachuca. Pertandingan-pertandingan ini akan menjadi ujian berat sekaligus kesempatan bagi Inzaghi untuk membuktikan kualitasnya dan meredakan tekanan yang terus membayangi.