Kota Singkawang, Kalimantan Barat, bersiap menyambut puncak perayaan Festival Cap Go Meh 2026 yang jatuh pada hari ini, 3 Maret 2026. Kesiapan matang telah ditunjukkan oleh Pemerintah Kota bersama unsur TNI dan Polri, terutama dalam aspek pengamanan dan koordinasi lintas sektor. Perayaan tahun ini memiliki makna istimewa karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan, menjadikannya simbol harmoni dan keberagaman yang kuat di kota berjuluk ‘Kota Seribu Kelenteng’ tersebut.
Pengamanan Berlapis untuk Kelancaran Acara
Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan kondusif, TNI dan Polri telah mengerahkan 935 personel gabungan. Kesiapan ini disampaikan dalam konferensi pers di Singkawang, sebagai bagian dari pelaksanaan Operasi Liong Kapuas 2026. Operasi pengamanan ini berlangsung sejak 16 Februari hingga 4 Maret 2026.
Wakil Kepala Polres Singkawang, Kompol Riko Syafutra, menegaskan komitmen aparat. “Dalam rangka pengamanan ini, kami melaksanakan Operasi Liong Kapuas 2026 untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan Imlek dan Cap Go Meh berjalan aman dan kondusif,” ujarnya. Pengamanan diperkuat oleh personel dari Polda Kalimantan Barat serta tiga Polres penyangga, yakni Polres Sambas, Polres Bengkayang, dan Polres Mempawah. Pada hari puncak perayaan, pengamanan dibagi dalam tiga ring: Ring 1 untuk area utama dan tamu VIP/VVIP, Ring 2 untuk penonton, dan Ring 3 untuk jalur serta akses keluar-masuk lokasi kegiatan.
Komandan Kodim 1202/Singkawang, Letkol Muhammad Ivan Juniar, turut menegaskan dukungan penuh TNI. “Cap Go Meh di Singkawang sudah dikenal secara nasional dan kota ini menjadi barometer toleransi di Indonesia. Keberagaman adalah kekuatan yang harus kita jaga bersama,” katanya. Sementara itu, Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Bambang Suharyono, menambahkan bahwa pengamanan Cap Go Meh merupakan atensi khusus mengingat skala acaranya yang bertaraf internasional. “Polda Kalbar memberikan dukungan penuh terhadap Polres Singkawang dalam mengamankan perayaan Cap Go Meh 2026. Gladi bersih ini adalah bentuk komitmen kami untuk meminimalisir segala potensi kerawanan, baik itu kemacetan lalu lintas maupun gangguan kamtibmas lainnya,” jelasnya.
Harmoni dalam Keberagaman di Tengah Ramadan
Perayaan Cap Go Meh 2026 di Singkawang menjadi lebih istimewa karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menekankan bahwa momentum ini adalah simbol nyata toleransi. “Festival Cap Go Meh ini bukan sekedar agenda tahunan, namun budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Kota Singkawang. Tradisi ini lahir dan tumbuh dalam keberagaman, sekaligus menjadi simbol keharmonisan antarumat beragama dan etnis,” ungkap Tjhai Chui Mie.
Pemerintah Kota bersama panitia telah berkoordinasi untuk menyelaraskan rangkaian kegiatan agar dapat berjalan berdampingan dengan tetap menghormati umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa. Penyesuaian dilakukan pada jadwal atraksi, volume suara, dan jeda menjelang waktu berbuka puasa. Bahkan, pawai lampion dimulai pukul 20.30 WIB setelah salat tarawih. Untuk mengakomodasi kebutuhan kuliner, Pemkot Singkawang juga membuka ‘Singkawang Ramadan Fair 2026’ untuk takjil, sementara festival kuliner Cap Go Meh yang menyajikan hidangan non-halal ditempatkan di area khusus seperti Kridasana.
Persiapan Infrastruktur dan Target Wisatawan
Panitia penyelenggara, yang diketuai oleh Bun Cin Thong atau Athong, memastikan persiapan utama telah memasuki tahap akhir. Panggung kehormatan di Jalan Firdaus, depan Kantor Wali Kota Singkawang, telah rampung sekitar 90 persen. Penataan hias kota juga telah selesai. Festival kuliner akan dibuka mulai 28 Februari hingga 3 Maret 2026. Sebanyak 3.000 kursi penonton dan 600 kursi VIP disiapkan untuk kenyamanan pengunjung.
Festival Cap Go Meh Singkawang 2026 menargetkan satu juta kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Target ini dinilai realistis mengingat tren peningkatan kunjungan dalam beberapa tahun terakhir. Lonjakan wisatawan diharapkan dapat mendongkrak okupansi hotel, penjualan UMKM, jasa transportasi, dan sektor ekonomi lokal lainnya. Sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk menteri, Ketua MPR RI, Duta Besar Tiongkok, hingga tokoh intelijen Hendropriyono, dijadwalkan hadir, menambah semarak perayaan berskala internasional ini.
Bogor Turut Merayakan dengan Semangat Toleransi
Tidak hanya Singkawang, Kota Bogor juga menggelar Bogor Street Festival (CGM–BSF) 2026 pada 1–3 Maret di kawasan Jalan Suryakencana. Perayaan ini juga mengusung tema ‘Harmony in Diversity’ dan bertepatan dengan Ramadan. Ketua Panitia CGM–BSF 2026, Arifin Himawan, menyatakan, “Cap Go Meh dan Ramadhan hadir di waktu yang sama bukan menjadi hambatan, melainkan bukti bahwa Bogor mampu merawat tradisi sekaligus menjaga kekhusyukan ibadah. Inilah wajah Kota Bogor yang menjunjung harmoni.”
Di Bogor, Jalan Suryakencana akan ditutup dari sore hingga malam untuk arak-arakan budaya dan festival kuliner. Penyesuaian jadwal dilakukan agar tidak mengganggu ibadah puasa, dengan puncak parade budaya berlangsung setelah salat tarawih, sekitar pukul 21.00 hingga 23.00 WIB. Rangkaian acara juga mencakup buka bersama 400 anak yatim dan Pasar Malam Jadoel yang menghadirkan sekitar 120 tenant kuliner dan produk lokal.