Simulasi TKA SD 2026 Berlangsung, Ini Panduan Generate Nopes dan Peran Kemendikdasmen

Pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 2026 telah resmi ditutup pada Sabtu, 28 Februari 2026 lalu. Saat ini, para peserta TKA SD tengah memasuki fase simulasi yang berlangsung hingga 8 Maret 2026, sementara simulasi TKA SMP telah berakhir pada 1 Maret 2026. Di tengah persiapan menuju gladi bersih dan pelaksanaan utama, salah satu tahapan krusial yang kerap menimbulkan pertanyaan adalah proses generate Nomor Peserta (Nopes) TKA.

Memahami Nopes TKA dan Peran Kemendikdasmen

merupakan singkatan dari Nomor Peserta Tes Kemampuan Akademik, sebuah identitas unik yang secara otomatis diterbitkan oleh sistem untuk setiap calon peserta ujian. Nomor ini memiliki fungsi vital sebagai syarat wajib dalam mengikuti TKA; tanpa Nopes, siswa tidak dapat mencetak kartu ujian dan otomatis tidak bisa berpartisipasi dalam tes.

Kementerian dan Menengah (), melalui Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (), menegaskan bahwa TKA dirancang sebagai instrumen asesmen yang terstandar, objektif, dan kredibel untuk mengukur capaian akademik murid pendidikan dasar. Hasil TKA diharapkan menjadi rujukan bagi satuan pendidikan, orang tua, dan pemangku kepentingan dalam upaya peningkatan mutu layanan pendidikan. Penting dicatat, TKA bukanlah ujian kelulusan dan tidak bersifat wajib, namun hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai salah satu dasar seleksi jalur prestasi akademik dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang SMP dan SMA.

Proses Generate Nopes TKA: Bukan Tugas Operator Sekolah

Banyak operator sekolah kerap salah memahami bahwa proses generate Nopes TKA adalah tanggung jawab mereka. Faktanya, berdasarkan informasi resmi dari BSKAP Kemendikdasmen, penerbitan Nopes TKA sepenuhnya dilakukan oleh operator pendataan pendaftaran di tingkat kabupaten/kota/provinsi/cabang dinas pendidikan.

Secara teknis, operator pendataan di tingkat daerah hanya perlu mengklik tombol “trigger kunci” pada sistem. Setelah tombol tersebut diklik, sistem akan secara otomatis menerbitkan Daftar Nominasi Tetap (DNT) yang di dalamnya sudah memuat nomor peserta masing-masing siswa.

Alur Pendaftaran dan Peran Sekolah dalam Penerbitan Nopes

Meskipun generate Nopes TKA bukan tugas sekolah, peran satuan pendidikan sangat krusial dalam memastikan seluruh data peserta siap. Sebelum operator pendataan dapat menerbitkan Nopes, sekolah diwajibkan mengunggah seluruh data peserta ke laman TKA dan menuntaskan semua tahapan pendaftaran.

Berikut adalah alur pendaftaran TKA yang melibatkan berbagai pihak:

  • Operator Sekolah: Bertanggung jawab memverifikasi data seluruh peserta didik yang diimpor ke sistem TKA. Jika ada ketidaksesuaian data, proses impor ulang dapat dilakukan. Setelah data benar, operator mencetak formulir pendaftaran dan mendistribusikannya kepada murid. Selanjutnya, operator sekolah menerima kembali formulir yang telah diisi, memverifikasi biodata peserta, memvalidasi data pada aplikasi pendataan TKA, dan menyimpannya.
  • Orang Tua/Wali Murid: Memverifikasi identitas pribadi murid pada formulir pendaftaran. Mereka memiliki hak untuk memilih apakah anaknya akan mengikuti TKA atau tidak. Formulir yang telah diisi kemudian dikembalikan ke sekolah, disertai pasfoto 3×4 terbaru.
  • Murid: Mengisi formulir pernyataan keikutsertaan yang diterbitkan sekolah dan telah disetujui orang tua/wali. Murid menyerahkan formulir beserta foto terbaru kepada pihak sekolah. Murid juga akan mengecek nama pada Daftar Nominasi Sementara (DNS) dan menandatanganinya jika data sudah sesuai. Apabila ditemukan kesalahan data, perbaikan dapat dilakukan melalui sistem Verval PD atau laman NISN Kemendikdasmen.
  • Operator Pendataan Kabupaten/Kota/Provinsi: Setelah data dari sekolah lengkap, operator ini akan menerbitkan Daftar Nominasi Sementara (DNS) sebagai dasar verifikasi lanjutan. Mereka kemudian melakukan audit akhir terhadap DNS yang masuk dan mengklik fitur “Kunci” di dasbor mereka setelah semua lembar dinyatakan sah, yang kemudian akan menerbitkan Daftar Nominasi Tetap (DNT) dan nomor peserta resmi.

