Sir Alex Ferguson ‘Ngambek’ 20 Tahun karena Komentar Gary McAllister

Author Image

Irfan

21 Februari 2026

sir alex ferguson, gary mcallister, manchester united, liverpool fc, leeds united

Legenda manajer , , dikenal dengan ketegasannya di dalam maupun luar lapangan. Namun, ada satu insiden yang menunjukkan sisi lain dari rivalitas sengitnya, yakni ketika ia dilaporkan mengabaikan mantan pemain Liverpool, , selama lebih dari dua dekade. Perseteruan panjang ini bermula dari sebuah komentar spontan McAllister yang tak sengaja didengar Ferguson pada tahun 1992.

Kala itu, musim 1991/1992 menjadi penentu gelar juara Divisi Pertama Liga Inggris. Manchester United membutuhkan kemenangan atas rival abadi mereka, Liverpool, untuk mengamankan trofi. Namun, takdir berkata lain. Setan Merah justru takluk 0-2 di Anfield, sebuah hasil yang secara otomatis menyerahkan gelar juara kepada , klub yang dibela McAllister saat itu.

McAllister, bersama rekan setimnya di Leeds, Lee Chapman, serta Eric Cantona dan David Batty, sedang berkumpul di rumah Chapman untuk menyaksikan pertandingan krusial tersebut. Mereka ditemani oleh kru televisi yang siap mengabadikan momen perayaan jika Leeds berhasil menjadi juara. Setelah kekalahan United dikonfirmasi, Ferguson muncul di layar televisi dengan wajah memerah, meluapkan kekecewaannya. Ia menegaskan, “Saya ingin menjelaskan, Leeds belum memenangkan liga. Manchester United telah kehilangan liga! Saya tegaskan!”

Melihat reaksi Ferguson, McAllister dengan santai melontarkan komentar sarkastis, “Si muka merah besar itu tetap anggun dalam kekalahan.” Tanpa disadari McAllister, komentarnya itu terdengar langsung oleh Ferguson melalui saluran audio direktur televisi yang terhubung dengannya. Rekan McAllister, Dennis Law, segera memberitahu, “Gary, Fergie bisa mendengarmu.”

Sejak insiden tersebut, Ferguson dilaporkan mengabaikan McAllister sepenuhnya selama lebih dari 20 tahun. McAllister mengenang bagaimana Ferguson akan melewatinya di bandara atau hotel tanpa pernah melihat ke arahnya. “Selama 20 tahun, saya tidak ada!” ujar McAllister, menggambarkan betapa totalnya pengabaian dari manajer legendaris Skotlandia itu.

Namun, perseteruan panjang itu akhirnya berakhir pada tahun 2006. Momen rekonsiliasi terjadi setelah istri McAllister, Denise, meninggal dunia. Ferguson menunjukkan sisi kemanusiaannya dengan menjadi salah satu orang pertama yang menghubungi McAllister untuk menyampaikan belasungkawa.

Ferguson bahkan menawarkan McAllister untuk datang ke tempat latihan Manchester United di Carrington kapan saja dan menghadiri pertandingan di Old Trafford. McAllister sangat terharu dengan gestur tersebut, mengungkapkan, “Ini adalah ukuran seorang pria. Ketika Anda bersaing dengannya, Anda adalah musuh, tetapi ketika saya mengalami pengalaman tragis ini dengan kanker, siapa orang pertama yang menelepon saya? Alex Ferguson.” Ia menambahkan, “Ada sisi lembut dari Alex Ferguson dan itu adalah sesuatu yang saya pelajari kemudian.”

Meskipun McAllister kemudian dikenal luas sebagai pemain Liverpool yang memenangkan treble pada awal 2000-an, insiden dengan Ferguson terjadi saat ia masih membela Leeds United. Kisah ini menjadi salah satu bukti betapa intensnya rivalitas di sepak bola Inggris, namun juga menunjukkan bahwa di balik persaingan sengit, ada ruang untuk rasa hormat dan kemanusiaan.