Sinyal Pelemahan RSI Bitcoin: Harga Terjebak di Zona Krusial

Harga (BTC) menunjukkan pergerakan yang tidak pasti pada akhir Maret 2026, dengan indikator teknikal mengirimkan sinyal beragam di tengah sentimen pasar yang bergejolak. Meskipun sempat rebound, pelemahan pada Relative Strength Index () mengindikasikan potensi risiko, sementara aset utama ini masih terperangkap dalam zona harga krusial.

Sebuah grafik yang dibagikan oleh analis Ted Pillows menyoroti Bitcoin yang kehilangan tren naik RSI pada kerangka waktu harian, sebuah sinyal yang dapat menunjukkan memudarnya momentum setelah pemulihan baru-baru ini. Pola ini disebut-sebut menyerupai pergerakan pada Januari 2026, di mana momentum melemah sebelum harga bergerak lebih rendah. Indeks Kekuatan Relatif (RSI) 14-hari Bitcoin sempat berada di angka 35.760 pada 23 Maret 2026, mengindikasikan sinyal “Jual”. Namun, laporan terbaru pada 24 Maret 2026 menunjukkan RSI 14-hari di 55.094, yang menyiratkan sinyal “Beli”, sementara RSI mingguan tercatat 45.66 yang cenderung “bearish”. dari Binance pada 24 Maret 2026 juga mencatat RSI berada dalam zona netral 30-70, namun dengan divergensi bearish dalam 14 candle terakhir, sebuah sinyal lemah untuk pembalikan harga.

Selain sinyal RSI yang melemah, Bitcoin juga menghadapi tantangan karena terjebak dalam apa yang disebut “zona tanpa perdagangan” yang signifikan. Zona ini, yang membentang antara US$65.636 dan US$70.685, merupakan area di mana lebih dari 1,72 juta BTC terakhir kali ditransaksikan. Analis Ali Charts menyebut area ini sebagai “No Trade Zone” karena pergerakan harga cenderung choppy dan tidak menentu di dalamnya, menjadikannya medan pertempuran utama antara pembeli dan penjual.

Untuk keluar dari kondisi ini, penembusan yang jelas diperlukan. Dorongan harga di atas US$70.685 dapat menunjukkan kekuatan dan membuka pintu menuju level resistensi yang lebih tinggi, termasuk US$73.200, US$82.045, US$83.307, dan US$84.569. Sebaliknya, penurunan di bawah US$65.636 dapat melemahkan struktur harga saat ini dan menggeser fokus ke level support yang lebih rendah. Pada 23 Maret 2026, Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$70.740, setelah sempat anjlok hingga menyentuh level terendah dua pekan di kisaran US$67.371. Level US$68.000, yang bertepatan dengan rata-rata pergerakan eksponensial 200 minggu (200-week EMA), dianggap sebagai area yang sangat menarik untuk akumulasi bagi pelaku pasar yang masih berpandangan bullish.

Faktor makroekonomi dan geopolitik turut memperkeruh prospek Bitcoin. Ketegangan yang meningkat antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran telah memicu aksi jual di aset berisiko secara global, termasuk Bitcoin, dan meredupkan narasi lama bahwa Bitcoin adalah aset safe haven di tengah krisis. Peter Tchir, Kepala Strategi Makro di Academy Securities, menilai Bitcoin saat ini terjebak dalam arus jual yang lebih luas, serupa dengan pasar saham. Ia juga menambahkan bahwa lonjakan harga energi membuat proses penambangan Bitcoin menjadi jauh lebih mahal.

Keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) juga menjadi katalis utama yang dipantau ketat oleh pasar. Pasar telah memperkirakan probabilitas 92% lebih untuk mempertahankan suku bunga di 3.50–3.75%, namun nada dari dot plot dan konferensi pers Ketua The Fed Jerome Powell akan menentukan apakah Bitcoin akan bergerak menuju US$78.000–US$80.000 atau berbalik arah menuju US$68.000–US$70.000. Meskipun demikian, ada juga laporan aliran modal institusional yang mulai kembali masuk, mendorong permintaan BTC.

Sentimen pasar saat ini cenderung didominasi oleh “Ketakutan Ekstrem”, dengan Indeks Fear & Greed Bitcoin mencapai 15/100 pada 18 Maret 2026. Namun, beberapa analis melihat ini sebagai tanda kapitulasi, yang dapat membersihkan “tangan lemah” dan mengencangkan pasokan. Analis Michaël van de Poppe menyoroti bahwa valuasi Bitcoin terhadap emas menunjukkan sinyal monthly engulfing, pola yang pernah bertepatan dengan titik terendah pasar bearish pada tahun 2015, 2018, dan 2020.

Proyeksi harga Bitcoin untuk Maret 2026 bervariasi. Jika Bitcoin mampu bertahan di atas zona support US$67.500, harga dapat naik 5%-7% dan mencapai US$72.000 pada akhir Maret 2026. Bahkan, ada proyeksi yang lebih optimistis yang menempatkan harga di US$74.000 pada akhir bulan ini. Namun, ketidakpastian tetap tinggi, dan pergerakan signifikan selanjutnya akan sangat bergantung pada penembusan yang jelas dari zona harga saat ini dan perkembangan faktor eksternal.