Setelah DNT ditetapkan oleh dinas pendidikan provinsi, sekolah akan membagikan kartu peserta TKA kepada murid, dan kartu login untuk akses ujian akan diserahkan paling lambat sebelum pelaksanaan sesi tes pertama.

Mengatasi Status ‘Silang Merah’ pada Nopes TKA

Tidak jarang operator sekolah panik saat melihat status generate Nopes di sistem masih menampilkan tanda silang merah. Kondisi ini sebenarnya wajar dan bukan berarti sistem bermasalah atau pendaftaran gagal. Tanda silang merah menandakan bahwa proses generate Nopes belum selesai dijalankan oleh tim teknis pusat TKA.

Untuk mengatasinya, operator sekolah perlu memastikan beberapa hal:

  • Pastikan status impor peserta sudah berceklis hijau. Jika impor data belum selesai, proses generate Nopes tidak akan berjalan.
  • Cek status finalisasi data peserta melalui menu finalisasi dan unggah DNS. Status finalisasi juga harus sudah menampilkan ceklis hijau.
  • Pastikan DNS sudah diunggah ke laman TKA oleh satuan pendidikan.

Jika semua tahapan tersebut sudah selesai dan berstatus hijau, operator sekolah cukup menunggu. Proses teknis selanjutnya berada di tangan tim pusat TKA dan nomor peserta akan terbit secara otomatis. Apabila status silang merah masih berlanjut dalam jangka waktu yang cukup lama, langkah terbaik adalah segera menghubungi operator pendataan daerah.

Jadwal Penting TKA SD dan SMP 2026

Berikut adalah jadwal lengkap pelaksanaan TKA untuk jenjang SD dan SMP di tahun 2026 yang perlu diperhatikan:

  • Pendaftaran: 19 Januari – 28 Februari 2026 (Telah ditutup).
  • Simulasi TKA Jenjang SMP: 23 Februari – 1 Maret 2026 (Telah berakhir).
  • Simulasi TKA Jenjang SD: 2 – 8 Maret 2026 (Sedang berlangsung).
  • Gladi Bersih: 9 – 17 Maret 2026.
  • Pelaksanaan Utama TKA Jenjang SMP: 6 – 16 April 2026.
  • Pelaksanaan Utama TKA Jenjang SD: 20 – 30 April 2026.
  • Pelaksanaan Susulan: 11 – 19 Mei 2026.
  • Pengolahan Hasil: 20 – 24 Mei 2026.
  • Pengumuman Hasil: 26 Mei 2026.

Kepala BSKAP Toni Toharudin sebelumnya menegaskan bahwa tahap pendaftaran merupakan fondasi penting dalam rangkaian pelaksanaan TKA Tahun 2026. “Pembukaan pendaftaran ini menjadi momentum bagi satuan pendidikan untuk mempersiapkan asesmen secara lebih terencana. TKA dirancang sebagai instrumen yang adil dan terstandar untuk menggambarkan kemampuan akademik murid,” ujarnya.

Dengan integrasi TKA dengan Asesmen Nasional (AN) mulai tahun ini, Kemendikdasmen berharap dapat membangun ekosistem data pendidikan yang bersih dan berintegritas, dengan persyaratan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) yang valid sebagai syarat mutlak kepesertaan.